Mengetuk Ego (Sadness)

Penuh rasa tanda-tanya Gary membuka kardus yang di bawa oleh Pak Win.

"Kata tetangga surat-surat ini sudah lama sampai ke alamat mereka,berhubung yang ada disana hanya pembantu maka semuanya dia kumpulkan. Setelah majikannya pulang barulah tau kalau ternyata itu untuk, Mas Gary" Pak Win berusaha menjelaskan alasan kenapa kardus itu ia berikan pada Gary.

Raut muka Gary berubah Sepertinya sedih, tapi juga seperti raut muka orang yang menahan marah. Setelah membaca nama pengirim yang tertera di setiap kartu post dalam kardus.

"Hun... kamu ga-pa-pa?" Tanya Ivone khawatir

"Kamu tunggu sebentar" Gary berlalu meninggalkan Ivone dan Pak Win di dekat mobil Ferarri merah milik Gary. Gary masuk ke dalam rumah. Ivon dan Pak Win hanya saling berpandangan menatap langkah Gary.

Gary melangkahkan kakinya menuju ruang perpustakaan. Ia duduk di atas sofa hitam yang biasa ia gunakan sebagai tempat tidur bila tidak mampu menahan rasa kantuk. Dituangkannya seluruh isi dari kardus yang ia bawa diatas meja.

Berserakkan. Kertas-kertas di atas meja. Kebanyakan berupa lembar-lembar kartu post. Ada sebuah bungkusan persegi yang berbalut kertas warna coklat yang menarik perhatiannya. Gary mengambil bungkusan tersebut,dengan rasa penasaran ia menyobek pembungkus tadi. Di bolak-baliknya isi dari bungkusan tersebut yang ternyata sebuah novel yang berjudul Dia Milikku. Gary menaikkan kacamata yang ia pakai dibacanya berulang-ulang nama penulis yang tertera di halaman sampul novel. Vina Wijaya. Ada kertas memo yang teselip di halaman pertama yang isinya "yakinlah kau yang akan jadi pemeran utamanya" lengkap dengan tanda tangan yang sangat dikenalnya, yaitu tanda tangan Vina.

Gary menjatuhkan tubuhnya diatas sofa: pandangannya menerawang keatas langit-langitruangan. Kenapa baru sekarang semuanya jelas dihadapanku, begitu banyak penderitaan yang telah aku torehkan padanya.

Tok! Tok! Tok! seorang gadis berdiri di depan pintu, tentu saja dia Ivone. "Gary, Are you ok?"

Gary menoleh kearah Ivon di ambilnya kacamata silinder miliknya lalu berdiri, ia berjalan menuju gadis itu lalu mengandengnya pergi.
"Ayo cabut" ajaknya.

aku bayangkan kesepian,
walau tak pernah ku dekatmu.
semua malam yang kulalui dengan egoku,
seakan tak pernah mengakuimu.
Angin yang slalu membelaiku.
maaf atas semua khilafku
semua caciku

(diambil dari lirik lagu "Mengetuk Ego" milik Christian)

Gary dan Ivon akhirnya sampai juga menuju butik terkenal nan mewah, yang biasa dijadikan tempat langganan para artis dan kaum elit negri ini Beauty N Dress. Gary duduk di depan ruang ganti menunggu Ivon yang sedang mencoba gaunnya. Sudah ketiga kalinya Ivon keluar masuk gonta-ganti gaun dari warna putih, merah jambu, dan akhirnya kembali kewarna putih lagi. Apa yang dikenakan Ivon masih saja belum pas menurut Gary. Sesungguhnya tidak ada masalah dengan gaun, maupun Ivon yang bermasalah justru pikiran Gary yang masih tertuju pada Vina dan novel yang baru ia terima.

Novel itulah yang dijadikan film oleh rumah produksi yang menjadikan dirinya sebagai pemeran utama. Ternyata Vina berperan besar dalam karirnya, berkat film itulah namanya melambung. Ia merasa menyesal karena setelah Vina kembali, Gary malah justru memutuskan hubungan mereka. Tanpa memberi kesempatan pada Vina untuk menjelaskan. Lebih menyakitkan lagi, Gary pernah bermesraan dengan Ivon di depan mata Vina.

"Hun, gimana dengan yang ini?" Tanya ivon yang muncul edari balik tirai ruang ganti. Menyadarkan dia dari lamunan.

Gary menoleh kearah Ivon, memandang gadis cantik itu dalam balutan gaun berwarna putih yang anggun.
"Ok" Gary mengedipkan mata sebelah kirinya berlaku seperti tidak ada apa-apa. Gary tidak ingin menyakiti hati Ivon, karena dia juga merasa berhutang budi pada keluarga Ivon.

"Gary...Kamu tau kenapa papa sangat menyayangimu?" ucap Ivon. Gary hanya menggeleng pelan.

"Tentu saja karena kamu juga sangat menyayangiku" Gary mengernyitkan alisnya mendengar jawaban ivon.

"Gary, di dunia ini orang yang paling menyayangiku adalah mama tapi Tuhan justru mengambil mama dariku. Aku menyayangi papah tapi papah justru lebih menyayangi Tante Tia, Ibu tiriku. Gary aku sangat mencintaimu jadi aku tidak akan rela bila kau pergi dari sisiku apa lagi untuk wanita lain." tegas Ivon

Gary teringat dengan kata-kata Ivon saat baru beberapa bulan mereka menjalin hubungan. Meski diluar gadis itu nampak ceria tapi hatinya rapuh. Dia tidak menginginkan gadis itu berlaku nekad gara-gara dirinya.

***

Sunarsih kasak-kusuk di depan komputer layar datar milik Vina. Sunarsih menggerak-gerakkan mouse di tangannya sesekali bergerak memutar. Maklumlah namanya masih awam tekhnologi. Vina yang sudah berdiri di belakangnyapun tak ia sadari.

"Cari apa kamu, Jo" Tanya Vina yang hampir membuat Sunarsih binti Sukarjo lahir di pasar Rebo Pingsan jumpalitan di atas lantai yang telah di tutup karpet permadani, dilihat dari coraknya mirip permadani milik Alladin.

"Duh Non, bikin kaget saya aja..." Sunarsih mengelus dada, lalu nyengir memperlihatkan giginya yang putih dan rapi. " Itu loh Non, saya mau cari yang wewe-wewe" ucap Sunarsih semangat" dengan logat jawa yang kental.

"Wewe gombel? mana ada dalam komputer." goda Vina padahal ia tahu maksud Sunarsih yaitu World Wide Web atau biasa di singkat WWW.

"Ih Enon, becanda mulu. itu-tuh yang biasa Non nyuruh saya baca cerita." sunarsih berusaha berpikir keras mengingat-ingat nama situs yang ia cari.

"Jo-jo, Kemudian.com itu namanya" Vina tersenyum manis sekali, menyaksikan keluguan pembantunya.

"Non, baik deh..." Wajah Sunarsih nampak gembira. karena memang situs itulah yang sedang ia cari. Situs yang berisi cerita dan puisi karya para penulis amatir yang berbakat. Ngga percaya? yang buat cerita ini kan warganya.

"Jo, gue mau ke Penerbit dulu, menemui Pak Buaya" Vina yang telah berpakaian rapi, berjalan meninggalkan Sunarsih yang sedang asik membaca karya di Kemudian.com.

"Eh tunggu Non,dah mau gelap. Non mau menemui siapa tadi, Pak buaya?" Narsih baru sadar dengan ucapan majikannya.

"Iya, Pak Buayadayat" Vina menoleh kearah pembantunya yang mendongakkan kepala bertanya-tanya.

"Salam ya, Non" Serunya

"Genit kamu,Jo" bales Vina atas tingkah Narsih.
"Lho, saya kan nge-fans ma beliau." Sunarsih tertawa.

"Iya..." jawab Vina sambil lalu meninggalkan rumahnya. Ia menuruni tangga depan rumah menuju jalan raya. Di sekeliling halaman depan tumbuh berbagai macam bunga dan pohon-pohon kecil. Ia sengaja tidak membawa mobil takut macet apa lagi hari ini, hari sabtu. Vina jongkok mengikatkan kembali tali sepatu yang terlepas.

Tanpa ia sadari sepasang mata sedang mengamati dirinya. Tangan yang cukup kekar tiba-tiba menarik tubuhnya dari balik tembok.

"Ka-kamu..."

To be continued:)

Read previous post:  
212
points
(695 words) posted by bl09on 12 years 47 weeks ago
84.8
Tags: Cerita | cinta | bl09on storie's | songlit
Read next post:  
Writer kavellania
kavellania at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
90

wah bener tuh makin seru. bikin penasaran neh. ;)
mohon review punyaku juga yaa...
MUTILASI CINTA

Writer poncowae
poncowae at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
90

terus?
teruskan ya?

salam londo numpak balon
baca ceritamu biar kagak blo'on
pecicilan Ponco

Writer strawcutestraw
strawcutestraw at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
90

makien seruuuu, euy

lanjuuuuut

Writer ican
ican at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
90

Lanjut-lanjut

Writer dewi pujangga
dewi pujangga at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)

Mbak, koreksiku, dikit ...

- baris 15 : diatas ---> di atas
- baris 16 : Berserakkan ---> Berserakan

Dan ada beberapa biji lagi, sih, cuman, ga terlalu masalah kok kalau mengenai tipos, hehehe.

Hmmm...apalagi yak ? Sepertinya senada dengan Om Buaya deh diriku, pas baca awalnya kesannya lembut muram begitu, nah di akhir, mau ga mau wie senyam senyum sendiri.

Eh iya, satu lagi...wie paling suka : ada penggalan lagunya...wakakakaka...

Udah, ah, gitu aja...ditunggu lanjutannya, Mbak...

Writer dewi pujangga
dewi pujangga at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
80

wie baca kemaren, Mbak...rupanya wie lupa ninggalin koment, hahaha...

beginilah kalo keasyikan Malam Minggu di warnet, hahaha...

Sebenarnya wie mau koment panjang lebar, Mbak, tapi lagi tak bertenaga diriku mengetik, nanti saja, pas wie dah semangat kembali, wie koment yang bener yak???

Sekarang wie mau menuh-menuhin dolo...

Semangat !!!

Writer buayadayat
buayadayat at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
80

di bagian garry-ivone lembut muram, di bagian vina vs pembokat kocaknya keluar lagi..
campuran gaya yang menarik sekali..

wah ada namaku pula.. :p

Writer bl09on
bl09on at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 46 weeks ago)
90

Hik ga da yg bc

Writer SnowDrop
SnowDrop at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 47 weeks ago)
80

di part pertama, pas bagian Gary n Ivon, cuma ada dua kata :
1. aaaawwwwwwwwwwwwwwwww......
2. damn, shit ! itu pembantu tetangga, bukannya bilang2 !

keknya lebih ya,biarin dah,korupsi dikit :D

pas bagian 2, 4 kata yang nongol pertama adalah : YEy ! Narsih balik lagi ! hauuaaua

seeeph mba,jadi pengen bikin songlit juga,hummhummm,,btw ini lagunya shin? ada filenya gag ? jadi pengen denger,hahaha

ayo mba,semangat !!!!!!! tancapkan kuku2mu di wewe-wewe kemudian !! hauhuaua,,narsihhh,,,,i heart uuu !!!!!!!

Writer bl09on
bl09on at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 47 weeks ago)

SnowDrop wrote:
di part pertama, pas bagian Gary n Ivon, cuma ada dua kata :
1. aaaawwwwwwwwwwwwwwwww......
2. damn, shit ! itu pembantu tetangga, bukannya bilang2 !

keknya lebih ya,biarin dah,korupsi dikit :D

pas bagian 2, 4 kata yang nongol pertama adalah : YEy ! Narsih balik lagi ! hauuaaua

seeeph mba,jadi pengen bikin songlit juga,hummhummm,,btw ini lagunya shin? ada filenya gag ? jadi pengen denger,hahaha

ayo mba,semangat !!!!!!! tancapkan kuku2mu di wewe-wewe kemudian !! hauhuaua,,narsihhh,,,,i heart uuu !!!!!!!

Aku punya di e-mail ntar aku forward yah ...

Writer Shinichi
Shinichi at Mengetuk Ego (Sadness) (12 years 47 weeks ago)
80

ahak...hak..hak...

kemudian.com

kamu kamu lah

laguna the rock

kabbuuurrrr