ironi

aku mendengar mereka tertawa
melihat semburat darah mengalir
dari jiwaku yang mereka cabik

mereka panggil aku jalang
dan mungkin memang begitu adanya
hanya nista yang tersisa
dari tubuhku yang tak berdaya ini,
terinjak dan terlindas kenyataan pahit

ingin berontak aku!
tapi apa yang harus diteriakkan??
semua kata telah menjadi dusta
meninggalkan kerapuhan disetiap struktur kehidupan
merontokkan segala prinsip
tempat aku berpegang dan menaruh harap

namun diam aku tak mau...
dan hanya bisa menangis aku
berharap air mata ini membalut luka
menghantar berita kepedihanku
pada jiwa-jiwa yang masih menaruh peduli

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer lintar
lintar at ironi (12 years 38 weeks ago)
90

keren abisss.....

Writer pamanzara
pamanzara at ironi (12 years 45 weeks ago)
90

bagus banget ngee,, baru tau gw lo bisa bikin puisi... bisa di take nih buat di jadiin lagu!

Writer mbahYus
mbahYus at ironi (12 years 46 weeks ago)
50

Pilihan kata dan polahnya dalam kalimat sdh cukup lumayan.
Kliamat2 seperti : "menghantar berita kepedihanku'.., 'dari jiwaku yg mereka cabik'...memiliki greget lebih dibanding baris2 kalimta yg lain (di situ ada kedalaman ungkapan jiwa yg lbh dalam).
Yg lainnya berupa kalimat berita biasa yg menjelaskan secara lugas harfiah sesuai yg tertulis..

Writer bintang alzeyra
bintang alzeyra at ironi (12 years 46 weeks ago)
70

Lumayan, dibikin agak sedikit menggigit ya!
Eh gabung disini ya say, aku baru tahu. Huehueheu..aku ga pernah tengok-tengok lagi

Writer yasm1n_17
yasm1n_17 at ironi (12 years 46 weeks ago)
60

coba permainkan sajakmu pasti lbh OK
semangat ya...

Writer feri milano
feri milano at ironi (12 years 46 weeks ago)
70

lirih juga derita seperti itu, knp hrs demikian. bersuaralah tentukan nasibmu sendiri, jgn hanya terima nasib. Tuhan besertamu. God bless

Writer cakra
cakra at ironi (12 years 46 weeks ago)
50

aku juga merasakan hal yang sama saat ini

Writer Aconk_jawa
Aconk_jawa at ironi (12 years 46 weeks ago)
50

hidup adalah tanda tanya
sebuah teka teki yg telah disepakati
air mata dan tawa menjadi bagianya
tapi putus asa pilihan tak harus diambil
lihatlah laut
tengoklah gunung
yang begitu tegar
dengan garis dan peran yang harus dilakoninya

Writer koma
koma at ironi (12 years 46 weeks ago)
30

hei,,maap,,you're my first buddy,,
tentang puisimu,,,
aku gak bisa dapat feelnya,,
perkiraanku kamu menulis puisi itu agak lama after the moment,,,

Writer MicHi_MoeT
MicHi_MoeT at ironi (12 years 46 weeks ago)
70

dudududu...

sedih sangat puisinya,,terasa begitu kental kekecewaan dalam puisi ini.

keep writing,,dan salam kenal ^^