The Water Mirror

Segera setelah langit gelap, Martiuas mengendap-endap meninggalkan kamar. Ia mengintip dari jendela, mengamati ibunya mendarat ringan di beranda dan beranjak masuk ke dalam rumah. Tangannya yang berjari tiga menggapai jendela kayu dan mendorongnya ke luar. Matahari di barat menggeliat di telan bukit, Martiuas melompat ke udara dan melesat di atas pepohonan. Sayap kuningnya bergetar dan mengepak, ia akan menemui seseorang malam ini, hatinya menghangat penuh gairah.

Empat kilometer dari rumah, kaki mungil itu hinggap di atas dahan pohon soroneian, dengan daun-daun dan kelopak bunga yang mengerut perlahan, sebelum menutup rapi. Pohon-pohon dan semak beristirahat saat malam menjelang.

Martiuas perpegangan di dalah satu dahan, matanya awas. Beberapa mahluk malam bermunculan di kegelapan, diikuti titik-titik cahaya di cakrawala. “Di mana dia? Apakah aku berada di hutan Soroneian yang benar? Reeah… janji ini terlalu manis untuk dilupakan,” gumamnya dalam hati.

“Kau mencari seseorang?”
Martiuas terpeleset kaget, ia menangkap satu dahan dengan cepat, membuat tubuhnya berayun di udara. Ia langsung mendongak dan menemukan gadis itu—berdiri di dahan beberapa meter di atasnya.

“Hey, ternyata kau,” kata Martiuas tersenyum lega, sayapnya mengepak, mengangkat tubuhnya ke atas dan mendekati sahabatnya. “Kau membuatku ketakutan. Ini pertama kalinya aku keluar malam, sejak ayahku dipindahtugaskan.”

“Kupikir kau tak mendapat pesanku, aku takut burung Noria tak sanggup terbang jauh,” kata gadis itu, mengangkat ke dua tangan mungilnya ke udara dan membuat gerakan menyilang anggun. Beberapa titik cahaya kuning berpusar-pusar di hadapannya, sebelum berkumpul membentuk bola kecil bercahaya terang.

“Tiga tahun, Reeah, ke mana saja kau?” Tanya Martiuas.

“Kau merindukanku?”

“Sini!” Martiuas menggaet lengan gadis itu dan menariknya ke atas. Keduanya melesat ringan, melewati dahan-dahan bercabang dan dedauan yang bergelung.

Mereka sampai di atas ujung pepohonan, melayang-layang di udara beratapkan langit penuh bintang. Bola cahaya Reeah berputar-putar mengikuti mereka, menerangi dua wajah itu.

“Kau lihat, betapa pemandangan ini selalu mengingatkan aku padamu?” kata Martiuas. Mereka mengamati pemandangan indah di kaki bukit, di mana jendela rumah-rumah pohon diliputi cahaya. “Kota ini tak sama lagi saat kau pergi.”

“Kota ini tidak aman,” kata Reeah merenung. “Lima belas ribu kilometer, aku dan kakakku bergerak melewati perbatasan. Mereka menangkap ayahku, Marti. Dan kami belum menemukannya.”

“Kenapa kau tidak mengajakku?” Tanya Martiuas tidak puas. “Kau bahkan tak memberitahuku akan pergi.”

“Tak ada waktu Marti, kakakku tak pernah merencanakan ini. Kami mengikuti jejak-jejak mestorau yang ditinggalkan ayah di berbagai tempat. Dan kami belum mendapat jawaban.”

“Aku bisa membantumu,” kata Marti meyakinkan.

“Aku tahu, tapi Jejak mestorau terakhir yg aku dapatkan adalah sebuah mimpi. Aku melihat ayah bekerja di sebuah pabrik besar yang mengerikan, ia tampak sangat lelah. Aku takut terjadi sesuatu pada beliau.”

“Aku punya ini,” kata Martiuas, tangannya menyelinap ke dalam saku, meraih kaca bening yang dibingkai kayu hitam . “Cermin Air.” Martiuas menunjukkan benda itu kepada Reeah. “Kau hanya perlu menyentuhnya dan ia akan memberitahumu satu petunjuk mengenai apa yang kau harapkan. Aku mendapatkannya terikat di atas pohon malis tinggi di belakang rumah kami tiga hari yang lalu, dan tebak apa yang terjadi setelah aku menyentuhnya?”

“Apa yang kau lihat?” Tanya Reeah penasaran.

“Perlukah aku menjawab itu?”

“Berikan padaku,” kata Reeah, buru-buru meraih cermin itu dan mengamatinya. Ia memandang wajah Martiuas sebentar, mengharapkan sesuatu melebihi dukungan. Pria itu membalas dengan anggukan.

Setelah cukup yakin, jari Reeah bergerak menyentuh cermin itu, membuat permukaannya bergejolak seperti air. Dan perlahan keduanya memerhatikan, wajah sebuah kota muncul di sana, kota asing yang mereka kenali.

“Kota Jidara, tak bisa dipercaya, ini merangkum semua jejak mestorau yang ditinggalkan ayah.”

“Kita akan pergi ke sana,” kata Martiuas. Reeah mengangguk.

“Sebelumnya, kau harus memberitahuku apa yang kau lihat saat kau menyentuh cermin ini, Marti?”

“Burung Noria,” sahut pria itu tersenyum. Reeah memandangnya, dan ikut tersenyum.

***

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Zhang he
Zhang he at The Water Mirror (14 years 12 weeks ago)
80

Bagus as usual.

Ending yang manis ^^

Writer miseryismistery
miseryismistery at The Water Mirror (14 years 29 weeks ago)
70

crita fantasi yah? wah, aku suka bangt! gaya pnceritaannya mnarik.^^
critanya jg bags, cma syng bnyak yg g ngertinya. kyak komen yg lain, 'critanya masi kbur'.
eniwey, 'lam knal yuph.

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at The Water Mirror (14 years 29 weeks ago)
90

baru pertama baca tulisan hege. Tapi saya suka sekali... Salam kenal yah.

Writer Loki
Loki at The Water Mirror (14 years 43 weeks ago)
80

lu bikin setting & naming kaya begini. bagus banget, ketimbang hozzo, aura, cherolesia.

tadinya gua mau ngasi poin 9, tapi gara2 ceritanya masi kabur bagi gw*, terpaksa gw turunin 1 poin.

*sedikit banyak mungkin terpengaruh kelemotan gw?

Writer hephaistion
hephaistion at The Water Mirror (15 years 5 weeks ago)
80

beautiful story telling

Writer precious_geek
precious_geek at The Water Mirror (15 years 6 weeks ago)
80

enak kalo bisa nulis cerita kayak gini...

kalo gue mau belagu, inti ceritanya yah pas Martiuas ketemu Reaah.. yang lainnya, mungkin gak gitu menarik...
(yang ditakutin kalo cerita ini diterusin alurnya berubah trus malah jadi biasa, apa bener gitu?)
simple, pendek, dan yang terasa pas baca sii... "manis"

Writer dian k
dian k at The Water Mirror (15 years 7 weeks ago)
80

this is the kind of fantasy fiction i love most.
hege, you're great.
can't wait to see this story as a novel..

Writer picsou
picsou at The Water Mirror (15 years 7 weeks ago)
50

..really understandable... bingung,,walo penuturanny menarik dan ideny jg menarik...

Writer yoshe
yoshe at The Water Mirror (15 years 8 weeks ago)
50

sebenernya cerita ini udah cukup jelas kok. Soalnya nama2 yang tercantum disini 'kan totally cuma khayalan Hege doank. cuma sayang kalo ga dilanjutin. penasaran nih pengen tau nasib bokap Reeah.

Writer hege
hege at The Water Mirror (15 years 8 weeks ago)

Ya, ini hege yg di forum. maaf kalau aga binun, the Water Mirror cuma cerpen singkat dengan setting fantasy... you'll get something if you read it carefully.

anyway, kalau jenis cerita utuh, baca cerpen hege yg lain ya di sini http://kemudian.com/node/1416

Writer sekar88
sekar88 at The Water Mirror (15 years 8 weeks ago)
60

ni hege yang main di FI bukan!

soal cerita, hmm,masih terlalu d ini berkomentar abis masih kabur sih ceritanya

Writer noir
noir at The Water Mirror (15 years 8 weeks ago)
50

Belum tertangkap maksudnya. Ini akan bersambung atau bagaimana nih? Banyak istilah2 yg membingungkan. Bagaimana kalau ada footnote yg menjelaskan istilah2 itu?