Suatu Hari Nanti, Aku Akan Menggali Kuburanku Sendiri

Kemarilah.

Mendekat.

Terus mendekat!

Terus...

Cepatlah!!!

Teruslah mendekat!

Sampai seringai buasku jelas kau lihat.

Kemarilah, cepat!

Aku akan menceritakanmu dongeng alumina.

Tentang ketakutanku pada manusia.

Ketakutan yang sungguh tak dinyana.

****

Aku sangat membenci manusia.

Mereka terlalu banyak bicara.

Yaaah, aku sedikit menyayangkan keadaan diriku yang juga dikategorikan sebagai manusia. Maaf saja ya, meski aku manusia, namun aku sama sekali tak sama dengan mereka semua. Hah, mereka itu benar-benar makhluk kurangajar! Tetapi..., aku rasa kau berbeda. Kau manusia yang mulia. Jadi diamlah, dan dengar saja apa kisahku!

Kata orang-orang aku mengidap semacam kelainan jiwa. Kata mereka aku ini gila. Kata mereka aku tak waras otaknya. Kata mereka aku kaki tangan raja setan. Kata mereka lagi, aku pemuja ajaran sesat. Ha ha ha ha ha, lucunya... Entah bagaimana mereka bisa menjulukiku seperti itu. Tapi toh, apa peduliku?

Sebab memang sedari dulu aku sudah tak percaya pada siapa-siapa di dunia.

Aku tak percaya pada anggapan bahwa bumi itu bulat, atau teori tentang sejarah pembentukan semesta, nebula, bintang kembar, dan lain sebagainya.

Aku tak percaya dengan apa yang dituturkan manusia-manusia di jagad raya. Termasuk tentang cerocos mereka akan keberadaan dinosaurus pada dinasti apa, berapa tahun sebelum bagaimana, mengapa untuk siapa, sekaligus paham-paham rumit tak berguna karya mereka.

Aku tak pernah percaya pada manusia mana pun!

Kecuali, mungkin, engkau, dan kedua orang tuaku. Mereka terlalu tua dan renta untuk kusangsikan. Dan satu lagi, begini-begini, sebagai seorang anak semata wayang, alangkah kejamnya apabila aku sampai tak bisa memercayai orangtuaku sedniri?

Jadi, meski berat hati, kuputuskan menerima kewajiban tuk menghargai dan menghormati mereka, orangtuaku, kapan saja sampai beliau-beliau dihantarkan ke pusara bertabur serpihan kembang kamboja.

Ahahahaha, ngomong-ngomong tentang kematian, aku sudah jauh-jauh hari merencanakan dekorasi makamku di detik kematian nanti.

Aku membayangkan pekuburanku dihiasi kembang-kembang terbasuh cat hitam padat. Dan tentu saja segala apa yang mendukung tata-estetika pemakamanku. Aku menginginkan tanah kuburan yang luar biasa. Yang alamak megahnya! Huh, pastinya manusia-manusia serakah itu akan memandang iri terhadap makamku! Ukh ukh ukh, maan mungkin mereka bisa menjadi seperti aku? Tidak, tidak! Yang benar saja?

Jangan harap di pemakamanku nanti akan ada satu-dua manusia tampak menyesaki nisan. Aku tak rela makamku terkena jaungakuan manusia-manusia kotor. Kecuali, barangkali, kau dan kedua orang tuaku yang tua-bangka tadi. Benar, benar sekali.

Suatu hari nanti aku akan menggali kuburanku sendiri!

Akan kuhias dengan renda-renda berlelehan darah!

Darah merah, darah segar, darah manusia nista!

Ha, ha!

Aku.. Aku...

[i] TOK TOK TOK...

Ah, suara ketukan itu...

Bangsat!

Kurasa pertemuan kita semntara sampai di sini saja. Dokterku yang kejam beserta suster-suster centilnya telah datang ke kamarku.

Kamar nomor 234 di kawasan Rumah Sakit Jiwa Pakemsari.

Ah, cepatlah pergi!

Pasti mereka membawa obat penenang yang baru lagi!

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

niali yang tertunda

70

hmmm...

Nice Story...

Aq g ngrti teori menulis sastra,tp aq tw teori mmbaca
judul itu pk frase aja

prosa liris kah?hmm,sentuhanx msh kurang mas..
Pnlsn Cerita mmliki kaedah yg brbd dg puisi.trutma d tanda bc.sdt pndg yg dipkai,alur,kkuatn krktr,setting,dll
bkn skdar enak dibc,tp jg enak diliat krapianx

mas pny potensi yg lbh bsr driq,bnyk2 mmbc teenlit jg blh,ut mguatkn sense dialog
kalo dskripsi mas udh jago

maaf,q ol pk hp.jd disgkt2

100

hadoooh...

pertama kalinya aku bikin karya nggak jelas...

50

ini namana tulisan

tapi, ga tau termasuk cerpen, atau sekedar curhat.

keep write

50

Apalagi menghiasnya...wah, ga kepikir caranya... hahaha...

80

ngegali kubur sendiri mungkin bisa, tapi nguburnya yang susah...
Hwehehehehe