Peri Bunga (bag 2)

Kekuatan Sweet Orange sudah berkurang jauh dibanding malam hari. Para peri bunga hanya memiliki kekuatan penuh disaat malam hari, para peri tersebut akan mati jika terlalu lama tinggal di bumi, terlebih lagi jika berdekatan dengan manusia. Secara tidak sengaja manusia akan menyedot hawa murni peri dan menjadikannya manusia super yang memiliki keajaiban peri. Itulah sebabnya mengapa para peri tidak diperbolehkan bertemu dengan manusia di siang hari. Manusia yang jahat akan menggunakan keajaiban tersebut untuk hal-hal yang merugikan, dan bisa menghancurkan bumi.

”Hosh...... hoosh... hh...hh...” Sweet Orange kehabisan nafas dan ketakutan, meringkuk diatas bunga Jasmine. Dengan perlahan dan hati-hati Lavender mendekat kearahnya.

”Jangan!.... jangan dekati aku... kumohon jangan. Aku akan mati wahai manusia.”

”Kamu siapa?” tanya Lavender.

”Aku Sweet Orange, peri bunga. Peri penabur serbuk bunga di malam hari, karena kecerobohanku, aku tertinggal dari teman-temanku. Seharusnya sekarang aku tidak berada disini. Ini salahku.... aku akan mati....” kata Sweet Orange merana.

”Apa yang kau katakan, aku tidak mengerti. Kenapa kau harus mati.”

Namun sebelum Sweet Orange sempat menjawab, tiba-tiba tubuhnya menggigil, seperti orang kedinginan, warna oranye semakin memudar dari tubuhnya, sayapnya makin lama makin memucat dan akhirnya seluruh tubuhnya berwarna bening transparan.

Lavender bingung bukan buatan, ia tidak mengetahui apa yang membuat peri kecil tersebut menjadi transparan dan tidak berdaya. Segera saja ia mengambil tubuh Sweet Orange dari atas bunga jasmine dan membawanya masuk ke dalam kamarnya. Ia menutup pintu kamarnya, beserta seluruh jendela yang ada di ruangan tersebut.

Lavender mengira Sweet Orange mati gara-gara sengatan matahari, oleh karena itu dia memblokir seluruh cahaya yang masuk ke dalam kamarnya. Kemudian meletakkan tubuh peri itu diatas bantal tempat tidurnya. Dia menunggu beberapa menit, berharap Sweet Orange akan hidup lagi. Memandanginya tanpa berkedip, dalam hati terus berdoa agar terjadi suatu keajaiban.

”Aaaaa........ aduh, bagaimana ini. Apa yang harus kulakukan?” tanya Lavender histeris lima menit kemudian. Diluar dugaannya, tubuh Sweet Orange menyusut, mengering, dan mengecil. Tidak ada lagi sebentuk tubuh disana, tidak juga sayap transparan. Yang ada hanyalah sebentuk bulat berkeriut sebesar biji salak.

Hari sudah beranjak sore ketika Lavender tertidur karena kelelahan memikirkan nasip Sweet Orange. Detik demi detik berlalu, malam merayap perlahan menyelimuti bumi. Para peri bunga bersiap turun kebumi untuk melaksanakan tugasnya, dan untuk kesempatan ini, Ratu Peri dan para tetua yang akan mencari Sweet Orange.

Jendela kamar Lavender menjeblak terbuka, membuat Lavender terbangun dengan terkejut. Seberkas sinar kuning memancar dari luar, menyilaukan seluruh sudut kamar.

”Aaaa....... ” jerit Lavender ketakutan.

Belum habis ketakutannya, tiba-tiba Lavender mendengar namanya dipanggil. ”Lavender... Lavender.... janganlah takut denganku. Aku tidak akan menyakitimu.”

”Sss si..... siapa kamu?”

”Aku adalah Ratu Peri Bunga, dan peri yang bersamamu itu adalah anak bungsuku. Sekarang aku ingin mengambilnya untuk di bawa pulang.”

”Maafkan aku.... aku tidak bermaksud membuat anakmu menjadi mati. Dia disana, diatas tempat tidurku,” tunjuk Lavender pada Ratu Peri.

“Kami mengerti, kamu tidak sengaja melakukannya. Oleh karena itu maukah kamu membantuku untuk menolong Sweet Orange?” tanya Ratu Peri.

Kemudian Lavender menganguk-anguk tanda menyetujui permintaan Ratu Peri walaupun masih terpancar jelas kecemasan di wajahnya.

Bersambung.......

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Imaginary_Guitarist
Imaginary_Guitarist at Peri Bunga (bag 2) (12 years 12 weeks ago)
90

peri2 ini mengingatkanku sama tinkerbell. gw selalu suka cerita ttg peri2 kecil, peri2 cantik, bahkan peri2 yg digambarkan seram dan jahat. long live fairy!

Writer mocca_chi
mocca_chi at Peri Bunga (bag 2) (12 years 32 weeks ago)
80

apa yakk

nah tuh, orang2 fantasi sudah kasi koment. hii...
lanjut aja

Writer dian k
dian k at Peri Bunga (bag 2) (12 years 32 weeks ago)
80

vivian, sekedar usul..

gimana kalau paragraf pertama diekstrak dan disebar ke dalam dialog?
rasanya akan membuat adegannya lebih hidup dan beremosi, tuh? :)

Writer Villam
Villam at Peri Bunga (bag 2) (12 years 32 weeks ago)
80

menarik, tapi seperti kata aranath, ada beberapa adegan yang bisa lebih diurai supaya bisa lebih dramatis, sehingga pembaca tidak hanya seperti sedang membaca, tapi juga merasakan. lebih bersabarlah.

Writer Aranath Draugluin
Aranath Draugluin at Peri Bunga (bag 2) (12 years 32 weeks ago)
80

sederhana tapi menarik. lebih bagus lagi kalau alurnya jangan terlalu cepat. jangan terburu-buru.