Akhirnya Menjadi Bekas..

Nay memandang nanar Papa Mamanya yang sekarang jarang terlihat bersama. Tidak banyak yang tahu bahwa di mata beningnya itu, tersimpan banyak kebingungan dan pertanyaan. Karena aku adalah seorang pengamat (dan penebak) mata anak, aku tahu bahwa di balik lesung pipit Rafa menyambut Papanya yang jarang sekali pulang ke rumah, bulir-bulir air asin itu tersekat di sana.
Lagi, untuk kesekian kalinya, Nay memandang nanar tumpukan travel bag di depan pintu. Lalu beringsut pelan dia menghampiri kotak kardus berisi banyak mainannya, dan diambilnya mainan mobil kesukaannya.
"Bajajjj..," gumannya pelan, lalu menatap tumpukan travel bagi itu lagi.
"Sayang..," aku meraih kepala mungilnya, menahan tangis. Ah, malah aku yang cengeng.
"..kita pergi lagi ya, kali ini ke Jogja. Tempat eyang mama..," Nay memandangku dengan mata beningnya yang penuh tanya.
"Pappa??"
"Papa nggak ikut. Hanya Nay, eyang, Mama, dan mbok Surti,"
"Ikang?"
"Ikan dititip ke Teh Rina sebelah. Di rumah eyang mama ada kolam ikan,"
"Bajajjj?" dia mengunjukkan bajaj kesukaannya.
"..boleh dibawa..,"
Nay bersinar sejenak, lalu sesaat redup lagi, bertanya.
"..Pap..Pappa??"
"Papa..ke kantor,"
"Mammma?"
"Mama ikut ke Jogja,"
"Jogja??"
"..iya, ke rumah eyang mama..," tapi kemudian, lusa Mama Nay akan kembali ke Jakarta, tapi kali ini sendiri. Mbok Surti akan tinggal temani Nay.
Nay menyeringai, menampakkan dua gigi mungilnya.

Ah, aku menghela nafas panjang.
Baru belum seminggu Nay dibawa ke Menado oleh Omanya, orang tua papanya. Dan sekarang dia harus diamankan lagi ke Jogja. Ke rumah orang tua mamanya.
Perceraian..kenapa selalu menjadikan anak sebagai salah satu pihak yang terluka?

Aku memeluk Nay, entah kenapa aku yang miris. Anak ini terlalu polos dan suci untuk diseret ke sana-sini, dunia orang dewasa yang membingungkan.
"..Uti..ikang?" Nay memegang pipiku. Aku tersadar, tersenyum.
"Ikannya nanti dititip, nggak dibawa,"
"Pappa??"
"Mamma?"
"Bajjaj??"

"Surti, tolong kamu masukkan baju Nay ke koper ya,"
"Iya bu,"
Aku beranjak, sebelumnya kucium kening Nay.
"..Uti..bajajj..,"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer avian dewanto
avian dewanto at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 1 week ago)
80

mestinya sebuah cerita dapat pula menunjukkan kepada pembaca sebuah sebab-akibat yang menjadikan cerita menjadi tidak ujug-ujug.

Writer Onik
Onik at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 1 week ago)
50

Kasiaaannn... yang menderita, yang tak berdosa... hix...

Writer Arfin Rose
Arfin Rose at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 4 weeks ago)
10

yang ini masih datar...

Writer dian k
dian k at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 4 weeks ago)
80

T__T

Sedih..

Sial. Kena gue. Nay-nya terlalu imuuutt.. gak tega.

Writer bolot
bolot at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 4 weeks ago)
60

kalo emang dah jadi bekas...bolot siap tampung terutama monitor bekas :d

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 4 weeks ago)
100

Wah, jadi ceritanya dari sudut pandang Surti (pengasuh/pembantu si Nay). Lucu juga dialog si Nay.

"Uti ikang..."
"Uti Bajjaj..."

Duh setianya dirimu Surti.

Writer belongs2eti
belongs2eti at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 4 weeks ago)
80

Wahh mbak, untung ada keterangan lanjutan he..he.. Aku jg tadinya binun bacanya.

Perceraian emang complicated, mungkin ini bisa dibikin part lanjutan, kalo skrg kan dari sudut Mamah, nanti dr Papa & Nay. Pasti seru he.he.

Writer GodelivaSilvi
GodelivaSilvi at Akhirnya Menjadi Bekas.. (14 years 4 weeks ago)

aduh, salah ketik. nama anaknya Nay ya..kok Rafa ikutan sih..mikirin yg lain niiii :p