Sehabis Sekian Saat

Sehabis sekian saat sudah sarat
Karunia, kenikmatan, kebahagiaan, kejayaan
Lantas bukannya kian disyukuri
Hidup yang dijalani
Namun justru menodai hari demi hari
Dengan bercak-bercak dosa, salah, dan alpa
Baik yang disadari maupun tanpa disengaja
Maka terang saja telah terjadi degradasi

Namun keterpurukan dilarang berkepanjangan
Mesti segera bangkit kembali, menanjak lagi

Sehabis sekian saat sudah sarat
Karunia, kenikmatan, kebahagiaan, kejayaan
Lantas jalan menyimpang sesaat
Maka bergegas saja menuju jalan kebenaran
Yang lurus, yang bercahaya, menuju surga
Karena sama sekali entahlah
Bilakah kesempatan untuk bertobat
Selalu hadir kembali setelah bermaksiat

Februari 2008

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Al-Abs
Al-Abs at Sehabis Sekian Saat (14 years 17 weeks ago)
70


sehabis sekian

sekian yang telah kuhabiskan

merunutnya dari awal hingga tetes penghujung,br>
yang kudapatkan hanya sisah

sisah harapan, sisah do'a, sisah kelakuan

tapi besok muncul lagi

berarti tak ada penyesalan dalam diri,

Writer i-rash
i-rash at Sehabis Sekian Saat (14 years 20 weeks ago)
60

masih terkesan datar...

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Sehabis Sekian Saat (14 years 20 weeks ago)

trims krn akhirnya ada yg mau berkomentar dan memberikan kritik-saran. kalo menurutku sendiri, puisi2ku sangat lugas dibanding para penyair sejati yg ada di kcom ini, termasuk juga yg satu ini.

Writer Arra
Arra at Sehabis Sekian Saat (14 years 20 weeks ago)
70

terburu-buru hingga kesannya datar. tapi puisi ini penuh dengan pilihan kata yang tepat

Writer avian dewanto
avian dewanto at Sehabis Sekian Saat (14 years 20 weeks ago)
90

sama aja tulisannya. gak ada yang komen tuh. ha ha ha.

Bilakah kesempatan untuk bertobat
Selalu hadir kembali setelah bermaksiat

kan mestinya setelah bermasksiat hadir kembali, bukan sebaliknya.
barangkali pilihan kata yang agak mengerenitkan dahi yang membuat banyak orang enggan berkomentar.

setidaknya menjadikan tulisan sederhana jauh lebih baik. emangnya kita guru yang suka banget ngeliat muridnya kesulitan menerima pelajaran dan gak lulus. kita bangga kalau murid kita bodoh. yang bodoh itu sispa sih?

nah, keinginan menjadikan puisi sebagai wahana penyampai pesan moral sah saja. sebab Quran pun antologi puisi terakbar. apa yakin mampu nyaingi Quran. :d

maaf.

Writer azura
azura at Sehabis Sekian Saat (14 years 21 weeks ago)
70

keren.. temponya cepat, dinamis bgt