::Lombokku....::

Hati ini selalu merasa bahagia dan bahagia
melihat pemandangan di pulauku yang damai ini
hamparan laut yang terlentang megah...
memikat semua wisatawan

Pantai Senggigi yang indah...
dipenuhi dengan pohon kelapa
pohon yang melambai - lambai mengikuti tiupan angin
menjadikan susana saat ini sejuk dan damai

Oh..Lombok...
lagi - lagi engkau memikat hati semua wisatawan
dengan tiga pulau Gili yang bederet sejajar
yang dikelilingin oleh lautan biru...
mulai dari wisatawan lokal
hingga wisatawan asing

Lombok...Lombok..dan Lombok...
Sunggu mempesona bagiku...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer johanes.koen
johanes.koen at ::Lombokku....:: (13 years 35 weeks ago)
70

jadi ingat lirik

'debur ombak nusadua
'di agung pulau dewata
'digemanya doa doa

Writer aidah
aidah at ::Lombokku....:: (13 years 35 weeks ago)
70

ok, bagus. tapi coba untuk buat kata-kata yang lebih dalam lagi.

Writer naela_potter
naela_potter at ::Lombokku....:: (13 years 35 weeks ago)
70

sama seperti komen aq sebelumnya,,

kembangkan lagi bahasa kamu,,
beri rahasia di tulisanmu..
masih terlalu simpel, adek,,

^^

Writer hazaziridho
hazaziridho at ::Lombokku....:: (13 years 35 weeks ago)
70

bener kata yg lain, kata metafornya coba di tambah

Writer oppie79
oppie79 at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
50

puisi kamu kalo dibaca biasa aja...krg menggunakan bahasa puitis en rangkaian kata kiasan yg menjadikan puisi itu lebih indah dan bermakna bagi setiap orang...tetep semangat...

Writer kes_luph
kes_luph at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

aduh2...
aku mci orang awam ni...
jd ga bs kci komentar..

tp bc puisi u, g jd pengen ke lombok deh..
hehehehe...

Writer abc
abc at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
50

masih terlalu simple... maknanya blum sepenuhnya mengena ke gw...

~Salam ABC~

Writer cintafitri
cintafitri at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
80

very nice.. mudah2an puisi ini bs mengundang lbh banyak lagi wisatawan..
success buat Wafi..

Writer buayadayat
buayadayat at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
50

puisi pariwisata..
pertama, baguslah kau mau keluar dari kungkungan puisi cintamu dan karyawan anehmu yg aeh2 itu..
kedua, puisi ini masih terlalu deskriptif, hingga kita pembaca tak dituntut untuk memaknai lebih dalam dari yg tesaji..
ketiga, sekedar saran, galilah lagi kosakatamu, lebih beranilah bermain ungkapan dan metafor yg tak biasa (dalam puisimu ini: terlentang megah)
itu saja..

Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

Assalamu'alaikum
Jadi lirik lagu ya...
Deskripsi yang sederhana sekali.
Terlalu sederhana, mungkin ini yang ingin ditampilkan oleh penulis.
Perhatikan komentar2 sebelumnya, bisa jadi gambaran untuk menulis karya selanjutnya.
Perhatikan bagaimana kamu mendapat ide untuk menulis puisi ini, pengalaman yang pernah kamu dapat dari sudut pandangmu sebagai penikmat haruslah kamu padukan dengan komposisi kata yang apik.
Sederhana memang tidak menghilangkan esensi, namun bisa menjadikan karyamu lebih elegan bahkan sebaliknya.
Ada beberapa bentuk tema yang penulisannya sangat sederhana dan tidak perlu berlebihan dalam menggunakan komposisi kata, namun ada pula yang sebaliknya. Di mana komposisi kata itu sangat berpengaruh pada tema tersebut.
Misal tema "cinta", bila bahasanya sederhana dan biasa tanpa polesan diksi atau metafor yang apik akan menjadikan tulisan itu sangat klasik dan membosankan (walau kita perlu mengapresiasikannya). Maka tema "cinta", haruslah memiliki gaya dan komposisi yang unik, entah lembut ataupun keras pembawaannya (untuk menghindari eksplorasi diri pada bentuk2 penulisan klasik).
Tulisan Anda ini, memiliki esensi yang sederhana, namun komposisi kata yang terlalu sederhana membuat karyamu menjadi begitu biasa2 saja. Coba untuk eksplorasi dengan komposisi yang beda.
Endapkan dulu karya murni Anda ini, kemudian biarkan beberapa saat dan mulailah untuk memolesnya kembali dengan komposisi kata yang baru dan apik.

dadun at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

yeah, tanpa mendiskriminasikan usia--apakah dirimu masih balita, remaja atau... apakah,, hehe, puisimu ini menurut saya cukup oke-lah.
yap, biarpun sebenernya masih ada banyak hal yang bisa dieksplor lebih dalammm lagi sehingga keindahannya gak lewat dan lepas begitu saja. eksploitasi rasa-nya juga masih hambar. -halah, saya cuma sok tau aja soal puisi^^

well, gw lebih suka yang kek gini, sebenernya, daripada yang karyawan aneh-lo itu.... heheh :D

Writer dewi pujangga
dewi pujangga at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

1. hamaparan = hamparan
2. panti = pantai
3. susana = suasana
4. bederet = berderet
5. lauatan = lautan
6. sunggu = sungguh

Dan letak huruf kapital. Bukankah "s" pada senggigi harusnya huruf besar sehingga jadinya Senggigi?

itu aja komentarnya

Moga bisa lebih bagus lagi setelah dibenahi tulisannya

Writer ikhda ayuning maharsi
ikhda ayuning m... at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

Pulaumu,
mengusir segala pilu!

Dho..
Lombok sendiri adalah magnet dan simbol segala estetika,
jadi yang jadi pe er buat kamu...
adalah melukiskan sesuatu yang memang indah,
menjadi tersentuh tidak hanya sebatas kata-kata...
tapi juga dengan olah rasa...
apa yang kamu tangkap dari keindahan Lombok tersebut,
lukiskanlah...
dengan merdeka,
tanpa frame-frame keindahan yang sudah ada...

dho...
eng...ada yang salah ketik yaa? baris ke-3 bait pertama; hamaparan laut yang terlentang megah...
mestinya 'hamparan' ya?

anyway...

goodwerk...
kamu semakin pandai mengolah kata...!

jangan lupa 'rasa' yaa..

Writer cassle
cassle at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

kamu berbicara tentang Lombok, dan mengungkapkannya sebagai pulaumu, tapi kamu berpuisi seakan kamu tidak berada di sana.

Buat puisimu agar memiliki keistimewaan tersendiri, perhatikan lagi diksinya. Meskipun kamu berbicara tentang alam, tidak perlu bermain aman kan... Ulaslah alam dan tantang emosi pembaca. Itu menurutku sebagai pembaca. Hanya beberapa baris pendapat saja. Btw, thanks komentarnya. ^^

Writer nuryanie
nuryanie at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

hmm aku cuma mo tanya
bait pertama itu hatai ato hati?
trus bait kedua itu pantai ato mang panati??
emang bahasa sana yah?
hmmm....
tp bagus bgt untuk seumuranmu **Sok dewasa mode:ON**
hebaaaat...

Writer phoenixtales
phoenixtales at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

jadi kangen!!! lumayan karyanya,, tp masih bs ditambah lg kn?
ni puisi jmn sma jadulq:

Senggigi’s Song

Pada puncak-puncak batu karang...
Terik matahari jelang senja membelai hangat.
Butir pasir berkelap-kelip manja membalas,
Sementara angin bersorak riang,
Sahut-menyahut dengan senandung ombak.
Laut tinggi hati berkilau bak intan,
Ketika pancar surya menyapa.
Ombak pun tampak arogan,
Merayu pada batu karang,
Dan batu karang pun luluh diantara buih.
Dengan bangga ombak menjelma,
Hingga titik-titik air tampak gerimis,
Melukis warna pada berkas mentari,
Menggoda lewat kecupan sejuk tiap tetesnya.

Seketika kelima indra merekam nikmat firdaus dunia...
Tubuh pun rela terbius ruang pelepas lelah,
Penghalau pedih,
Dan pengubur lara.
Walau sementara...
Ruang untuk meraih damai,
Menangkap tenang,
Dan bebas menelusuri asa dan angan.
Sebentar saja...

Namun realita memaksa pulang dari hiburan sementara,
Setengah fana.
Dan sadar membawa kembali pada yang nyata...

Tetapi, tenang sejenak menyentuh sukma ketika insaf berbisik:
Kembali mencoba meraih bahagia yang nyata.

Writer kavellania
kavellania at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
70

apa ya??? (mikir dulu kekeke)

untuk seusia kamu, aku cuma bsa blg karya yang bagus. tapi alangkah indahnya jika metafornya di tambahain dek...

Writer prince-adi
prince-adi at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
80

anak smp aja bisa bikin kaya gini...wuihh..apalagi nanti

konsisten ya dek..(sok tua)
dan terus eksplore
satu lagi; jangan jadikan puisi untuk merayu wanita - belum cukup umur

Writer an_dhi_k
an_dhi_k at ::Lombokku....:: (13 years 36 weeks ago)
60

alam yg u gmbarkan tmpk indah bgt ya! tp kt2 yg digunakan terlalu sederhana n krg dalam artinya.