matiku sendiri

Mataku terantuk
mengelana pejam
jiwaku menderu berasap garam
sibuk dengan logika
mengeja mimpi
yang terpasung dalam angan

aku
terdiam dalam seribu bahasa

hina nyata

nyawaku duduk disebuah masa
lamat-lamat tak kulihat neraka
bahkan
surga pun tak ada

sepi...
hanya ada kelam
menemani
ditepian barzah ini

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Yovan Wisnu
Yovan Wisnu at matiku sendiri (11 years 39 weeks ago)
100

Ini ma...nyusss Neng.
Sebagai penikmat puisi, karyamu ini seperti sayur lodeh + sambal gandaria

Writer chezna
chezna at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

ehm...makna yang dalam...ya..jawaban kita adalah ahari esok...siapa yang tau...mampir ke tempatku juga...

Writer fadly_pwk
fadly_pwk at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

sip, bikin penasaran ...

Writer imamsbd
imamsbd at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
90

penulisan kata depan di
itu saja yang mengganggu

Writer Ferrischya
Ferrischya at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

bagus

erri cuma bisa membaca dan menikmati
kurang bisa mengomentari
:)

Writer prince-adi
prince-adi at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

enakeun euy

Writer randu29
randu29 at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
90

waduw...
kun bertambah lembut penyampain dengan cara bertingkatnya...

ada sedikit penurunan kun, dari beberapa perbandingan karya2 sebelumnya, tapi bagus :)

Writer kun744
kun744 at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)

randu29 wrote:
waduw...
kun bertambah lembut penyampain dengan cara bertingkatnya...

lembut ya ... apa iya (aku malah ga nyadar wekeke)

randu29 wrote:

ada sedikit penurunan kun, dari beberapa perbandingan karya2 sebelumnya, tapi bagus :)

iya, mencoba membuat perbedaan dg sebelumnya, beginilah jadinya.
tapi ini sudah aku edit ... he he he

makasih ya sudah berkenan mampir :D

Writer strawcutestraw
strawcutestraw at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
100

iyaaaaap

ending yang kau suguhkan

pintar!

Writer kun744
kun744 at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)

strawcutestraw wrote:
iyaaaaap

ending yang kau suguhkan

pintar!

makasih ... jadi malu ...
hihihi

Writer mahbub
mahbub at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

kun...
masalah rohani memang menyentuh hati..

indah banget..

Writer olief
olief at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
90

wah.......
kerasa banget kun.....

Writer openk
openk at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

aku
terdiam dalam seribu bahasa
hina nyata
nyawaku duduk disebuah masa
lamat-lamat tak kulihat neraka
bahkan surga pun tak ada

mungkin kalo antar hina nyata dan nyawaku di beri jarak akan terasa lebih padat dan menarik, jadi bukan cuma ada satu makna(halah sok sok an lagi :D)

Writer buayadayat
buayadayat at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
80

tak ada putusan surga atau neraka.. ahh, saat manusia sudah merasa kehilangan kemanusiawiannya..
di atas matamu 'terantuk' apa tak terjelaskan, atau maksudmu 'terkantuk' maka 'pejam'?

Writer bungabambu
bungabambu at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
90

aku merasakan di puisi ini kelelahan menjalani hari ini...
padahal hari ini adalah anugerah
nice!

Writer man Atek
man Atek at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
100

sepi...
hanya ada
kelam menemani
di tepian barzah ini

bikin empat baris, agar
terasa lebih mencekam pembaca
kata di agar dipisah dari kata tepian
karena menjadi penunjuk kata tempat
bukan partikel awalan kata kerja.

btw, aku abbis dari Jogya dan Semarang
beritanya lihat di :
www.kemudian.com/forum/berita_terbaru_dan_pengumuman/216682

Writer kun744
kun744 at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)

man Atek wrote:
sepi...
hanya ada
kelam menemani
di tepian barzah ini

bikin empat baris, agar
terasa lebih mencekam pembaca
kata di agar dipisah dari kata tepian
karena menjadi penunjuk kata tempat
bukan partikel awalan kata kerja.

btw, aku abbis dari Jogya dan Semarang
beritanya lihat di :
www.kemudian.com/forum/berita_terbaru_dan_pengumuman/216682

makasih paman atas masukannya

kenapa kemarin ga mampir ke uns paman
waahh kita gak jadi bertemu lagi

sedih paman

Writer ezra
ezra at matiku sendiri (11 years 47 weeks ago)
90

wew..

memang jalan kematian itu untuk kita sendiri

salam