Memburu Chori Kardia (MCK)

Pintu utama yang menghubungkan Kerajaan Kemudian dengan dunia kasat mata adalah Pintu Barat Daya, yang terletak 200 mil arah timur laut Pulau Masalembo di ketinggian 4 mil.

Ketujuh pintu lainnya, yang sama dengan nama arah mata angin, hanya diakses untuk urusan genting. Untuk melalui pintu tersebut, aku harus naik pesawat Pega-5u5.

Berhubung aku harus menuju Zimbabwe, aku memilih melalui Pintu Barat yang terletak 200 mil di sebelah timur Pulau Komoro.

Saat aku tiba di Collomesum, tempat para gladiator beraksi, tidak ada orang di sana kecuali seorang berwajah Mongoloid yang sedang menggambar sesuatu. Aku mendekatinya.

"Oh...Tuan Zura," katanya sambil tersenyum. Setelah membetulkan letak kacamata ia memindahkan pensil ke tangan kirinya yang juga menggenggam sehelai kertas terjepit bersama papan kayu tipis.

Rupanya bunyi langkahku terdengar meski aku mengendap-endap.

"Anda mencari Tuan Krista?"
"Saya Amauri Hijahat, teman Tuan Krista. Biasa dipanggil Suprex, atau Prex juga bisa," ia mengulurkan tangannya, yang aku sambut dengan enggan.

"Saya sedang menggambar ikon bangunan ini", tangannya menunjuk ke sebuah patung yang terletak di atas pintu masuk para gladiator.

Aku belum pernah mengunjungi tempat ini, namun serasa akrab dengan gaya arsitekturnya. Aku melihat selera King Fraud, mendiang ayahanda Queen Frda.

"Siapa yang merancang bangunan ini?"
"King Fraud", jawab Suprex.
"Dan setelah beliau meninggal, Tuan Krista menambahkan patung itu."

Aku kembali mengamati patung singa berkepala manusia itu. Dan...bukankah itu kepala Krista? Benar-benar narsis.

"Tuan Krista sedang melatih para gladiator. Mau saya antar ke sana?", belum sempat aku jawab ia sudah melangkahkan kakinya.

***

Latihan para gladiator cukup unik. Di salah satu sudut ruang latihan terdapat seorang gladiator terkungkung arena segiempat yang dikelilingi pagar berkisi-kisi besi setinggi 10 kaki. Ia sedang berlarian mengejar seekor kucing. Sewaktu aku terlarut dalam kelucuan itu, Krista Aditchev datang.

"Bagaimana kabar istana, Boss?"
"Kisruh", jawabku.
"Kurosama sakit. Kamu harus segera pulang. Aku bawa Pega-5u5, kamu pake aja lewat Pintu Barat."

Ia tidak menjawab, justru berpandangan sejenak dengan Suprex.

"Begini, Boss. Saya sudah berjanji dengan Suprex untuk pergi ke Dakarta. Ada masalah yang harus diselesaikan."

"Apakah aku bisa menggantikanmu?" aku menawarkan diri.

"Benarkah? Itu lebih baik", Suprex menyela. Ia terlihat senang.

***

Setibanya di Dakarta, Suprex mengajakku ke suatu tempat di daerah Senopati. Rupanya sebuah kafe. Saat masuk aku sempat melihat papan di samping pintu yang bertuliskan 'Casa de Cuchara'. Kami memasuki sebuah ruangan, di situ ada beberapa orang.

"Nisa!", seruku agak terkejut. Rupanya ia belum pulang.

"Silahkan duduk, Tuan Zura!" ujar Suprex.

"Kita mulai saja sekarang!", seorang perempuan bersuara serak yang tepat duduk di depanku memulai pembicaraan. Nampaknya ia adalah pemimpin mereka.

Tanpa persetujuan yang lain ia melanjutkan.

"Tuan Zura, kami adalah anggota komunitas setelah-itu.com. Yang hadir di sini hanya 5 dari 500 ribu anggota komunitas kami. Anda pasti sudah berkenalan dengan Viva dan Suprex".

Kami duduk mengelilingi tiga meja persegi yang disatukan. Di deretanku duduk Suprex, aku, Nisa dan Viva.

"Saya Splintera Eretzia. Di sebelah saya Meijer de Broek dan Ryuzuki Furatama", ia memperkenalkan pria di samping kanan dan kirinya.

Saat ia menyebut nama 'Broek' aku mendengar Nisa cekikikan dalam hati. Memang, nama itu kedengaran seperti suara buku jatuh, 'bruk'. Di sebelah Ryuzuki ada satu kursi kosong.

"Kami sedang menunggu seseorang lagi, inisial namanya KD", seolah ia tahu mengapa aku memandangi kursi kosong itu.

***

Satu jam setengah perempuan kecil itu berbicara namun tidak lelah. Tidak ada jeda untuk minum namun mulutnya tak juga kering. Anehnya, busa ludahnya tak juga nampak bercumbu dengan kedua ujung pinggir bibirnya. Pembicara yang hebat.

Setelah dia selesai, aku meminta waktu 30 menit untuk memikirkan semua masalah yang ia sampaikan. Mereka memberiku setumpuk file yang aku bolak-balik dengan cepat, ditemani susu gajah bercampur kuning telur buaya Papua.

Lima tahun yang lalu Retzia dan Ryuzuki membuat situs setelah-itu.com yang ditujukan untuk para penulis amatir. Sambutan publik dunia maya sangat meriah. Salah satu anggota yang mendaftar adalah seseorang berinisial KD yang sering memposting cerita-cerita kontroversial, antara lain cerita bertemakan bunuh diri, penculikan, mutilasi dan kanibalisme.

Ia tidak pernah menghadiri pertemuan-pertemuan resmi komunitas setelah-itu. Namun, ia sering menemui anggota lain secara personal. Saat mereka yang pernah bertemu dengannya melakukan cek silang, ternyata orang yang mereka temui tidak sama.

Setahun lalu Mabes Polri menangkap KD atas permintaan Interpol. Kepolisian beberapa negara mengincar KD sebagai tersangka pembunuhan dan penculikan. Akhirnya ia diekstradisi ke Amerika dan dijebloskan ke Gitmo tanpa peradilan.

Sebulan lalu di internet beredar berita bahwa ia berhasil meloloskan diri dari Gitmo. Lalu seminggu yang lalu, ia menghubungi Ryuzuki dan Retzia untuk mengagendakan pertemuan hari ini.

***

"Bagaimana Tuan Zura? Anda punya saran?", tanya de Broek.

Mereka meminta saran apakah harus mendukung KD atau Interpol. Aku meduga mereka sudah mengambil keputusan.

"Aku ingin melihat dulu wajahnya?"
"30 menit lagi ia datang", Retzia menimpali seraya melihat jam tangannya.

Sementara itu Nisa memberitahu, melalui telepati, bahwa kedubes Kerajaan Kemudian di berbagai negara menerima permohonan bantuan dari kepolisian setempat untuk membantu memecahkan kasus ini. Menlu sudah menerima laporan ini, namun belum meneruskan kepada Queen Frda.

30 menit berlalu.

Seekor simpanse masuk ke ruangan. Ia menyalami kami satu per satu, lalu duduk di kursi yang kosong di sebelah Ryuzuki.

"Tuan Zura, inilah KD!", kata Retzia.

Aku terkejut.

"Bagaimana, Boss? Musuh yang seimbang?", Nisa kembali mengusik melalui telepati.

"Ia menggunakan teknik Chori Kardia. Teknik ini dilarang di Kerajaan Kemudian dan Padepokan Merapi", sahutku.

"Pencuri Hati?", tanya Nisa.
"Ya!"

Tidak ada gunanya berlama-lama di sini. Penjelasanku tidak akan mereka mengerti. Tapi aku harus tetap memberikan saran.

"Saya yakin KD tidak akan merepotkan kalian. Lakukan saja apa yang ia minta", kataku.

Sedetik kemudian aku beranjak dari tempat duduk. Nisa mengikutiku. Kami harus bergegas memburu KD yang asli, Sang Chori Kardia.

Read previous post:  
273
points
(359 words) posted by KD 15 years 30 weeks ago
80.2941
Tags: Cerita | dongeng | Kehidupan
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Jamil_begundal
Jamil_begundal at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 17 weeks ago)
100

yang ini keren menurutku semacam dagelan yang agak konyol tapi menghibur. mas KD rupanya senang bereksperimen yah.
aku tunggu karya selanjutnya.

sekalian kalau bisa aku disebut-sebut. jadi manusia kura-kura atau apalah. saat ini aku memang terobsesi dengan kura-kura atau binatang berkerapas lainnya. hehehe

hidup penulis narsis!

Writer nirozero
nirozero at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 18 weeks ago)
90

Wah, plesetannya keren banget!

I wait ur new story!

Writer suri-jamur
suri-jamur at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 18 weeks ago)
80

sugoi!!! risou wa tootemo ii yo!
imajinasimu keren sekali, gaya ceritamu asyik

Writer brown
brown at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
100

oh mak jaaang!!! makin seru aja nih cerita di kedubes Kemudian. plok..plok..plok..tepuk tangan yg meriah untuk KD. masih perlu point ga sih?

Writer v1vald1
v1vald1 at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
70

Ceritanya menghibur karena banyak memplesetkan nama2 anak2 kemudian. Tapi jujurnya, aku bingung dengan jalan ceritanya... dan entah kenapa, kurang tertarik tuk mengetahui lebih lanjut. Kecuali tertarik tuk tahu, "NAMA-NAMA SIAPA LAGI YANG JADI OBJEK PLESETAN"

Writer Susy Ayoe
Susy Ayoe at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
80

ck..ck..ck..imajinasimu, waow!

Btw, tanyaku tolong dijawab n dijelasin yaw?

Writer prima
prima at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
100

saking bagusnya sampai ngga bisa berkata-kata.

Writer w1tch
w1tch at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
80

terutama karena nepatin janji sama w1tch jangan sampai dimasukin.

Writer arien arda
arien arda at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
100

KD lanjutannya manaaaaaa
kira-kira nama Rien masuk gak ya >> sambil garuk2 dagu.
wakakakkaka
Rien tunggu ya lanjutannya

Writer on3th1ng
on3th1ng at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
100

nama aye mane...wakakak..sip!!

Writer miss worm
miss worm at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
100

makin melayang ajah

Writer anty
anty at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 20 weeks ago)
90

imajinasinya kayak di dunia 1001 siang.

Writer Super x
Super x at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 21 weeks ago)
100

kasih 10 karena Suprex muncul

Writer yoshe
yoshe at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 21 weeks ago)
100

Bung KD, aku tunggu lanjutan-nya.... tapi ada 1request nh dari aku. kalo ngga keberatan, mau juga donk nama-ku masuk. siapa tau bisa terkenal kayak Bung KD dan yang laen (heheheheheeh)

Writer my bro
my bro at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 21 weeks ago)
100

Sebuah karya yang imaginatif dan membuat penasaran, gaya bahasanya juga gak membosankan. lumayan untuk seorang yg berwajah mongoloid dan penikmat susu gajah dicampur susu kuning buaya (rasanya ap tuh bos?)

Writer splinters
splinters at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 21 weeks ago)
90

hihihi kok splinted ... kayak keceklik gitu heheheh kenapa gak splintera eretzia? ;p (milih nama yang rada cantik dikit kikikikik ketularan narsis-nya KD). eh yang kayak gini ini mungkin bisa dibilang fan-fiction, ya? mana tuh si hikkiqomori yang sering nulis fanfic? ;p

Writer KD
KD at Memburu Chori Kardia (MCK) (15 years 21 weeks ago)
100

to splinters: Semula ingin menggunakan nama Layla Eretzia (artinya: negeri malam), namun keburu teringat janji untuk gak menyentil witch. Jadi pake namamu deh, ^__^.
****
Dan namamu juga sudah diubah: splintera