Freaks Film 2: After the Scenes ( Part 2 )

#s {padding-left:200px; font-weight:bold; color:blue; padding-top:10px}
#dia {width:400px; padding-left:100px}
#p {width:200px; padding-left:150px; color:green}
#des {font-style:italic; padding-top:10px;}
#fade_in, #fade_out, #int, #ext {font-weight:bold; padding-top:10px; color:#7cc523}
#trash_folder {width:400px; border:1px; solid #D0D0D0; color:#ffffff; font-style:italic}
#trash_folder2 {width:400px; border:3px; solid #D0D0D0;color:#000000; font-style:italic; padding:5px; background:#abc000}
#trash_folder:hover {color:#000000}

INT. = interior.

EXT. = eksterior.

VO = voice over.

VOC atau OC = menandakan karakter tidak terlihat kamera.

Filtered = untuk karakter yang tak terlihat saat percakapan telepon atau radio.

Freaks Film 2's Picture
INT. RUANGAN KELAS
Anak Baru ( VO )
Perkenalkan...

Nama Saya Satria Gunawan.

Kalau mau panggil Satria juga boleh.

( Tersenyum ramah )
Semua siswa yang berada di ruangan itu terkejut melihat Satria. Bukan karena dia siswa dari Amrik.

Tetapi karena dia...

Anak kecil,

kira-kira berumur 12-14 tahun.

Jika diperhatikan sekilas, mungkin kalian akan mengira kalau Satria hanya pendek saja.

Tetapi wajahnya terlalu baby face untuk orang pendek.

Pak Guru ( VOC )
( Berusaha sekuat tenaga untuk menenangkan murid-muridnya. )
Supaya kalian tidak histeris, biar bapak jelaskan.

Satria ini ketika sekolah di Amerika dia lompat kelas sampai ke jenjang SMA.

Semua siswa kembali melihat Satria. Tidak ada sesuatu yang spesial dari dirinya. Tubuhnya biasa-biasa saja.

Rambutnya coklat pendek. Tubuhnya mengenakan seragam sekolah dengan lengan sweater berwarna hijau di dalamnya. Di punggungnya terdapat sebuah tas berwarna hijau dengan motif camoflage. Kakinya tertutupi sepatu kulit berwarna hitam.

Pak Guru ( VO )
Baiklah kalau begitu,

untuk sementara Satria duduk di bangku belakang sana

( Menunjuk salah satu bangku yang terdapat di pojok belakang kelas. )
Satria berjalan menuju bangku yang ditunjuk Pak Guru. Tatapan semua orang masih memancarkan aura yang sama. Heran, kesal, membunuh, mual, rasa menggelitik di perut, dll.
Pak Guru ( VO )
Kalau begitu...

anak-anak kita lanjutkan pelajaran kita

Satria kemudian mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, sebuah laptop. Dia punmulai mengetik semua penjelasaan Pak Guru.

...

SFX:KRING!!!

Bel istirahat telah berbunyi.
EXT. KANTIN SEKOLAH
( SFX : Pip...pip...pip.... )
Budi ( VO )
Masih mengakses Kemudian.com via HP lagi, nech?
Agus ( VO )
( Menatap layar HP-nya dengan serius. )
Yo i!
Panca ( VO )
Emangnya cerita macem apaan lagi sech yang loe post?
Agus ( VO )
Its about our Freaks Film.
Budi ( VO )
Terus yang komentarin siapa?
Agus ( VO )
Cuman satu.
( Langsung down )
Panca ( VOC )
Heh!!!

Kerja keras kita yang baca cumn satu?!

Jadi cerita gagal lagi yach?

Budi ( VOC )
Jadi cerita gagal seperti ceritamu sebelumnya yach?
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut kedua orang itu, mental Agus semakin down.

Lalu Budi dan Panca kembali melanjutkan komentarnya. Setiap kalimat, setiap kata, apa saja yang keluar dari mulut kedua mahluk itu serasa menusuk mental Agus.

Agus ( VO )
Jadi,...

aku ini...

"Pengarang Gagal"?

Panca dan Budi ( VO )
( Menjawab dengan yakin 2000%. )
IYA.
Agus ( VO )
( SFX:PRAANG!!! )
Kalian kejam sekali!
( Mengatakan itu sambil menangis. )
Ngomong-ngomong,

benda dibelakang kalian itu apa?

Budi dan Panca ( VO )
Ada apa?
( Berbalik. )

( Ketika mereka melihat benda yang di belakangnya, mereka langsung berteriak. )

GYAAAA!!!

SI ANAK BARU!!!

Satria ( VO )
Enak saja memanggil aku dengan sebutan "benda"!

Aku juga punya nama tahu!

SATRIA! Cara ejanya S-A-T-R-I-A!

( Langsung mengubah ekspresi. )
Boleh aku duduk di sini?
Agus, Budi, dan Panca ( VO )
Boleh.
( Bergumam. )
Dasar anak aneh!
Agus ( VO )
By the way, kami belum memperkenalkan diri.

Gue Agus.

Budi ( VO )
Gue Budi.
Panca ( VO )
Gue Panca.
Satria
Nice to meet you guyz!

...

FADE IN
FADE OUT

BERSAMBUNG

Hi, I'm Satria and you are reading the Behind the Scenes of Freaks Film2: After the Scenes ( Part 2 ).

1. Problems

Masalah-masalah dalam pembuatan cerita ini ada bermacam-macam. Tetapi yang paling mengesalkan adalah ketika cerita ini akan segera dipost.

I have no money to connect!!!

Why?!! God?!!

2. About Satria

Dalam cerita ini muncul karakter baru,

Satria.

Aku tidak mungkin memasukkan namaku kedalam cerita sebagai tokoh utama agar tidak dicap sebagai pengarang narsis( contohnya my brother )

untuk selengkapnya terus baca cerita ini

Read previous post:  
69
points
(748 words) posted by Scorpion1d3x 14 years 6 weeks ago
69
Tags: Puisi | kehidupan | aneh | idiot | jackass | naskah_komik | scorpion1d3x | side_story
Read next post:  
40

nah lho... pas ngetik jangan buru-buru mas! ada yang nempel-nempel jadi jelek (cobalah periksa). tapi aku komen ceritanya aja yah,hemmm... sama aja dengan yang sebelumnya. pokoknya akan tetap kubaca yang selanjutnya!

60

kok dikit sih
kurang panjang akh
udah gitu bersambung lagi gimana sih kecewa gue

70

Kerja keras kita yang baca cumn satu?! ada yang salah ketik tuh

80

Perasaan, aku ga pernah posting di Kitab, deh. Tapi, aku memang pernah nulis tentang CSS. Hm..., tunggu.... Ada apa ini?

Sip, deh. Ada beberapa bagian yang bikin aku nyentil.

BTW, kayaknya ilmu skenarionya udah makin naik. Giliran aku yang kayaknya harus belajar.

70

"...Anyway, thankz kepada semua yang telah membaca cerita sebelumnya, my_god_damn_brother, kak Shinichi, tetanggaku. Meskipun komentar mereka menusuk hati dengan menggunakan twin laser blade, tapi gue bersyukur buanget cerita ini ada yang koment juga..."

wohoho... ucapan terima kasih yang bagus. Sebegitu kurag ajarnyakah kau kepada saudaramu ini. Fuh...
KUKUTUK!!! KUKUTUK KAMU MATI SEUMUR HIDUP!!!!
huahuahuahuahuahua

*Crazy mode ON*

Coba cari di bagian kitab.
Judulnya kalo ngga salah Teknik CSS by kak dirgita

Writer ubr
ubr at Freaks Film 2: After the Scenes ( Part 2 ) (13 years 49 weeks ago)
80

Sip! tolong nanti dibuat ceritanya se'ancur' mungkin ya :)

Jadi ingat manganya Fujisaki Ryuu setelah Houshinengi. gara-gara kurang populer, manganya mau diputus sama penerbit. Bukannya depresi, ia malah memasukkan tokoh 'Pembaca' ke manganya yang dikasih misi sama dewa manga untuk membunuh tokoh utama.

80

Wadoh... baru tau ada yang nulis script akhir2 ini... ahak hak hak... mauk dong... ajarin