Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua

Tengah malam ini aku hanya mampu bersekutu
Dengan kertas buram dan tinta biru
Bersama dinginnya peluhku dan setianya
bunyi jam menjadi teman

Kalimat-kalimat terbuang lembut dari bibirmu selalu kusimpan
Lalu terlahir menjadi sebuah goresan ketiadaan
Yang teramat sakral bila di dendangkan

Anggota tubuhku tiada pernah berhenti merayap
Bermula dari otak, mata, hati hingga ujung jari
Memburumu, dilajunya perputaran roda bumi
Mencarimu, meski nafas terjatuh satu persatu
Di antara tanah-tanah tak bertuan!

Lintang,
Tengah malam ini aku hanya mampu melukiskan
Ratapan usang di kerasnya rindu
Di atas kandungan cemasku yang semakin menua!

================================================

"Salam, Seorang Perindu Yang Cemas"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

Aku selalu tercengang dengan penataan diksimu kawan. Entahlah... sebenarnya diksi yang dipakai juga tak terlalu istimewa, tapi dasar ni anak yg selalu hebat untuk meraciknya menjadi sebuah stimulan yang menggetarkan rasa.

Secara makna dan pesennya sungguh sangat nyaman untuk ditemukan. dan itu semakin membuat puisimu ini bisa berbincang akrab dengan jiwa saya.

Tetep menggelegar lah kawanku Zasdar ...

akh... om de pasti begitu ...
terlalu berlebihan ,,, saia mah asal ajah bikinnya...
tapi, jika menurut om de bagus saia makasih banget om ...

mudah2an saia akan terus menulis om ..
makasih ya sahabat!

90

bagus banget.. kira2 kerinduan apa ya? aduh. aku nich masih awam.. tergantung pembaca kali pemaknaannya ya.. tp rindunya sangat terasa..

90

adik seperguruan !!!

hayyah, diriku kangen...hehehee

cem mena punya kabar???

sehat???

wie suka puisimu...

:)

Writer hanum
hanum at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 27 weeks ago)
90

jawara buat idenya

Writer iroel
iroel at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 28 weeks ago)
70

okae deh

Writer petok
petok at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 28 weeks ago)
100

hahaKz...
toB...!!!

90

si "rindu' lagi naik daun nih.
sebel.

mas, saya suka kalimat, "Memburumu, dilajunya perputaran roda bumi"

kesannya ngotot sekali.
hee

90

rindu dan cinta apa sebuah kutuk?

Dan diatas cakrawala yang memerah
katamu bongkah cemas itu semakin menua
Hingga untuk kesekian kali
kembali mengabur semua lukisan sanubari

Potret kehidupan
siapakah aku? dan siapakah kamu?

Semua jadi hilang bentuk
meremuk tulang-tulang tak berdaya
Hingga kitapun selalu merutuk
cinta dan rindu apakah sebuah kutuk?

100

wah.. zasdar.. lo musti ajarin gue yah...
puisinya enak banget kaya makan cookie chips.. manis.. garing... lembut jg..

80

seep...

Writer benz
benz at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 30 weeks ago)
50

di dendangkan --> didendangkan
dilajunya --> di lajunya

cuma baris terakhir aku suka. selainnya, terlalu biasa untuk ukuranmu. tak ada yang begitu mengena di hati.

80

Selalu cemas dengan rindumu...

hatta bisa ajah...

jadi malu saia...

90

bagus banget puisinya

mampir ke tempat erri yach :)

100

flownya bagus...
what a nice poem :)

90

aku mati di judulnya..
menantang untuk di pahami
judul yAng memanggil datang

90

ahak...hak...hak...

keren banget, patih

berkelas

Writer olief
olief at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 30 weeks ago)

nju, emang kerjanya udah selesai, kok ol?
ehm, baca puisiku terbaru ya, hasil cerita tadi siang......
jadi berkobar nih... :D

Writer olief
olief at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 30 weeks ago)
100

kerinduan dalam kecemasan yang berbalut keindahan akan lukisan lintang.....

anju, puisimu penuh kerinduan.. :)

Writer ezra
ezra at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 30 weeks ago)
90

anda memang seorang perindu yang cemas kawan

puisinya mengalir begitu saja

salam

90

Sptnya santai tapi bgtu mengena. Sayang di akhir aku kurang puas.
Hek pdhl aku jg ga bs. Kabur

Writer zera
zera at Lintang, Kandungan Cemasku Semakin Menua (13 years 30 weeks ago)
100

Assalamualaikum

sedih....

80

:)

70

judul yang kamu buat sudah memancing atensi pembaca loh..

80

kerindu-takutan yg pekat..
bait 2 setianya 'apa/siapa' yg kaumaksud?
jika jam, maka kau sudah punya kata teman?

100

hayyaaahhhhhhhhhhhhhh klepek2.. dahhhhhhhhhhhh...

Lintang.... tuh dicari zasdar

90

lembut, menawan dalam kecemasan,

kalau kata lintang kau tarus saja dalam bait terakhir mungkin akan lebih tajam mas zasdar...

oh.. iya.. avatarmu membuat aku terpingkal gak karuan.. he..he...

seep .. tadinya juga seperti mas septa bilang, tapi saia ragu...
ada komentar dari mas septa,, membuat saia semakin ingin mengubahnya lagi!

maksih mas septa atas komentarnya dan sarannya juga! jangan kapok omm!