Kado Untuk Mona

Kado untuk Mona

Teks. Edo Wallad

Gesekan-gesekan ranting yang sudah mengering diterkam teriknya siang di hutan bakau kepulauan Riau menimbulkan suara gemerisik yang mengganggu gendang telinga siapapun. Sementara itu sinar mentari menyeruak merangsek masuk di sela-selanya. Dan aku membiarkan perahu bermotorku mati dan meminggir terdorong ombak yang terus silih menyisir bergantian. Ini hari ketiga di pulau ke enam yang aku hampiri sejak aku berada di belantara hutan bakau Kepulauan Riau memburu keberadaan sang legenda; Baltazur Sang Buaya Darat.

Sendiri di antara ribuan pulau di semenanjung Sumatera untuk sebuah keberadaan dongeng mungkin terlalu absurd untuk didengar orang yang berpikir dengan rasio. Tapi sungguh, aku ingin bertemu dengan buaya ini.

Baltazur adalah buaya lelaki yang bisa bertahan di daratan berbulan dan mencari mangsanya. Dan yang unik lagi, mangsanya adalah selalu perempuan perawan cantik. Dari beberapa orang yang berkisah, menyebutkan Baltazur selalu memburu darah perawan. Mereka tidak mati dimakan. Setiap mayat korban yang dibawa ke rumah sakit dan divisum selalu mengalami ciri yang sama. Hanya keperawanannya yang hilang, dan badan utuh tidak dimakan.

Lalu bagaimana spekulasi bahwa pelakunya itu adalah seekor buaya? Tentu bukan sembarang. Karena Baltazur menyeret korbannya di depan orang banyak. Bukan sembunyi-sembunyi atau dikawal temaram malam. Sungguh aneh memang. Dan lebih menggelikan adalah setiap korban yang ditemukan sedang dalam keadaan tersenyum centil.

******

Kubakar sebatang rokok lalu menghisapnya dalam. Kenapa aku begitu penasaran untuk berhadapan dengan sang legenda maut ini? Karena sejujurnya nuraniku yang banyak terusik. Bukan karena aku simpati dan rasa simpati kemanusiaan yang menyentuh oleh banyaknya jatuh korban Baltazur. Aku terusik karena julukan Buaya Darat yang melekat padaku sejak aku sekolah menengah ternyata direbut Baltazur begitu saja.

Maksudku, sejak aku bisa menikmati keindahan perempuan, sudah ratusan perempuan jadi korban rayuan gombalku. Menikmati sepadatan pinggul, mulusnya paha, kemilau langsat kulit, montoknya buah dada, ranumnya bibir, dan tentu saja hangat beceknya vagina. Mungkin begitu pula yang dirasakan Baltazur. Kesamaan ini yang menyeret aku di belantara hutan bakau kepulauan Riau.

Kutatap jam di lengan kiriku. Sudah pukul satu limabelas lewat. Dan di hari ketiga pencarianku, belum ada tanda-tanda Baltazur akan kutemui.

******

Menurut kabar terakhir yang kudengar, Baltazur terakhir terlihat dan beraksi di sekitaran pulau hutan bakau ini. Di sebuah desa bernama Lubuk Huria. Dimana seorang gadis cantik berumur 16 tahun bernama Jingga menjadi korbannya. Ketika Baltazur beraksi di siang bolong saat Jingga lepas berperahu pulang sekolah yang berada di pulau lain dan harus dia seberangi setiap hari. Saat ia merapatkan perahunya tiba-tiba muncul-lah seekor buaya berwarna kebiruan menghampiri dengan mulut besar menganga. Lalu dengan taring yang berjumlah ratusan dan bentuknya seperti taring yang biasa dijadikan kalung oleh paranormal-paranormal lokal – menurut saksi mata – dia menyeret Jingga ke semak rawa-rawa. Saat itu bukannya tidak ada orang disekitar. Tempat Jingga menandarkan perahunya adalah pelabuhan nelayan yang ramai, siang itu ada puluhan nelayan yang baru juga pulang berlayar. Dan mereka hanya bisa ternganga – bahkan menurut cerita seorang anak kecil yang kuinterogasi dengan upah sebatang coklat, ada beberapa yang meneteskan liur – menyaksikan Baltazur menyeret Jingga.

-------

‘Tring’

Sebuah pesan instan muncul di komputerku. Dari seseorang yang tidak kukenal.

Pesan itu berbunyi;

‘Maaf, kamu pasti nggak tahu aku, tapi aku tahu id kamu dari blog kamu, boleh jadi teman?’

‘Oh, silahkan, aku senang kok tambah teman, hehehe…’

Balasku.

‘Hai!’

‘Hai juga!’

‘Aku Mona.’

‘Aku Juan.’

‘Ya, aku tahu lah…aku udah baca blog kamu, sibuk?’

‘Ah, gak kok… lagi bengong.’

‘Writers block, yaaaa…’

‘Hahahahaha…iya, kok tahu?’

‘Kan aku sudah bilang dari tadi aku lihat blog kamu, dan cerita tentang Baltazur sang buaya darat itu sudah menggantung sekian lama. Kamu penulis?’

‘Hmmm, penulis, musisi, yang mencintai tulisan berbau musik.’

‘Great combination…’

‘Aku suka cerita-cerita kamu…’

‘Terima kasih, jadi gee r…’

‘Hehe, aku suka bingung aja, dari mana sih kamu dapat inspirasi seperti itu?’

‘Bisa dari mana aja kok.’

‘Maksudku cerita-cerita tidak masuk akal itu. Aku tahu inspirasi bisa datang dari mana saja, tapi yang aku disini aku becara tentang cerita yang mungkin tidak pernah terlintas dari pikiran orang.’

‘Darimana ya…?’

‘Is it melibatkan drugs? Maksudku seperti ketika Lennon dan Harrison menyeruput kopi di rumah George yang besar sambil dalam pengaruh LSD dan akhirnya tercipta lagu ‘Yellow Submarine’, atau seperti ketika John yang masih dalam pengaruh LSD menciptakan ‘Lucy in the Sky with Diamond’, judul itu merupakan kepanjangan dari LSD kan? Dan liriknya juga sangat absurd.’

‘Ha ha ha…’

‘Jangan cuma hahaha dong, cerita!’

‘Hmmm…sometimes yes…walaupun substansi yang menginspirasi tidak persis seperti peristiwa John, karena seperti kata Diane saat menasehati Renton di film Trainspotting; “Semua berubah seiring waktu, musik berubah, substansi berganti, Iggy Pop meninggal dunia…” Walaupun akhirnya Renton mengoreksi, Iggy Pop masih hidup sampai sekarang. Tapi ya… kadang seperti itu, inspirasiku datang bersama pengaruh substansi, dan kala itu halusinasi-halusinasi kugubah jadi kata-kata, bahkan kadang kutulis secara harafiah apa yang aku lihat di dunia surreal itu.’

‘Menarik’

‘Pembicaraan ini juga menarik, kamu pintar.’

‘Aku mau bisa menulis seperti itu.’

‘Tapi tanpa substansi ya, hahaha’

Sejak itu Mona jadi sahabatku, walaupun hanya di dunia maya. Dan pertemuan kita hanya berupa sederetan kalimat di ruang messenger.

Saling mengganggu ketika deadline kerja mengejar, saling mencurahkan keluh, saling bercerita tentang ini-itu, bahkan kadang ngobrol ngalor-ngidul tanpa topik yang jelas. Tapi setiap obrolanku dengan Mona selalu berakhir dengan lekuk kurva dibibirku. Dia gadis pandai. Dan aku suka gadis pandai, bisa menimpali pemikiran-pemikiran yang kadang aku sendiri masih gelap merenunginya, dan dalam gelap itu kita saling bergandengan tangan, dan berharap bisa mendapatkan solusi, setidaknya dua sudut pandang pada suatu masalah akan lebih efektif, menurutku.

--------

Hari ini Mona ulang tahun. Setidaknya itu yang aku tahu dari jaringan persahabatan maya yang setiap harinya memunculkan kawanku yang berulang tahun di muka halamannya.

Seandainya aku bisa bertemu Mona.

Andai persahabatanku dengan Mona lebih dari sekadar sahabat dunia maya. Aku ingin mengucapkan langsung kalimat ini, Selamat ulang tahun, Mon. Tapi semua itu hanya di angan, karena aku hanya teman dunia mayamu, dan lagipula aku sedang mencret-mencret, kembung, masuk angin, hehehehe, maaf ya Mon. Tapi sekali lagi selamat ulang tahun dan welcome to middle twenties. It sucks, but you will love it.

*****

Untuk: Hanny Splinters, 31 Mei 2007

Happy Birthday.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer meier
meier at Kado Untuk Mona (14 years 19 weeks ago)
80

ur a great writer...

Writer unak unik
unak unik at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
80

edooo... lanjutin baltazur buaya daratnya... tar gue lanjutin juga deh si BAJING-an gue hahahahaha...

hadiah yg manisss... semanis persahabatan di dunia maya. nice do.. selalu nice dehhh lo.. 4 jempol lah

Writer chau
chau at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
70

mungkin karena dipatahin jd kesannya nanggung ya??

hmmm ya,,Komentar KD agak kocak ngeselin ;P

Writer KD
KD at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
100

yang diomongin kok gak muncul-muncul sih?

Writer niska
niska at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
70

Sepertinya ceritanya memang sengaja dipatahin ya.. bikin penasaran.
hannyy.. met ultahh :)

Writer fortherose
fortherose at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
70

...kelanjutan Baltazur?
ngomong2 happy b'day Mona..eh, Splinters ;)

^_^

Writer FrenZy
FrenZy at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
70

di akhirnya crita buaya darat ga ada lg. hanya intermezzo kah? apa Mona juga Hanny yah..? :)

Writer on3th1ng
on3th1ng at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
80

masih penasaran nih sama si Baltazur..btw, buat hanny happy B'Day yah...

Writer second_life
second_life at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
60

hm, ada yg ultah yah?? ikutan bilang happy b day deh :D

ini ceritany bgs, ngalir, tp kok rasany patah di tengah ya?
antara baltazur n mona

Writer ima_29
ima_29 at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
80

Baltazur, buaya pemburu darah perawan. Hmmm...dicek satu-satu gitu masih perawan atau ga??baru di hisap darahnya...wakakaka

Dirimu selalu merangkai kata-kata dengan bagus!!

Happy b'day Hann..traktirannya muannna???

Writer arien arda
arien arda at Kado Untuk Mona (14 years 26 weeks ago)
70

Rien mo kasih komen apa ya?

Buaya daratnya ketemu gak sih ??????? si Baltazur..?
Seru juga tuh...

Kalo di eksplore lagi bagus kali ya...?

up to u oom Edowallad
Rien tunggu yg lainnya