Surau Ayat di Legian

Cermin itu memantul, wajah bersih tanpa noda. Tak setitikpun komedo meraba kulitku. Sulit aku berkata betapa tampan aku bila dijadikan model. Lenganku yang berotot, badanku yang bidang, kakiku yang panjang dan bibirku yang seksi. Seperti David Beckham ketika bermain pada tahun 1998 di Manchester United. Ketika dia menceploskan si kulit bundar ke gawang neil Sullivan kiper Wimbledon FC dari tengah lapang ,dia melompat girang ke tribun penonton. Aku bersorak sorai sendiri meniru gerakan narsis didepan cermin.
Sayangnya aku bukan David Beckham dalam siaran langsung sepak bola itu, aku adalah Aly Asytar. Ahli demonstrasi yang mengecam Negara lima sudut yang memborbardir Palestina dengan serangan bom yang mencetak para kaum ibu menjadi janda, menyalin remaja untuk memegang senjata, dan membuat ayah merakit bom ditubuh sendiri demi mencegah para pasukan iblis melewati Perbatasan jalur Gaza.
Seruan takbir berkumandang saat aku meluncurkan kata-kata sarkasme didepan kantor Duta Besar negara adidaya.
“ Allahu Akbar, Allahu Akbar, Bule kadut…. Dimana nuranimu, ketika nyawa kau jadikan daun pisang, dan ketika hati para janda kau anggap lemper isi kacang. “ teriakku diatas mobil pick up bersama rombongan demonstran.
“ Allahu Akbar, Allahu Akbar…”teriak rombongan itu secara bersamaan.

***
Sebuah memori ketika aku masih muda dan bersemangat, aku dianggap demonstrator, provokator, sekaligus konseptor ,tapi yang jelas bukan koruptor.
Tanpa ada rasa takut mengancamku ataupun ada peluru nyasar yang akan hinggap di jantungku aku berkata seenak mulutku, maklum negara ini adalah negara demokrasi, Aku merasa bahwa aku dijalan yang benar, memperjuangkan islam dengan caraku sendiri, sungguh percaya diri.
Namun semua sikap heroikku dengan suara lantang itu tiba-tiba menjadi bumerang bagiku, ketika TNT meledakkan Bali aku terhenyak, mulutku terkunci rapat, seperti ada gembok yang mengunciku dengan password. Ratusan korban menjadi bungkusan lemper, membuat repot para pembungkus mayat membariskannya seperti dalam upacara, bedanya mereka tak lagi berdiri tegak dibawah sangsakala merah putih, namun sudah tidur untuk selamanya.
Banyak korban mutilasi disini, seluruh anggota badan terpencar, tak jelas dimana kaki dan dimana kepala. Mereka bukan korban si inisal ‘R’ yang menggemparkan Indonesia dengan kasusnya. Mereka adalah cucu adam dan hawa yang tak tahu apa yang terjadi dengan dunia. Ketika mereka sedang berdansa, berjalan, tertawa, dan termenung tiba-tiba percikan api dan besi membawa mereka ke gerbang surga dan neraka. I-R-O-N-I-S.
Pada barisan pertama. Rekan seperjuanganku pergi ke neraka dengan hanya membawa kepala, dibungkusan mayatnya hanya ditemukan kepalanya yang sambil menjulurkan lidah. Dia juga adalah seorang pemakai dan pemabuk sekaligus penganut aliran seks bebas, jadi wajar aku mencapnya sebagai ahli neraka, menemani iblis yang membangkang adam untuk sujud atas perintahNya.
Di barisan mayat kedua, teman sebangkuku ketika masih SMA, terpampang namanya yang unik diujung kain kafan, BULBA,24 tahun. Tak banyak yang tahu kenapa orang tuanya menamainya itu, ketika masih duduk bersama kala itu dia membisikkan kepanjangannya kepadaku.

“li, kamu mau tahu kepanjangan namaku? “ bisikknya ketika pelajaran matematika.
“hah, apaan?” balasku bertanya
“Bulu Baok, hihi…” bisiknya ditelingaku sambil tertawa kecil.

Memori itu tersirat dikepalaku saat melihat wajahnya yang sudah putih dan bercampur bau dengan mayat yang lainnya. Wajahnya tersenyum dan rambut kribonya yang khas seperti Giring Vokalist Nidji.
Dia adalah seorang Ustadz bagiku, karena mengajarkan aku dari iqro, hingga khatam qur’an sebanyak 2 kali. Surga adalah tempat yang pantas melihat senyumnya yang manis saat menghadap malaikat pencabut nyawa, padahal kehilangan lengan itu sakit.
Disamping Bulba, kulihat bungkusan mayat yang menonjol tepat didadanya, kubuka dengan perlahan tepat didepan dadanya.

“Innalillahi wainnailaihi roji’un..”

Kututup mulutku, air mata itu menetes dengan sendirinya, mengalir melalui kelenjar airmataku dan masuk kembali ke dalam bibirku. Kutelan air mata itu cukup asin karena bercampur dengan serbuk pengawet mayat yang kusentuh dari mayat-mayat sahabatku.
Tak tahan aku meneriakkan tangisan, menjerit aku sejadinya, kupukul badanku sendiri, dan perlahan sedu sedanku bernyanyi lirih.
Orang asing berambut pirang itu memeluk dengan erat gadis kecil berkerudung putih, seluruh tubuhnya sudah kaku, seperti patung. Tak dapat terpisahkan dengan gadis yang mungkin berusaha ia tolong. Nasibnya sama seperti dalam film action yang loncat sambil merangkul ketika melindungi seseorang dari sebuah ledakan mobil. Bedanya kedua-duanya dijemput oleh sang khalik. Tak ada yang selamat.
Tubuhnya penuh merah, mengalir dengan beku sembari mengecup kening gadis kecil yang mungkin berumur 6-7 tahunan.
Kusebak rambut wanita asing itu sembari kudoakan kedua mayat itu agar dapat diampuni dosanya.
Tangisku semakin menjadi terdengar semakin keras dan terlampau keras hingga suaraku mengeluarkan serak. Ingus itu bercampur dengan airmata memanggil sosok besar untuk menghampiriku dan menenangkanku.

“be patience, this is fate” kata orang bertubuh besar itu menepuk bahuku.

Kupeluk badan besar itu, dan menangis dengan sekeras-kerasnya. Berkali-kali dia menepuk bahuku untuk menenangkan pikiranku. Setelah tangisan itu berhenti dia membantuku berdiri dengan sukarela, dia menggendong aku. Membantu aku yang juga menjadi korban yang selamat.

Aku kehilangan kedua kakiku.

Sosok besar itu mengantarkan aku kedalam mobil ambulance untuk menyuntikkan penghilang rasa sakit.

“ This is Life.” Kata sosok besar yang tak lain adalah sukarelawan asing..........

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer johanes.koen
johanes.koen at Surau Ayat di Legian (12 years 44 weeks ago)
70

aku setuju mas bamby, :D ada alur pop dan alur idealis yang kalaupun 'berdamai' masih belum smooth disini.

emmm, tadi aku awalnya sempat mau shock.. jangan2 ini cerpen tentang perjuangan Hamaz di Jalur Gaza. Cerpen tentang perjuangan di Tepi Barat. Aku udah bersiap-siap lho.. eh ternyata.. hahahaha...

baru deh aku inget judulnya.. hohoho

Writer miss worm
miss worm at Surau Ayat di Legian (12 years 45 weeks ago)
60

hem gaya tutur si AKU masih sangat feminim.

Writer Super x
Super x at Surau Ayat di Legian (12 years 45 weeks ago)
90

Wih, menarik iniy!! 9 untuk ide yang mulai membayang di pikiranku. Selanjutnya........

Writer rey_khazama
rey_khazama at Surau Ayat di Legian (12 years 46 weeks ago)
100

waduhhhh pada gak ada yang tahu kalo ini tuh cerbung dari awalnya, =))
lanjutannya masih dibuat.
gugugu...
jadi gak enak...

Writer mel
mel at Surau Ayat di Legian (12 years 46 weeks ago)
80

bagus, rey..
tapinya masi krasa kasar. plotnya loncat2. tapi.. tetep enak buat dibaca ampe abis! kayakny kalo dibikin cerbung, ceritany bakal tambah mantep dehh :)

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at Surau Ayat di Legian (12 years 46 weeks ago)
80

Ceritanya menarik, jadi inget film A Long Road to Heaven. Pada bagian awal yang masih santai dan senang-senang, tiba-tiba langsung lompat ke bagian yang tegang dan suram, rasanya agak kurang mulus.

be passion, maksudnya "be patience"?

Lanjutin ya...

Writer kavellania
kavellania at Surau Ayat di Legian (12 years 46 weeks ago)
80

sumpah keren banget neh ceritanya ;) aku sukaaaaa...

Writer bintang alzeyra
bintang alzeyra at Surau Ayat di Legian (12 years 46 weeks ago)
70

Di bagian ke dua plotnya cepet banget berubahnya.

Writer Feline
Feline at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
90

Bagus sih biarpun agak melongkap-longkap.

Writer ipenk project
ipenk project at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
100

Bagus... bener tuh kata Om Bamby...

Dalam tulisan kamu ada idealisme, perkuat itu...!

Semangat!!! ;)

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
90

kalau memang cerbung kenapa nggak dibuat cerbung saja mas?

Writer rey_khazama
rey_khazama at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)

mohon maaf sebelumnya ini cerbung yang saya konsep cukup panjang, jadi alurnya sengaja saya loncat-loncat. thanks1

Writer Mr Comment
Mr Comment at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
80

Tulisan ini lumayan bagus, tetapi alurnya masih melompat-lompat

Writer strawcutestraw
strawcutestraw at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
90

bagus banget...

mantap ini, mah..

komen2 tempatku juga, yaaa..

Writer gRzh
gRzh at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
100

krangg seremm.. di seremin lagii iah..=)
ayoo berjuangg..^^

Writer Teguh setiawan
Teguh setiawan at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
70

kurang serem bozz..

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Surau Ayat di Legian (12 years 47 weeks ago)
100

Agak bingung aku membaca ceritamu. Karena ada beberapa gaya pop yang tersurat dalam cerita ini. Tetapi dalam bagian cerita yang lain muncul idealisme yang cukup tajam.

Saranku, untuk kelanjutan cerita ini dirimu harus memilih, cerita ini di alur pop (sehingga bisa bermain dengan bahasa gaul) atau memilih jalur idealis sehingga pemilihan diksimu akan menjadi tajam. Aku lebih suka pilihan terakhir.

Coba baca lagi tulisanmu, ada idealisme... Salam kenal. Jangan lupa baca cerpenku juga.