Dicari: Suamiku yang Sudah Seminggu Tidak Pulang

Dibilang berkali-kali pun aku tidak mau dengar.
"Sist, telpon dia, SMS atau apalah..," adikku meminta dengan penuh semangat yang membuatku iri. Harusnya aku yang bersemangat, bukannya dia dan aku malah lemas layu seperti ini. Terlalu cepat untuk menyerah.
"Nggak diangkat kalau ditelpon? SMS mu nggak pernah dibalasnya?" cecarnya lagi melihatku teronggok lelah lahir batin di sofa ruang tamuku. Aku menatapnya dengan pandangan 'gotcha' sad-mode.
Adikku memutar matanya. Gemas.
"Ya jangan berhenti usaha dong mbakku... My smart and clever Sista'... You are taft! And... hm.. a lill bit egoistic?" dia menggodaku dengan menyentuh sisi 'khas' diriku yang jadi kelemahanku (dan harus kujadikan kelebihan sekarang).
"Egoistic..maksudmu apa?" sahutku akhirnya.
"Ya egois, nggak mau nyerah sebelum keinginanmu terlaksana. Keukeuh seumeukeuh. Seperti biasanya. Kok sekarang menghadapi hal penting begini, diam aja sih Sist.." aku mau memotong rentetan katanya yang serupa KRL Ekspres, tapi dia meneruskan dengan tanpa jeda (dengan tanpa menarik nafas juga!)
"...yang sudah tidak pulang seminggu itu suamimu! Bukan si Manis atau Rembo!!" ugh, agak tersinggung aku mendengar mas Ryo dikomparasi dengan kucing dan anjing peliharannku -yang kalau musim kawin pergi lalu pulang lagi, kalau ingat jalan pulang.
"..yang kalau musim kawin pergi lalu pulang lagi, kalau ingat jalan pulang," ujarnya cepat. Sial! Dia menebak pikiranku dengan persis. Aku menghela nafas panjang, dia memandangiku, menunggu reaksiku.

Ya, Ryo sudah seminggu ini tidak pulang. Setelah Intania anak perempuan satu-satunya kami dibawa pulang oleh neneknya -ibu Ryo- yang melihat rumah tangga kami memanas dan lingkungan itu tidak sehat untuk perkembangan emosi Titan. Umurnya baru dua tahun, Oma takut dia jadi trauma atau ada kelainan tumbuh kembang secara psikologis. Alasan itu aku terima, dan malahan aku bersyukur karena aku juga mengamini bahwa situasi panas dan tidak-bersahabat di rumah kami beberapa bulan belakangan ini ternyata juga dirasakan Titan. Dia mulai mengompol lagi dan tidak doyan makan.
Tapi niat baik dari semua pihak itu ditangkap sebagai kesempatan buat Ryo.
"Sudah tidak ada Titan di rumah. Tidak ada alasan buat aku pulang,"
Baginya sekarang, aku alasan yang tidak cukup kuat untuk membuatnya pulang. Aku -berlawanan dengan kekerasan dan keegoisanku biasanya-, hanya bisa menatapinya, pasrah, gundah, dan menahan air mata.

"..so? Apa yang akan kamu kerjakan sekarang, Sist?" pertanyaan adikku membuyarkan lamunanku. Aku mengangkat wajah, memandangi wajah teduhnya yang terkadang nampak membaja jika sedang mempertahankan pendapat (ah, by the way, aku baru berpikir bahwa kekerasan hati dan ke-keukeuh-an itu warisan genetika dari keluarga kami.)
"Aku..nggak ngerti May. Sekarang, rasanya aku nggak mampu lagi untuk egois. Kejadian beberapa bulan belakangan ini benar-benar shock therapy untukku. Aku jadi benar-benar sadar selama ini aku keras dan tajam. Egois pula. Itu sudah kulakukan tanpa sadar, dan kupikir ya seperti itulah aku. Sekarang, ketika aku menemukan fakta bahwa aku yang seperti itu menyakiti orang yang kucintai, aku hilang tenaga May, hilang arah..,"
"Aku jadi takut untuk apapun. Setelah telpon dan SMSku tidak digubrisnya, aku takut tindakan kecil ku lainnya akan semakin menobatkan aku jadi Miss Egoistic seperti yang dia bilang. Aku takut..,"
Dia mendengus, lalu beranjak dari kursi di depanku. Beberapa menit kemudian dia kembali dengan selembar kertas HVS kosong dan spidol besar di tangannya. Dengan cekatan dituliskannya sesuatu, lalu setelah selesai, dia mengangkatnya, di depan hidungku.
"Gila kamu!!" sentakku, kaget, geli juga.

DICARI: SUAMI YANG SUDAH HILANG SEMINGGU. CIRI-CIRI: PRIA, TINGGI 170cm, BERAT IDEAL, TAMPAN, RAMBUT LURUS BELAH TENGAH, LESUNG PIPIT, KETIKA PERGI MEMAKAI JEANS BIRU DAN KAUS POLO HITAM. BAGI YANG MENEMUKAN DIHARAP MENGHUBUNGI NOMOR DI BAWAH INI. TOLONG!
NB: TERUTAMA UNTUK PACAR GELAPNYA YANG DIDUGA MENYEMBUNYIKANNYA

Maya meletakkan di meja kaca di antara kami.
"Ini sudah aku buatkan pengumumannya. Tempel aja di pohon-pohon, diding mall, bilik ATM, wherever!" dia mengambil tas punggungnya.
"Aku harus masuk kerja shift siang. Kutunggu kenekatanmu dan keegoisanmu, Sist. BUat itu jadi penyemangatmu untuk merebutnya dari wanita-idih-lain itu," cerocosnya sambil beranjak menuju pintu, lalu pergi.

Aku terpekur menatap kertas di depanku.
Aku.. kurang gigih ya? Aku takut untuk mencarinya.
Takut kalau menemukan wajah dingin dan keinginannya yang belum tergoyahkan, ingin cerai. Dengan membiarkannya menghilang seperti ini, setidaknya dia masih suamiku. Dan Aku masih mencintainya.

Ah! aku jadi lembek. Mana orang yang gigih, keukeuh, ego, bossy selama ini -seperti yang dibilang Maya tadi??

Aku meraih spidol itu dalam lamunanku. Menoreh di kertas.

DICARI: SUAMIKU (yang masih kucintai) YANG SUDAH TIDAK PULANG SEMINGGU...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
70

hemm kontradiksi sekali ya maksud egoistic-nya. setahuku egoistic ya cuma peduli dengan dirinya sendiri. Tapi tokoh utama sepertinya tidak egois-egois amat kok.hehehehe...

kalao di bedah tokoh utama, kayanyaada yang salah tangggap tuh. Masa si adik bilang kakanya (tokoh utama ) egois karena tak mau (ragu-ragu) mencari suaminya. It is not about egoism, it is hopeless or othey way it might be The doubtness.Dari mana egoisme nya? Itu aja sih yang bikin gemes hehehehehehe

over all, aku bisa nikmatin kok, soale jarang-jarang ada istri yang ada dikasi ide untuk mencari suaminya dengan cara sperti itu...

P.S: salam kenal ya

90

Seperti sequel2 sebelumnya, masih tetep bagus, dialog2nya cerdas. Dan tempelan dicari suami itu, i like it, benar2 ide yang cerdas buat mencuri kembali hati suami yang telah pergi. Moga segera ketemu suaminya, hehehe

80

Never crossed my mind to find a missing husband that way!

50

keren

70

aduchh..akuh gag tau swamimuh dmn?!..
hiii...
nice!

80

Menurutku ceritamu agak sedikit aneh. Tetapi enak untuk diikuti.

90

ceritanya bagus, bervariatif cuma titik klimaksnya harus dipertajam lagi. good jobs

90

Kamu sedang mencari aku ya??? Hahaha sayang ciri-cirinya agak sedikit tidak mirip, tinggiku hanya 160 CM Wakakak

Hmm... ceritamu selalu bertema keluarga, rumah tangga dan kasih sayang. Excellent.

90

Bagus sekali ceritanya.
Aku suka.