Cinta sepihak

Aku tak tahu apa yang membuatku menamparnya seperti itu. Dan bahkan sebelum aku mencoba mengutarakan maaf, ia telah berlari pergi. Tak kudengar isakan tangis atau makiannya padaku, namun raut wajahnya yang terkejut seakan aku baru saja membunuh ayahnya itu, membuatku makin merasa bersalah. Aku hanya bisa terdiam, tak punya keberanian menyusulnya, dan meskipun akhirnya aku berani, kurasa egoku yang akan mengambil alih kuasa, memilih untuk membiarkan dia pergi.

Kini aku merasa konyol. Entah apa yang menggerakkan tanganku tadi, begitu saja kulayangkan tamparan itu ke pipinya, membuatnya merah dalam sekejap mata. Dan kini disinilah aku, terduduk di padang ilalang sendirian, menyesali perbuatan bodohku.

Kucoba memikirkan kembali tamparan tadi, dan sekarang setelah otakku mendingin, aku menyadari diriku kelewatan. Dia hanya datang padaku sesuai janji kita semalam. Kami mengobrol santai, sebelum dia mengutarakan bahwa ia terharu dengan seorang pria lain, dan jatuh hati padanya, lalu berlanjut dengan mengatakan dirinya kini jatuh cinta pada lelaki itu.

Ya, aku ingat bagaimana mataku langsung gelap seketika. Aku bisa mendengar detak jantungku yang memburu cepat, nafasku yang semakin berat, dan tak kuasa aku mendelik padanya. Ia tampak cukup tenang, masih menyunggingkan senyum khasnya, bertanya mengapa aku terlihat tidak seperti biasanya. Aku melakukan kesalahan dengan tidak mengutarakan saat itu juga apa yang ada di dalam pikiranku, melainkan menekannya dan—dengan pengendalian diri luar biasa—balik tersenyum padanya.

Maka pada akhirnya saat ia terus berkoar tentang betapa sempurnanya lelaki itu, aku membentak, ingin membuka matanya dan membuatnya melihat keberadaan diriku, yang selama ini terus di sisinya, mendukung dan terus mencintainya, bahkan setelah aku tahu bahwa dirinya takkan bisa mencintaiku. Tapi apa yang kudapat? Sedikit rasa haru pun tidak. Tak juga ada rasa sesal di wajahnya bahkan setelah aku memprotes.

Dan terjadilah. Saat ia utarakan ia harus pergi sekarang ingin mengunjungi lelaki itu, aku tak sadar lagi. Tanganku melayang begitu saja, mendarat keras di pipinya….

Kini hanya penyesalan yang mengampiri.

Aku tak bisa menghapus siluet wajah kagetnya yang terekam dalam otakku, dan kenangan-kenangan masa lalu pun muncul ke permukaan, membuat hatiku semakin terpuruk menyesal.
Namun kemudian begitu saja muncul pikiran positif yang datang, membuatku kembali bersemangat. Maka kuputuskan, tak ada waktu untuk ragu. Kalau memang aku tak bisa memilikinya, biarlah ia yang memilikiku. Dan bila ia tak bisa memberikanku cintanya, biarlah aku sepihak yang memberikan cintaku. Aku harus minta maaf!

Dengan langkah mantap kukejar ia, dengan menggenggam setangkai bunga Hyacinth ungu mekar yang sempat kupetik di taman. Aku tahu kemana ia pergi, dan benar kutemui ia berjalan gontai di tepi jalan itu, jalan yang menghadap langsung ke hamparan laut, jalan tempat pertemuan kita.

Kupanggil ia, dan ia menyambutku dengan wajah kakunya. Pucat dan tak secercah senyum pun tersemat. Nyaliku ciut, namun kuberanikan diriku menyerahkan bunga yang kugenggam.

“Apa ini?”
Suara dinginnya serasa menusuk. Tergagap, kucoba ucapkan satu kata itu.

“Maaf.”

Ia tak bereaksi, menatapku—tidak lagi dengan mata lembutnya—tapi dengan tatapan sinis.

“Bunga Hyacinth ungu,” kataku, berusaha mengabaikan sambutannya yang tak ramah, “Artinya, Please, forgive me atau I’m so sorry.”

Aku tak berani memandangnya, namun membuatku tersentak, ia mengambil bunga itu begitu saja dari tanganku, masih tanpa senyum, namun berkata “lupakan saja” pelan.

Dan tiba-tiba kelegaan luar biasa menyelimutiku. Pada akhirnya aku menemaninya—yang telah mengurungkan niat untuk menemui si lelaki lain—berjalan perlahan di sepanjang jalan itu. Ia memang berjalan di depanku, tak berusaha menungguku, namun hatiku lega. Air mata bahagia mulai mengalir turun ke pipiku, menandakan awal yang baru bagi hubungan kami.

Aku sadar diriku hanyalah perempuan biasa dan tak istimewa. Dan meskipun aku tak bisa milikinya, namun cintaku padanya tak akan berubah, tidak bahkan bila ia seorang gay….

Read previous post:  
103
points
(488 words) posted by Zhang he 13 years 27 weeks ago
73.5714
Tags: Cerita | kehidupan | detik detik terakhir | keabadian | kematian | zhang he
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer ewakartins
ewakartins at Cinta sepihak (10 years 15 weeks ago)
100

Hekk! Terkejut di akhir.
Awal baca, menyangka tokoh utama cowo. Ehh, ternyata cewe. Trus, gara-gara tahu tokoh utamanya cewe, sangkaan berubah: si tokoh utama naksir cewe = lesbian. Ehh, ternyata naksir cowo gay.
Surprise dan puas.

Writer soechan
soechan at Cinta sepihak (10 years 16 weeks ago)
80

:-D so sweet...love is blind

Writer vaniamathilda
vaniamathilda at Cinta sepihak (11 years 31 weeks ago)
80

yah kok gay???
aaaah endingnya kok gitu????

Writer Chie_chan
Chie_chan at Cinta sepihak (12 years 2 weeks ago)
70

endingnya menyebalkan ==a
pdhal dr atas udah berasa indah n sedihnya. bner2 jd kek lelucon aja...

Writer WynnE
WynnE at Cinta sepihak (12 years 23 weeks ago)
90

Wahhhh Hebad...'Lam KnAL...Kunjungi tempat'ku jg yahh^^

Writer muhardin
muhardin at Cinta sepihak (12 years 24 weeks ago)
30

Kerennnnnnnnnnnnnnnnn

Writer the_melon
the_melon at Cinta sepihak (12 years 46 weeks ago)
90

Ending yang benar-benar tidak terduga, dan dikemas dengan menarik!!! Great!!! O:) b

Writer n1enys
n1enys at Cinta sepihak (13 years 6 weeks ago)
80

nice story...meski singkat tapi bagus trus endingnya jadinya mereka ga bersatu ya..hiks..
Ok lanjut terus ya bikin cerita bermutu lagi

Writer man Atek
man Atek at Cinta sepihak (13 years 12 weeks ago)
100

ampuh tenan
tung tung fuk ... !

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Cinta sepihak (13 years 12 weeks ago)
90

Cerita percintaan yang bagus. Dengan ending yang bagus juga, di awal cerita kegeraman itu sangat baik terdeskripsi.

Kurasa urusan cerita cinta ini bisa dibandingkan dengan cerita terbaruku. Baca juga ya.

Writer lfour
lfour at Cinta sepihak (13 years 12 weeks ago)
80

nice story...
dan saya suka sekali dengan endingnya

bener2 menyentuh....
so sad...

Writer dirgita
dirgita at Cinta sepihak (13 years 14 weeks ago)
80

Aku bingung mo komen apa. Komenku udah diborong sama yang lain. Hehe. Sempat hilang arah juga ketika di akhir-akhir cerita. Kirain tentang lesbi, eh, taunya tentang cewek tulen jatuh hati sama gay. Begitu, ya? Salahkah daku?

Writer adrian.achyar
adrian.achyar at Cinta sepihak (13 years 15 weeks ago)
80

He? Gay?

Hm.. okay. Komen saya dah keduluan sama yang lain :D

p.s: saya mau kasih point 8 tapi kalo point-nya jadi 5, maaf ya. Browser saya agak error.

Featured stories: Omega Series

Writer zera
zera at Cinta sepihak (13 years 18 weeks ago)
80

Bagus cerita ini, sampai-sampai ingin membacanya lagi.

Writer serpentwitch
serpentwitch at Cinta sepihak (13 years 18 weeks ago)
90

gw ampe baca ulang brp kali, gw pikir salah baca ini tokoh aku cewe atau cowo. ternyata yg bermasalah temennya itu gay -__-.

Bagus sih, narasinya bagus dengan flow yang perfect seperti biasa. Cuman kl dipikir, cowo gay mana mungkin ngomong/ngaku gay ke cewe, sekalipun temen deket. :D Yah mungkin aja kali yah...

Writer RIAK
RIAK at Cinta sepihak (13 years 18 weeks ago)
70

Ide yang sudah banyak diambil di k.com namun semua orang punya cara masing-masing untuk menceritakannya. Mungkin karena banyaknya ide ini telah teruntai (mmm mungkin sudah lebih dari dua puluhan jumlahnya semenjak awal 2007 hingga kini). Mulai dari format 100 kata, novel, puisi, dsb. Sehingga saya tidak seterkejut yang lain karena sudah membaca gelagat itu sejak awal membaca judulnya. Well, namun setidaknya inilah versimu, Cil.

Membaca cerita ini seperti membaca cerita yang sangat cepat. Kadar tensinya tinggi dari awal hingga akhir, hanya baris terakhir saja yang mengalir lumayan pelan. Seolah berlari kencang tiba-tiba ngerem mendadak. Mungkin adegan sebelum dia minta maaf memuat efek 'menarik nafas panjang' sebelum berlanjut memetik bunga dst...

semoga berkenan dengan komenku, cil.

Kalau berkenan, kritik saran di serial RIAK mulai dari http://kemudian.com/node/138844 ^^ salam kenal.

Writer naela_potter
naela_potter at Cinta sepihak (13 years 18 weeks ago)
90

huwah, mantaappp pisaaann!!
biasanya nae cepet bosen kalo baca cerita yg full deskripsi, tp yang ini nggak sama sekali. ffiuh. keren. cerita minim dialog yg tak terduga.
^^ asik banget!!

terusin karya2 kamu yg unik,cil. edun juga dirimu, di tengah cuaca negeri china yg tak bersahabat, dn keletihanmu, bs bikin tulisan seperti ini. saluuutt buat ceciil!!

dadun at Cinta sepihak (13 years 19 weeks ago)
90

Karya-karyamu gak ada yang “nyampah”, sejauh yang pernah saya baca.

Banyak “ranjau” yang menjebak pembaca nih ;)) terutama untuk pembaca yang suka menebak-nebak sedari membaca judul seperti saya ini. Tadinya saya pikir si aku tuh cowok dan si dia cewek, terus di tengah jalan... hm, keknya si Aku dan si dia samasama cewek nih. Hingga sampai akhir pun saya masih berpikir demikian. Tapi, begitu dipikir-pikir dan dirunut ulang dari awal... WEWWW... ternyataaaaa.... saya SALAH BESAR!!! Dirimu sukses, kawan!!!! Benar, kata pamungkasmu itu seperti BOM yang mengejutkan sekaligus menjawab semua pertanyaan.

Ada sedikit catatan nih dari saya:
>> ada kata “kita” dengan “kami” yang nampak tumpang tindih. Setahu saya, “kita” adalah kata yang melibatkan secara langsung antara orang pertama dengan orang kedua, sedangkan “kami” adalah antara orang pertama dengan orang ketiga. *maaf kalo salah :D
>> kata “pria” dan “lelaki” juga, lebih enak kalo pake satu kata ganti saja.

Dan, saya sangat suka dengan kalimat ini: “Kalau memang aku tak bisa memilikinya, biarlah ia yang memilikiku.” Walaupun artinya cukup rancu. :D

rip8 at Cinta sepihak (13 years 19 weeks ago)
70

hai kk
lihat karya puisi ku donk

aduwww ceritanya

emosinya ketangkep bener
aku sih gak bisa hahah^^
ajarin EYD pls

Writer rinitrihadiyati
rinitrihadiyati at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
80

Kereen lah...

Writer mocca_chi
mocca_chi at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
80

komentnya aku ulang deh
ngg.. awalnya memang aku mengira cowok, karena karakternya karater cowok banget.wakak.. endingnya mengejutkan banget, kebanyakan kata "ku" deh, jadi rasanya ak bacanya agak sediit begitu monoton.

tapi hebat cill, akhirnya kamu mengakhiri masa paceklik musim kemarau ide. daripada manyun2 terus,hayo nulis lagi,semangatt

Writer Rijon
Rijon at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
90

Emosinya oke! Hehehehe, walaupun cerita cinta-cintaan udah klise (menurutku) tapi dikemas dengan emosiyg oke....

# Kini hanya penyesalan yang mengampiri.

salah ketik?? Bukannya hrusnya menghampiri ya??

Writer mel
mel at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
90

waah.. saia tertipu! dikirain yang ditampar cewek.. ehh taunya! keren cil, dengan dialog yang sangat sedikit, sukses banget memunculkan emosi-emosinya! SALUT..

Writer didin J
didin J at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
50

tadinya q pikir kamu tuh cowo, damn q tertipu mentah2 diakhir kisah. yah mogimanalagi kalo dah kejadian monebaknebak juga dah gini, tapi itulah yang jadi titik sukses kisah ini, yaitu ketika kamu bilang dia gay

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
90

Bagus, zhang. Tapi tolong diperhatikan lagi penggunaan "koma". Ada beberapa kalimat yang kepanjangan (menurutku). Bikin nafas habis waktu baca. Tapi selebihnya bagus. Haa.. jadi kangen nulis cerita tentang homo diriku ^^

Writer pikanisa
pikanisa at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
90

Zhangggggggggg... dudul's lu orang yak?

Pergerakan emosinya dalem banget, apalagi ketika tarikan kamu mulai dengan suatu konflik di awal, menghentak di awl dan akhir.

Asyik Zhang, tapi yang patut dijaga adalah emosi mu, begitu banyak faktor emosi yang out of control, sehingga dari segi penyajian tampak sedikit kedodoran. But btw, so far let's throw up in U'r masterpiece aja deh. D

Writer Villam
Villam at Cinta sepihak (13 years 20 weeks ago)
90

pintar kali kamu memang merangkai kata, cil.
jarang sekali aku mau membaca cerita panjang minim dialog, tapi yang ini aku bisa mengikuti dengan baik dari awal tanpa di-skip.
dan kamu bikin kejutan pula di akhir.
huh. keren.