Kisah Perjalanan ketika Matahari Redup

ada satu senja yang kuingat sejauh kakiku melangkah
senja kelam di laut, laut yang ungu
mengapa pikiranku tak dapat terlepas darinya
nelayan yang berlabuh disana

ia berkeringat, penuh peluh membasahi tubuh
nafasnya memburu disapu ombak laut
ikan-ikan kecil menggantung di jalanya
tak banyak

tak terasa kurasa iba jua
kuhampiri ia, dan ia berkata...
"tak selamanya laut menjadi hitam"
dan nanti akan terang

teman...senja itu senja malam
kukisahkan suatu drama yang pelik dingin berlumut
kepadamu, teman
dengarkanlah

kupacu nadiku secepat kepakan camar yang terbang tinggi
namun tak kunjung jua
kutemukan cakrawala
nelayan tadi menangis, mengapa? kutanya

ombak laut telah menyapu kehidupannya
jauh darinya, teramat tinggi untuk diraih
anak istrinya telah tiada, tertarik laut jahanam
mendulang emas dalam lautan darah

tapi, teman...
ia tidak dendam, tidak pula amarah, tidak pula melumat
ia tegar. sayatan lara meluka darinya tak diindahkan
apa gerangan yang tuhan inginkan

begitu buruk telah tuhan perlakukan aku, tegar dirinya
sementara aku tengah bangganya dengan gelak tawaku
begitu mirisnya bercampur duka lara hikayat ini
sempurnalah deritanya

sore tenggelam di laut
masih adakah air mata untuk kuteteskan
jika makna cinta adalah jangan berduka
ia tenggelam dalam janji-Nya

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Onik
Onik at Kisah Perjalanan ketika Matahari Redup (13 years 7 weeks ago)
80

Yup aku setuju dengan dinda yara, Tuhan bukan tuhan... ;)

Kunjungi karyaku juga ya...thx

80

Puisi yang bagus

70

hurup awal di setiap kalimat harus hurup besar,juga penulisan kata 'tuhan' harusnya 'Tuhan'

80

bagus

:)

no comment

80

i love it!

Writer benz
benz at Kisah Perjalanan ketika Matahari Redup (13 years 7 weeks ago)
70

penggunaan kata depan di- nya dibenerin.

70

puisi yg bagus sayang..