John

Dajjal berdiri di depan jendela kaca super besar di ruangan kerjanya. Matanya yang tinggal satu menerawang sejauh-jauhnya pandangan. Saat itu cuaca sedang amat cerah sehingga pemandangan dunia cukup terlihat dari puncak bangunan super megah berketinggian menembus awan itu. Siang itu baru saja salah satu staff terahlinya melaporkan keadaan terakhir dunia, khususnya tentang keadaan ekonomi global yang semakin kacau. Laporan itu masih terpampang menyala di atas meja kerjanya yang berteknologi hologram.

“Skenario ini mulai melenceng…” suara khasnya yang serak bagai orang berpenyakit asma akut memecah keheningan. Ifrit yang duduk di salah satu pojok ruangan sedikit mendongakkan kepala. Sebagai salah satu staff kepercayaan sang Raja Iblis, siang itu Ifrit diperintahkan oleh Raja untuk membahas situasi dunia bersama Dajjal si mitra kerja atasannya itu. Dia datang agak terburu-buru dari markas besar Iblis yang bahkan Dajjal sendiri belum mengetahui secara pasti lokasinya, Dajjal tidak bisa mendatanginya kecuali diundang oleh Iblis. Dia juga sudah membaca laporan dari staff ahli Dajjal itu.

“Apakah menurutmu ada sabotase atau kebocoran data di pihak kita ?” tanya Dajjal.

“Saya belum bisa memastikan itu sekarang. Memang ada beberapa indikasi itu. Beberapa ratus tahun lalu sekitar seratus jin dari daerah pegunungan Azerbaijan, kaum Clotho yang terkenal jenius, telah membelot dari ajaran kita dan masuk ke dalam agama Adam. Mereka berada dibawah perlindungan si laknat Qadir Jailani. Misi khusus telah kami lakukan untuk memburu dan membunuh para pembelot. Anda pasti pernah mendengar Operasi Harut. Misi itu langsung dibawah komando saya. Waktu itu operasi berhasil memusnahkan hampir separo dari pembelot beserta semua keluarganya. Namun maafkan saya, sisanya berhasil lolos dan tidak berhasil kita temukan sampai sekarang. Mereka yang lolos ini sangat militan dan berkeahlian tinggi. Dengan segera mereka mereka menjadi aset yang amat berharga bagi Qadir Jailani. Mereka menghilang tapi justru secara aktif berusaha menyadap, menghambat, mengcounter semua misi kita. Mereka berpartisipasi dalam semua gerakan agama bahkan kabarnya mereka merekrut dan melatih tenaga-tenaga ahli dari kalangan jin dan manusia. Selain itu mereka mengadakan kontak dan menyusup ke dalam jaringan organisasi kita dengan amat pandai, sehingga kebocoran data dari dalam juga bisa terjadi.

Saya kira beberapa gangguan komunikasi dan erornya sistem pusat data kita beberapa tahun ini tidak lepas dari campur tangan kelompok ini. Mereka adalah kelompok yang paling berpotensi untuk menjadi gangguan kita dari sisi intern.” Ifrit agak tersenyum kecut ketika melirik kaki kirinya yang tak kunjung mendingin sampai sekarang, sungguh dahsyat hukuman dari Iblis akibat gagalnya operasi Harut-nya, sehingga dia dibakar di api abadi sekitar dua ratus tahun lalu namun belum juga pulih hingga sekarang.

“Hmm, ya aku pernah mendengar operasi itu. Itukah penyebab merahnya kakimu itu Ifrit?” Dajjal melirik kaki Ifrit sambil terkekeh. Ifrit pun ikut terkekeh. Sebagai manusia Dajjal juga agak bergidik melihat dahysatnya api abadi milik Iblis yang disediakan untuk menghukum para pembangkang, meskipun dia memiliki ilmu maha tinggi namun dasarnya ia tetap manusia yang struktur biologisnya lain dari bangsa Iblis yang berasal dari api.
Sebuah lampu merah di atas meja kerja berkedip-kedip dan mengeluarkan suara dering halus. Dajjal langsung menyentuh earphone super mini yang senantiasa terpasang di telinga kanannya itu.

“Ini aku.” kata sebuah suara diseberang sana.

“Ada apa?” tanya Dajjal.

“Tim ekonomiku sedang kesulitan untuk membuat formula strategi untuk mengatasi keadaan ekonomi. Keadaan ini diluar perhitungan skenario kita dulu.”
“Aku tahu. Aku sedang memikirkannya. Kau tahu aku bukan Tuhan. Dialah yang telah mengaturnya. Aku sedang mencari tahu skenario apa yang sedang dijalankannya dengan keadaan ini.”

“Lalu aku harus bagaimana?”

“Tunggu beberapa hari ini akan kuberitahu apa yang harus kau lakukan.”

“Oke. By the way, bisakah kau temukan lagi beberapa tambang minyak atau lainnya untuk menambah dana operasioanal?”

“Hohoho, tak semudah itu sobat. Tuhan memasang para penjaganya di tempat-tempat itu. Dan hey sobat, jangankan untuk mengurus yang baru, menguasai yang sudah adapun kau masih belum berhasil baik.”

“Aku tahu maksudmu, tapi skenario Iraq itu juga atas anjuranmu bukan?”

“Hey, kau bukan bayi. Kau sudah kuberi banyak bantuan. Kau harus bekerja lebih keras lagi. Selesaikan perangmu disana dan waspadai bangkitnya agama Adam. Ingat, Raja telah menjanjikan tempat termewah untukmu bila kau menyenangkan hatinya.”

Suara disana terdiam sejenak. “Oke, kau tahu aku percaya padamu. Aku menunggu saranmu beberapa hari lagi.”

Dajjal terkekeh lagi sambil mematikan hubungan komunikasi itu. “Si Amerika.” katanya kepada Ifrit yang mengangguk.

“Seharusnya krisis ekonomi ini dialokasikan untuk negara-negara pembangkang tapi entah dengan cara bagaimana sekutu-sekutu kita ikut terkena krisis..” kata Dajjal hampir berbisik. Dia menyentuh earphone-nya lagi. “John suruh kemari.” katanya. Sudah menjadi karakternya untuk tenang dalam situasi apapun, dia telah melakukan perjalanan jutaan kilometer dan hidup ratusan tahun. Dia telah merasakan masa berpuluh-puluh nabi. Dengan kecerdasan dan daya tahan tubuhnya yang luar biasa Dajjal mempunyai perpustakaan pengetahuan yang super lengkap, lebih lengkap dari pusat data manapun yang dimiliki manusia modern. Dia telah membangun sebuah kawasan kekuasaan yang tersembunyi di sebuah pulau yang tak terjangkau manusia. Kerajaannya dilindungi oleh kekuatan api dari dimensi ke sepuluh hasil kerjasama dengan raja Iblis yang maha sakti. Dari situlah ia mengontrol dan memberi komando organisasi dan para pengikutnya.

The John yang datang ternyata adalah seorang anak muda tampan yang berpakaian rapi seperti anak mama. Sebuah baju dibalik sweater panjang yang tersembul kerahnya, celana jins dan sepatu kets. Wajahnya bahkan teramat tampan campuran dari berbagai ras. Kulitnya putih bersih, hidung mancung, beralis hitam rapi. Yang agak ganjil adalah rambutnya. Rambutnya lurus pendek hitam legam dan subur namun dibagian tengah warnanya merah menyala sampai ke belakang. Ia berkacamata hitam. John melangkah dengan tenang masuk ruangan. “Yes Bos ?” katanya. Suaranya halus namun gentleman.

“John, laporanmu membuat kami tidak tenang. Aku sedang berpikir untuk mengatasinya tapi sebagai orang yang berkumpul langsung dengan dunia manusia aku ingin tahu siapa saja lawan dan kawan kita sekarang.”

“Bos, situasi ini adalah situasi tersulit dari sepanjang sejarah yang saya pelajari. Kehidupan manusia di bumi ini sudah mulai mencapai akhir. Isi alam pendukung kehidupan sudah 6 milyar tahun kita sedot dan wajar apabila semakin habis. Sayang sekali Tuhan begitu naifnya tidak membuat bumi lain. Ufo yang kita kirim kesana kemari untuk mencari alternatif tempat tinggal ternyata belum juga menemukan tempat lain yang layak tinggal untuk manusia. Mereka sampai banyak yang yang frustasi menjalankan misi itu. Hingga saya sendiri berani menyimpulkan bahwa tidak ada bumi kedua di alam semesta bahkan di dimensi ke enampuluh pun tidak ada.

Gelombang peradaban iblis yang kita terus hembuskan memang terus membuahkan hasil, paling tidak perkembangan ke depan memperlihatkan angka kenaikan. Bagian Eropa pada khususnya telah dihuni oleh manusia-manusia tanpa silsilah atau keturunan dengan garis yang kacau persis seperti yang Anda inginkan, saat ini kekacauan keturunan ini mulai melanda Asia dan sebagian Timur tengah. Tentunya ini adalah hasil dari skenario penghilangan kesadaran yang kita lakukan lewat berbagai formulasi pemuasan mulai alkohol sampai paham kebebasan…”

“John… hentikan. Jangan bertele-tele. Aku ingin tahu siapa mereka yang berhadapan dengan kita sekarang?”

“Oke Bos. Secara global ada organisasi gerakan yang dimulai munculnya dari tanah Palestina. Organisasi ini cukup meresahkan karena mereka ingin mendirikan lagi kerajaan Muhammad yang bisa berdampak cukup besar terhadap misi kita. Organisasi ini berbeda-beda namanya di beberapa negara tapi tujuan mereka sama yaitu mendirikan kerajaan Muhammad di bawah satu bendera dan menyatukan kembali 50 negara Muhammad yang telah kita cerai berai Bos. Selain itu muncul beberapa nama manusia sok jago yang berusaha melawan dominasi sekutu kita Amerika. Seorang presiden hasil pilihan rakyat di sebuah negara kecil di Timur Tengah. Sepak terjangnya mulai mengganggu dan menjadi ancaman serius meskipun PBB kita sudah berusaha menekannya. Setelah saya selidiki ternyata dia memang masih ada silsilah guru kepada si Qadir Jailani, wajar saja dia begitu kontras dengan pemimpin-pemimpin lain di Timur Tengah yang dapat kita kendalikan. Selain itu ada beberapa kemunculan ganjil yang masih terus dalam pantauan saya khususnya mengenai indikasi-indikasi munculnya el-Mahdi. Masih samar Bos, penyakit dan virus yang kita sebar di kawasan-kawasan potensial lahirnya el-Mahdi tidak bisa seratus persen menghapus kemungkinan kelahirannya, kita hanya bisa menundanya selama mungkin.” John memang orang tanpa ekspresi. Dia bicara seperti mesin. Keahliannya adalah menganalisa keadaan seakurat mungkin. Dia bagaikan pusat data berjalan.

“Hmm, besok aku akan memberitahu si Amerika apa yang harus dia lakukan. Sementara sekarang kau harus ke Israel, John. Berikan catatan ini pada Ben Rabin. Dia kepala penggalian terowongan di bawah el-Aqsa. Ini adalah catatan penggali pertama yang gagal seribu tahun lalu, aku ingin mereka mempelajari ini agar tidak gagal, Haikal King Solomon harus ditemukan”

“Baik Bos… tapi Bos, setelah aku bekerja dengan Anda bertahun-tahun aku mendapati satu kenyataan yang sangat mutlak” Dajjal mengerutkan kening mendengarnya, “Maksudmu ?”

“Maksudku aku ingin berhenti Bos.”

“Apa?!” Dajjal menjadi pucat mendengarnya “John!” katanya hampir berteriak. “Kau adalah seorang anak haram yang kudidik sejak kau dalam kandungan! Hidupmu di dunia aku penuhi kemewahan, sekarang kau bilang kau ingin berhenti bekerja denganku? Betapa beraninya kau!”

“Saya seorang manusia Bos. Saya pelajari bahwa satu kebenaran yang mutlak bahwa Anda pun tidak bisa lepas dari hukum Tuhan. Saya akan menjadi pengikut dia yang lebih berkuasa Bos, yaitu Tuhan.”

Dajjal seolah tak percaya mendengarnya, wajahnya semakin pucat. Inilah hal diluar kekuasaannya. Kekuatan Tuhan yang menembus siapapun jiwa manusia, bahkan seorang tangan kanan Dajjal.

“Kau telah menjual jiwamu kepadaku, ingatlah resiko untuk keluargamu!”

“Saya tetap lebih takut kepada Tuhan, Bos” Selesai berkata John berlari ke arah jendela. Dengan kekuatan yang dia pelajari dari bosnya dia memecahkan kaca anti roket itu. Secepatnya dia melompat keluar.

“Allah.. Akbar..” desis John sambil meluncur jatuh deras kebawah dari istana Dajjal yang amat tinggi itu. Seketika terjadi kekacauan pada atmosfer istana Dajjal karena itu adalah kalimat terlarang yang tidak boleh diucapkan didalam istana Dajjal. Angin menjadi ribut, api pelindung menjadi lenyap dan orang yang mengucapkannya menjadi hilang seketika kekuatannya.

“Terkutuk kau John! Ifrit! Bawa dia kembali, dia tidak boleh mati!” Teriak Dajjal hampir menangis karena marah. Lalu terlihat Ifrit melesat keluar mengejar John yang sedang jatuh ke laut. (Tamat)

Read previous post:  
Read next post:  
Writer zera
zera at John (12 years 7 weeks ago)
80

Bagus

Writer ame268
ame268 at John (12 years 7 weeks ago)

Beli gak beli tetap terimakasih, begitu kata Pak Joger.
Hehe.. thanks atas reviewnya.
Beberapa tulisan memang sempet saya hasilkan tapi baru tahu ada k.com hingga masih ini yang keposting.

Ya, untuk judul sengaja saya sederhanakan agar menjadi 'tokoh misterius' sampai akhir, sampai batas tertenu pembaca dipersilahkan mengkalkulasi sendiri :D... mmm cerita ini sebenarnya ada sedikit fiksinya ada juga sedikit ilmiahnya. Beberapa buku pendukung menjadi inspirasi dari cerita tentang 'kerajaan iblis' ini.

Writer i-rash
i-rash at John (12 years 7 weeks ago)
70

hmmmm....????

Writer atmoon
atmoon at John (12 years 8 weeks ago)
80

betul judulnya biasa, mungkin perlu julukan misalnya John XXX, hanya saran lho, cerita sih ok

Writer atmoon
atmoon at John (12 years 8 weeks ago)
80

betul judulnya kurang biasa, mungkin perlu julukan mislanya John XXX, hanya saran lho, cerita sih ok

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at John (12 years 8 weeks ago)
90

Hanya comment dengan judulnya saja. "Jhon" terlalu biasa.

Secara cerita, oke banget artinya penulis sudah sangat lihat merangkai kata untuk sebuah cerita dengan dukungan imajinasi dunia setan (jin, ifrit, iblis dsb) dan tentu dengan menganalogikan negara sang Dajjal seperti situasi dunia yang kita sedang tinggali saat ini.

Kembali ke judul, mungkin kurang mengundang untuk dibaca. Padahal isi ceritanya lumayan bagus, mengenai ending saya suka, ada sedikit komedi miris di akhir cerita.

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at John (12 years 8 weeks ago)
90

This is a brilliant story. Informasi yang kamu angkat, ide dan jalinan kata yang keren. Sayangnya ending cerita agak tekesan klise dan kilat. Bagaimana john bisa berbalik menentang dajjal. Mungkin pencapaian pencerahanya bisa lebih dieksplorasi.