Dosen Keparat......... Perjakaku Kau Renggut!!!

Maafkan aku terlebih dahulu kawan. Cerita ini tak akan menjadi sebuah cerita porno murahan walaupun dari judulnya terkesan aura panas gemas. Jika dirimu kecewa maka jangan doakan diriku macam-macam geram. Jangan kau caci-maki aku hanya karena dirimu merasa tertipu. Pun, aku tak merasa menipumu, sungguh.

Perjaka... Apakah makna dari kata itu? Sesuatu yang berhargakah? Atau barang murahan yang tidak ada artinya sama sekali? Yang tidak layak dipestakan dengan adat-istiadat berbudaya lalu diberikan di malam pertama... Ini barulah sebuah pemikiran yang ngelantur. Hari genneee mempertahankan perjaka!!!

Aku kurang tahu seberapa harga dari keperjakaan. Dosenku tahu!

Hari itu dosen yang masuk adalah dosen yang paling aneh di kampus. Saking anehnya, ia akan menghalalkan segala cara agar dapat membuat kelasnya meriah dengan diskusi tingkat tinggi. Tak peduli jika bahasan diskusi tak akan ada hubungannya dengan mata kuliah yang akan dibawakan, "Semua ini untuk membentuk pola pikir kalian. Sarjana saja tidak cukup jika pola pikirmu serabutan!" begitulah alasan yang dikemukakannya.

"Hari ini kita akan membahas soal keperawanan dan keperjakaan!" ucapnya.
Kelas kuliah heboh dan setiap orang mulai senyum-senyum sendiri, beberapa nyeletuk, "Tancap teruuuss!"

"Pertama saya tanya kepada yang perempuan. Seberapa berhargakah keperawanan?" tanyanya.
"Dewi! Berikan komentarmu!"
Dewi, sosok pendiam di antara yang lain namun paling manis, terkejut mendapatkan giliran pertama.
"Eh, oh, harga BBM naik, pak!" jawabnya grogi, satu kelas terbahak-bahak. Semua orang tahu, Dewi pendiam di kampus tapi garang di dunia gemerlap.

"Biar saya yang menjawab!" celetuk Nisa, perempuan paling vokal di angkatan kami.
"Harga keperawanan di Hotel Asmara dua juta, di Hotel Bunga Madu satu setengah juta. Yang paling mahal adalah di kamar pengantin malam pertama, bisa mencapai harga perceraian seketika," sambungnya.
Sang Dosen terlihat puas dengan jawaban ini.

"Sekarang pertanyaan buat yang laki-laki. Seberapa berhargakah keperjakaan?" tanyanya.
"Gugun! Coba jawab!"
Aku kaget mendapatkan giliran pertama menjawab.
"Eh, oh, harga BBM mungkin ga jadi naek, Pak. Setelah banyak komponen masyarakat yang melakukan demo, secara makin dekat pemilu, maka pemerintah takut tidak akan terpilih lagi!"
Dewi, si imut, menjawab dengan ngasal mendapatkan tawa terbahak-bahak. Aku, si geblek, menjawab dengan ngasal mendapatkan spidol nancep di lubang hidung.

"Biar saya yang menjawab, Pak!" Budi mengambil-alih.
"Di Hotel Asmara, perjaka dapet diskon 50persen. Di Hotel Bunga Madu dapet diskon 40 persen. Dan yang paling enak, di malam pertama ga pernah ditanya 'Abang masih perjaka, kan?'."
"Intinya apa, Bud?"
"Perjaka ga ada harganya, Pak! Lagian, perjaka ga perjaka ga bakalan ada yang tau!"
"Ada yang mau membantah?" Sang Dosen melemparkan jawaban Budi untuk dibantah, namun semua hanya diam.

"Dirimu mau membantah, Gun?"
Aku tetap diam. Semua orang melirik ke arahku menanti jawaban. Dan lirikan dari Dewilah yang paling kuingat saat itu. Lirikan yang membuat aku merasa berdosa keesokan paginya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Kreatif bgt!

Biasa aja.. Sy heran kenapa ada 1260raeads.. Apakah orang2 bpikir kemudian.com ini ceritalucu.com? Sy sndiri mngklikx,krn mncari link report as spam.. Tapi kamu cukup tegar dan memang bukan dropper posting.. Jadi,ya udah lah.. Mungkin ada jg yg nyasar dan mngira ni situs stensilan..

Apa adanya ... Be Your Self!

bagus,..beneran..ngebacanya juga ngalir aja...
sip bos..tancappp terusss...hehehehe

70

Buat apaan buku paduan eyd? Mnurutku ini sudah bagus. Tapi satu yang tak kumengerti, knapa harus lirikan dewi yang diingat? PIkirku, malam itu gugun sama dewi bakal barengan. Makanya paginya merasa berdosa.

40

mas/mba ...gue saranin belanja buku panduan eyd di toko buku terdekat

Apakah perlu kukasih tau maknanya? ckckck... Keliatannya hanya Jornabae yang mengerti inti dari cerita ini. ckckck...

*Lirikan yang membuat aku merasa berdosa keesokan paginya.*

Intinya adalah... keperjakaan memang tak akan bisa dibuktikan, Tapi TUHAN mengetahui hal itu. Jadi harga keperjakaan adalah dari segi AGAMA dan bukan dari segi MANUSIA... ckckck...

sudahlah,

40

Terus? Yang mau disampaikan?

40

maksudnya apa ya..?

70

critanya mengalir n enak untuk diikuti....
I like it

80

^_^ realita kehidupan yg di kemas dengan sangat lucu he he he...

60

wakakakakkaka
ini komen sementara

70

Wah, bener-bener gak keduga. Dilihat dari judulnya, kirain ceritanya kayak cerita di 17tahun.com, ternyata bueda banget. Lucu, menarik, dan agak gak nyambung (mungkin otakku yang agak lemot). Tapi secara keseluruhan Ok deh.