Kisah Perjalanan Ketika Angin Berhembus

aku hampir terbuai dalam belaian indah
sejuk menembus tulang dan nadiku
memaknai apa yang kutuliskan di secarik kertas kelabu
hari ini...

tiba diriku di sebuah tanjakan tinggi
aku bergidik, jariku merinding
ketika kulihat seorang pria
merunduk sedih sendiri sepi

ternyata seorang pria yang lara
merunduk sedih kaku dimakan rindu
anaknya sakit-sakitan
istrinya berkeluh menerus bagaikan angin

"apakah yang menjadi lukamu" tanyaku padanya.
ia berlari, jauh berlari
menyibak rerumputan, menendang-nendang
sejauh larinya mengalir

rindupun mulai mengalir deras
sederas aliran riam
tangisan dirinya menusuk telingaku sekeras tangisan serigala
rindu akan kekasihnya

gerimis bersenandung riang
membasahi rerumputan kering
oh tuhan, inikah petunjuk-Mu?
hasratku akankah sejauh lariku

hari ini aku merenung,

apakah tuhan punya mata

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

bahasanya "sangat" puisi
agak berat kalo jadi sbuah syair lagu
jadi keep dalam kemurnianya sebagai sebuah puisi yang indah

70

nice,..bagus juga dijadikan syair untuk lagu,..tinggal dikasih nada..kali bisa..

100

Ketika jarak dan waktu membuat rindu terbengkalai...
Kata2mu indah dan mengalir bak sungai Nil

70

do-re-mi-fa-sol-la-si-do..lengkapnya gt,
perjalanan dan pencarian, benar ga seh ya??

70

C-G-Am-G
C-Am-Dm
kira-kira begitulah nadanya