Cici

Entah berada dimana aku ini. Hawa sejuk embun dan segarnya aroma lembab pasir serasa menyegarkanku. Dihadapanku persis aku bisa lihat panorama cukup unik. Mirip sebuah telaga yang tertutup oleh benteng karang seolah untuk menahan laju ombak. Hanya menyisakan riak kecil dan berirama mengikuti alunan irama dewa bayu.

Aku mencoba menengok ke arah kiri. Sosok perempuan mengenakan baju longgar lebih cantik dari yang biasa aku lihat. Matanya tertutup oleh kaca mata biru sedang berbaring malas.

Aku mencoba menengok ke arah kanan. Beberapa orang sedang asyik dengan pasangannya sendiri-sendiri. Bercumbu.

Aku mencoba menengok ke belakang. Pohon keluarga suplir dan beberapa jenis tanaman air yang menempel pada dinding beserta gemercik air yang menetes tak henti-hentinya untuk mengalahkan ego yang lain.

Inikah surga, pikirku.
Ah tidak, kapan aku mati?. aku masih banyak menangggung banyak hutang. Hutang pekerjaan yang tidak pernah kelar karena tuntutan yang tidak masuk akal. Dan ada satu lagi yakni hutang memulihkan kepercayaan dari seorang istri. Tentang seorang yang dia cemburui.

kenapa Cici ada disebelahku?
apa yang barusan aku lakukan?
seingatkuku aku tidak punya keberanian?
menyentuh tangannyapun belum pernah aku lakukan....

Menggeliat sambil membuka kacamatanya. Aku bisa lihat mata sayu Cici yang sering sangat menggodaku.

Ci..ada dimana kita?
Di pulau romansa pak..jawabnya enteng sambil merebahkan tubuhnya ke pangkuanku

Aku masih belum mengerti apa yang dikatakannya. Pulau romansa....jangan-jangan ini cuma mimpi.

Cici..coba kau tampar aku, aku yakin ini pasti mimpi...
Ah..gak berani, mana mungkin aku menamparmu
Ci.....tolong kali ini saja.

Plak. tamparan keras darinya menjadikanku percaya tantang pulau romansa.
Siapa Cici..sebuah suara yang beda banget dengan suara Cici. Tersentak aku bangun. Tenyata benar aku mimpi. Kini giliran aku harus menjelaskan siapa Cici.
Siapa Cici..kalimat pertanyaan itu diulang dengan nada lebih.
Selesai aku jelaskan semua.

Kini aku bisa berguman :
Untung aku punya sebutan nama lain buatmu, meski namamu sebenarnya bukan Cici

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer nirozero
nirozero at Cici (15 years 20 weeks ago)
50

Aduh, bingug nie.

Ilmuku belum sampai buat sastra kaya' gini kali yaw?

Writer Olivierly
Olivierly at Cici (15 years 20 weeks ago)
60

Agak bingung sih... Tapi lumayan koq

Writer KD
KD at Cici (15 years 20 weeks ago)
100

wah ini tantangan buat KD nih,
***********
wasesa sedang berbaring dengan selingkuhannya, lalu terbayang wajah Cici; seorang selingkuhannya yang lain
**************
Mending poligami aja bos ^_^

Writer brown
brown at Cici (15 years 20 weeks ago)
60

bagian terakhir bikin semuanya yg kukira kumengerti jadi tidak jelas.

kita sama2 masih harus belajar.

Writer loushevaon7
loushevaon7 at Cici (15 years 20 weeks ago)
70

kayaknya sengaja supaya pembacanya bertanya-tanya nih.

Writer on3th1ng
on3th1ng at Cici (15 years 20 weeks ago)
60

kalimat terakhir itu maksudnya apa yah