Hari Terbaik

Menangisi saja aku senang
Anak kecil di gundukan tanah merah
Berjubah hitam mengantar
Putih suci menanti ditinggal

Aku sesak disini
Terbungkus
kayu kayu tertata miring merongga sedikit
Sampai perlahan gelap tertutup

Dalam ruang persegi padat
Tertimbun tanah merah hangat gembur
Air mata menetes senang dan haru
Doa doa dan hujatan ikut di lahat

Percikan air melati
Merancukan kebusukan ku
Sedap malam, melati dan kenanga hanya tabur sunyi
Gundukan ini sedikit terhiasi

Merasa sendiri penat membayangkan
Ara bintang menikam
Perih tersirah
Takut ini cuma akhir sementara

Ah, lelah aku saja capek
Apakah hari ini hari terbaik untuk mati?

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer piico
piico at Hari Terbaik (12 years 34 weeks ago)
80

wah . keren bos puisinya . =D> .

entah saya juga . saya bikin puisi itu.
awalnya tidak ada niat .
tapi tiba" muncul beggitu saja .

makasiih komentar tentang puisi saya .

:* salam kenal " piico "

Writer ipenk project
ipenk project at Hari Terbaik (12 years 38 weeks ago)
90

Keren, mengalir, tapi ga bisa ditebak !

Writer dlcortex
dlcortex at Hari Terbaik (12 years 38 weeks ago)
100

Tidak ada hari yang terbaik untuk mati ^^. Mati bukanlah pilihan. Nilai 10 untuk puisi bagus ^^

Writer Arra
Arra at Hari Terbaik (12 years 38 weeks ago)
80

wih.. saya suka endingnya

Writer Sandy
Sandy at Hari Terbaik (12 years 38 weeks ago)
100

Ah, lelah aku saja capek
Apakah hari ini hari terbaik untuk mati?

kadang kala kita sering begitu teman...
akupun juga sering begitu...

Salam Persahabatn
"Sandy"

Writer alubiez
alubiez at Hari Terbaik (12 years 38 weeks ago)
50

entah kapan, kita tidak pernah tahu kapan kita mati. kita pun tidak punya pilihan ketika kita mati. maka tidak ada hari terbaik kita mati. sebab terbaik berarti ada saat lain yang lebih tidak baik bagi kita mati. padahal cuma sekali kita mati.

Writer johanes.koen
johanes.koen at Hari Terbaik (12 years 38 weeks ago)
100

aku tidak menilai dulu ya. ngobrol aja. hmm, pagi ini banyak sekali sajak-sajak liang lahat. seperti mutilasi yg selalu kudengar ketika nyetel tv.