Halah Sist, Mau Dibawa Ke Mana Hatimu?

Capek ah, sist, mengurusimu. Toh kamu juga tetep keukeuh dengan pendapatmu. Padahal sudah kubilang berkali-kali, sudut pandangmu itu sangat egosentris!

"Sekarang, coba deh kamu pikir segala sesuatunya dengan lebih luas.. Jangan dari sudut pandangmu sendiri," ujarku sambil memakai kembali kacamataku. Tadi sebenarnya aku sudah bersiap berangkat tidur tapi kakakku masuk kamarku dan mengeluh sambil mulai terisak. Aku mengurungkan niat tidurku.
"Semua ini salahnya Ryo," rengeknya. Aku memutar bola mataku. Sudah berkali-kali aku bilang padanya, semua punya kontribusi salah yang sama. Kadang dia mau mengambil porsi salahnya, kadang dia memandang semuanya salah Ryo. Kalau sudah begini, aku gemas sekali padanya.
"Gara-gara dia, Titan diambil dari aku. Coba kalau dia nggak pakai selingkuh, semua nggak akan seperti ini..," dia terisak. Aku beringsut mendekat.
"Kenapa sih 'kumat' lagi sist?"
"Dia tadi telpon May! After a long time! Dan cuma mau bilang bahwa nggak mau pulang.."
"Dia itu sedang merajuk sist. Yang sabar dong, rayu dia pelan-pelan biar mau pulang. Hmm..memangnya apa komentarmu waktu mas Ryo bilang nggak mau pulang?"
"Aku bilangnya itu dosa, selingkuhnya, tindakannya melanggar komitmen..,"
Gubrak... aku telentang di kasur.
"Kalau dalam keadaan begini dia diingatkan tentang dosa, sist, ya jelas dong gak mau pulang!!! Memang kita Tuhan, apa? Memutuskan dia dosa? Oke, memang dia selingkuh. Tapi menurutnya itu karena kamu mengacuhkannya selama ini. Ah, bukannya aku membela mas Ryo. Aku hanya ingin kamu coba melihat dari posisinya, sudut pandangnya, ngerti perasaannya, dan jadi lebih lemah lembut! Kalo begini terus, kamu memposisikan diri sebagai korban terus, menangis, meratap, merajuk, duniamu ya sudah berhenti. Mas Ryo nggak akan pulang, dan Titan masih di pelukan Oma," aku menarik nafas panjang. Kakakku terpekur, diam.
"Aku nggak tau maksudmu," ujarnya setelah beberapa saat diam. Aku kembali tergeletak di kasur. Pasrah, masak nggak paham juga?
"Aduh, nggak tahu aku mau bilang bagaimana lagi sist. Intinya, menurutku, kamu harus lihat masalah ini dari sudut pandang mas Ryo. Menyalahkan dia lalu menyeretnya ke rumah untuk pulang tidak akan berhasil. Pahami sakit hatinya, ajak untuk bangkit bersama dan mulai dari awal, minta maaf jika memang ada kontribusi salahmu, dan perbaiki komunikasi kalian. Tapi ini semua ada di tanganmu, aku nggak berhak intervensi terlalu jauh. Aku hanya bisa sebatas merepet," ujarku panjang, seri dua.
Dia menghela nafas panjang lalu diam. Lama. Sampai tanpa kusadari aku jatuh tertidur lagi, sampai pagi.

Hmm..tapi benarkah pendapatku, bahwa selingkuh adalah kontribusi salah berdua, si penyelingkuh dan pasangannya? Lepas dari jika si pasangan memang punya kecenderungan tidak setia - itu beda masalah.
Kamu dulu pernah bialng begitu padaku waktu aku 'selingkuh' dengan mas Jana...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
60

ceritanya agak sedikit kurang ngalir..
mungkin kalo lebih dibuat dengan gaya remaja bakalan lebih ngalir. hehe... piss...

betewe, kasih komen ke tulisan gue juga ya "Sahabat & Sepak Bola", a story about football, friendship, n' love

Writer Arra
Arra at Halah Sist, Mau Dibawa Ke Mana Hatimu? (12 years 25 weeks ago)
70

karena aku bingung.. maaf aku tidak membaca semua serinya.. tapi ini cukup bisa dinikmati

70

Entah kenapa, tapi kayaknya deskripsi2nya kurang ngalir yah?

70

ckckckck...

90

Gw suka cara lo nyeritain smw.. G b'tele" tp tetep ada yg drahasiain dsini.. Excellent!

50

Nama panjangnya adalah Lidya Mayasari -just for information.. :D