Ngoceh (lagi)

Aku beranjak dari kamarku, sejenak coba hirup udara yang semakin panas dan lembab.
Malam belum terlalu larut, tapi bulan sudah berdansa dengan iringan sendu lagu kegelapan. Awan-awan makin kabur, sembunyi untuk bercumbu dengan angin. Di sana, di utara.

Kurentangkan tangan melebar mencoba memeluk udara. Kuresapi setiap denyut hangat angin yang berlomba-lomba tiup tubuh ringkih ini.
Aku sadar, aku terlalu lelah malam ini. Setidaknya aku merasa seluruh persendianku berontak meminta istirahat yang selalu ku abaikan. Dengungan angin di telingaku perlahan diikuti rasa lapar yang sangat menyiksaku.
Aku berkata pada diriku,

"Aku mencintaimu, diriku. Sangat mencintaimu hingga aku sendiri sulit mengungkapkan rasa cintaku".
"Tapi aku mohon, segarlah kau malam ini. Dan biarkan aku selesaikan apa yang mesti kuselesaikan. Dan kau bisa istirahat tenang esok hari"

"Sabarlah sebentar, laparku. Aku tahu keinginanmu, tapi aku belum bisa memberikannya padamu. Tunggulah beberapa saat lagi"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer _aR_
_aR_ at Ngoceh (lagi) (12 years 37 weeks ago)
80

iya deh, puisi :p

*udara gabisa dipeluk*
seperti dia yg tak teraih..
(dia itu akbi :''( )

Writer mel
mel at Ngoceh (lagi) (13 years 3 weeks ago)
80

bagus niih.
sederhana, seger juga!
bagian wal puitis banget, Bung!

Writer glencokelat
glencokelat at Ngoceh (lagi) (13 years 3 weeks ago)
80

wew....,
puisi ato bukan, terserah lagh, pesennya dapet n bisa dinikmati...

syiip:)
come to my place!!!!