Domba yang Hilang

Lena mata senja masih buta
pagi yang kusebut telat atau buram mataku
Akankah Kau datang seperti lembut telapak tangan
yang tertulis indah dengan tinta abadi di dasar hati

Dengan kasut Kau mencariku
menapak terjal berbatu berdarah-darah
melepas pandang sendu ke semua lelah

Lirih berkata aku anak domba yang hilang
rerumputan gersang yang memang tak panjang
aku tak bertanya apakah aku terpandang olehMu
tapi sedikit tanda apakah Engkau yang mencariku

Kadang buluku tak seputih salju
jarang mengembik seperti ibu
juga tak bertanduk seperti bapakku

Jika mentari memaksaku berpesta di padang
aku berkeliling saja
Rumput mana yang akan kukunyah
Hingga tertinggal di setapak resah

Sisip tanya
aku akan mencari domba hilang dari hatiku
di pesisir sungai bening
saat langit cerah dan burung-burung berkicau lincah

Mungkin dedaunan berkata jujur

erri, Oct' 08

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Arfin Rose
Arfin Rose at Domba yang Hilang (11 years 36 weeks ago)
80

suasana teologis kerasa kental disini, aku membacanya :ada semangat pembebasan teologis yang cukup kuat,btw teruslah berproses n jadilah 'domba' yang lebih baik lagi,Ok!

Writer Ferrischya
Ferrischya at Domba yang Hilang (11 years 36 weeks ago)

Arfin Rose wrote:
suasana teologis kerasa kental disini, aku membacanya :ada semangat pembebasan teologis yang cukup kuat,btw teruslah berproses n jadilah 'domba' yang lebih baik lagi,Ok!

terima kasih komentarnya :)

Writer bungabambu
bungabambu at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
90

kurasa domba itu gak pernah hilang di mata sang gembala baik, shg dibiarkannya domba itu memilih "rumput mana yang akn kukunyah"...
Ia akan menemukan kembali dombanya yang terpisah dari kawanan...
nice poem, erri

Writer Ferrischya
Ferrischya at Domba yang Hilang (11 years 38 weeks ago)

bungabambu wrote:
kurasa domba itu gak pernah hilang di mata sang gembala baik, shg dibiarkannya domba itu memilih "rumput mana yang akn kukunyah"...
Ia akan menemukan kembali dombanya yang terpisah dari kawanan...
nice poem, erri

makasih komentarnya, om
:)

Writer Ferrischya
Ferrischya at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)

jornabae wrote:
duh bait ke-3 nya.....
secara keseluruhannya erri menuliskannya (lagi-lagi) dengan kepolosan sejati...:)
dan dari hari ke hari puisi erri, makin MATANG euy...
duh, om jorna dibikin klepek-klepek dengan metafora disini nih...hiks...

kok hiks...?

Writer nicky
nicky at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
90

nice...

Writer Shinichi
Shinichi at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
80

Hmm...
ini yak hasilna, erri?
keren. Kadang buluku tak seputih salju
jarang mengembik seperti ibuku
wah, saia jadi kepikiran kalo tokoh di puisi pasti kuat yak?

rumput mana yang akan kukunyah.
wuiiihh, metafor yang keren...

mungkin dedaunan berkata jujur
ini juga!
kata om BuayaDayat, gitu deh
pernah denger lagu ebiet kan?

Alam

Writer kinkunk-pindut
kinkunk-pindut at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
90

erri...pindut rasa kita semua domab yang hilang...tapi bukan kah kita selalu punya GEMBALA? Dia yang selalu menjaga dan membaringkan kita ditumput yang hijau....

dimana kita tidak akan pernah kekurangan apapun...

Writer Megan
Megan at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
70

puisi yang bagus
maaf ga berani ngasih comment

Writer Ferrischya
Ferrischya at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)

Megan wrote:
puisi yang bagus
maaf ga berani ngasih comment

silahkan aja berkomentar
sekalian belajar
hehehe

Writer arsenal mania
arsenal mania at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
80

"mungkin dedaunan berkata jujur"
Saya ndak ngerti kenapa dan apa fungsi dari kata ini sehingga kamu pilih.

Writer Ferrischya
Ferrischya at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)

arsenal mania wrote:
"mungkin dedaunan berkata jujur"
Saya ndak ngerti kenapa dan apa fungsi dari kata ini sehingga kamu pilih.

lihat aja tag nya :)

Writer buayadayat
buayadayat at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)
80

jika ebiet memilih merumput dengan: 'coba kita bertanya pada rumput yg bergoyang' maka kau memutus 'dedaunanlah yg lebih jujur'
spiritual yg ngalun-lembut meski tersisip tanya yang menuntut..

Writer Ferrischya
Ferrischya at Domba yang Hilang (11 years 39 weeks ago)

buayadayat wrote:
jika ebiet memilih merumput dengan: 'coba kita bertanya pada rumput yg bergoyang' maka kau memutus 'dedaunanlah yg lebih jujur'
spiritual yg ngalun-lembut meski tersisip tanya yang menuntut..

:)
makasih banyak udah mampir om dayat