KEHILANGAN

Sayat hujan mengiris pagi
Kerikil basah mengabut hati berembun luka
Tak ada sayup kepak burung merajai langit
Membelah awan atau melukis angkasa pekat
Kelam menghujam ke tanah
Dan angin mendadak limbung
Menghantam resah
Tak ada salam
Atau sujud pepohon pada fajar di pagi hari
Hanya rintih hujan temani langkah
Tapi tak patah meski lemah
Sendiri adalah kehilangan
Dan senyap menggubah seribu puisi tentang aku, kau dan Mendung
Menjadi nyanyian tak berbentuk
Akan sebuah alasan
Bahwa ketaksempurnaanku
Adalah kedewasaan yang tak lengkap
Ada yang pergi dan aku sendiri
Untuk hati yang ditinggalkan
Kutuliskan namanya pada pagi
Hingga sunyi adalah aku
Dan tawa tiada lagi

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer _aR_
_aR_ at KEHILANGAN (12 years 5 weeks ago)
100

baca puisi ini..
seperti sedang berbicara pada hati.

*Bahwa ketaksempurnaanku
Adalah kedewasaan yang tak lengkap
Ada yang pergi dan aku sendiri
Untuk hati yang ditinggalkan
Kutuliskan namanya pada pagi
Hingga sunyi adalah aku
Dan tawa tiada lagi*

keren banget yg itu.
mengalir dan simpel juga lugas.
sarannya, gimana kalo di beri bait?
supaya gak cape bacanya..oke.

komen2 tulisanku juga ya!

Writer Oiem
Oiem at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)
60

puisimu kok melebar sehingga kamu mau ngomong apa jadi gak jelas. kurang fokus.

Writer chicho
chicho at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)

bagus...dalem

Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)
70

Assalamu'alikum.
Salam kenal.
Setiap lariknya dipoles dengan diksi yang tunggal. Tidak tersirat hubungan antar larik. Hanya permainan kata dan majas yang membuatnya terasa indah.

Writer abudiprayoga
abudiprayoga at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)
60

Puisi yang desolatif

Writer woelan
woelan at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)
80

GOOD!!!

Writer benz
benz at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)
70

bagus jika dibunyikan.

Writer Rana Puri
Rana Puri at KEHILANGAN (12 years 6 weeks ago)
70

:-(