Jangan Menangis, Dinda

karena senyummu adalah permata
begitu berharga

aku tahu, perjuanganmu itu telah banyak menguras airmata. perjalananmu sangat berliku. sedang yang engkau tuju masih jauh dari pandang. engkau terus berjalan memungut setiap berlian yang tercecer di sepanjang kehidupan.

aku tahu, luka-luka di sekujur tubuhmu semakin biru. tapi aku hanya ingin senyummu yang menjadi obatnya. percayalah, meski darah menetes dari ragamu, aku telah mengusapnya dengan doa-doa dan membalut lukamu dengan kain perca cinta yang terselip diantara kebersamaan kita.

karena kilaumu adalah cahaya
begitu pesona

maka lumurilah hidupmu dengan kebahagiaan yang terangkum mesra dalam kisah keabadian cinta yang telah kita ikrarkan pada suatu malam penuh bintang.

bersama nasyid Gradasi "Dinda"
rafif,2-10-2008

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer lucieferboy
lucieferboy at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
80

sep deeeh...

Writer prince-adi
prince-adi at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
80

kerennn......

Writer suksmo
suksmo at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
90

aku hanya bisa bilang jempolan nih kata2

cayo ,,,

kunjungi page ku dan mohon petuahnya sobat :D

Writer kenarric
kenarric at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
80

"teruntuk calon istriku, yang sekarang entah dimana" langsung bikin merinding . . .

Writer andika_cool37
andika_cool37 at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
80

menyentuh

Writer ezra
ezra at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
80

aku suka di akhir bait

salam

Writer echanalukman
echanalukman at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)
70

lha..calon istrine emang kemana tho?
:D

Writer rafif
rafif at Jangan Menangis, Dinda (13 years 6 weeks ago)

masih dalam penantian :)