Rindu Rindu

“Saya sedang tidak merindukan siapa-siapa,” kecuali diri saya—dan rasa rindu keparat itu sendiri.

Saya pernah merindukan dia. Berhari hingga berbulan lamanya. Saya pun sempat merindukan kamu. Berminggu hingga bertahun tanpa jemu. Nihilisme adalah jawaban atas semua itu, yang membuat saya lelah dan menyerah. Saya jera. Maka, jangan harap ada kalimat “Saya merindukanmu” saat akhirnya kita kembali bertemu.

“Dia sangat merindukanmu,” Rindu memberi tahu. “Seharian ini dia menghubungiku dan menanyakan kapan bisa bertemu denganmu.”

“Katakan tidak.”

Rindu mengangkat bahu, “Hakmu untuk mengatakannya.”

“Hak saya meminta tolong padamu, sekali ini saja.”

“Aku tak punya hak menghalangi rindu seorang ibu pada anaknya.”

“Berarti kamu keliru. Dia bukan ibu saya.”

Sebab tidak ada ibu yang meninggalkan anaknya bertahun-tahun tanpa menjejak kabar. Tidak ada ibu yang lebih mementingkan sekoper pakaian daripada anaknya sendiri ketika pergi dari rumah. Tidak ada ibu yang temperamental hingga menyundutkan rokok ke wajah suaminya saat bertengkar. Dan tidak ada ibu yang membawa laki-laki lain ke atas ranjang.

“Tapi kau anaknya. Tidakkah kau merasa berhak atas surga di telapak kakinya?”

Saya ingin tertawa dan seketika mendapatkannya.

Lagu lama itu pernah saya dengar sewaktu masih kanak-kanak. Chika dan Arsya mengajak saya ke rumahnya untuk menonton VCD lagu anak-anak dan salah satu track favorit mereka berjudul Surga di Telapak Kaki Ibu. Mereka bernyanyi dengan riang dan berisik, sementara saya hanya menonton. Saya bosan. Saya bimbang. Saya takut tidak bisa masuk surga karena tidak punya telapak kaki ibu. Saya pun merusak VCD-nya dan Chika memukul lalu menggores kening saya dengan patahan VCD itu hingga berdarah. Sambil menangis, saya pulang dan ayah malah menambahkan pukulan dan makian, “Anak laki-laki kok kalah sama perempuan? Dasar banci!”

Kemudian, demi tidak memiliki anak yang kelak menjadi banci, ayah menyuruh saya bergaul dengan Mohan dan Badu. Mereka tidak memutar VCD lagu anak-anak, melainkan VCD aneh. Di mana seorang lelaki berbadan besar dan nyaris telanjang menindih lelaki lainnya yang berkostum aneh dan seram, lalu mereka saling menyerang, menghantam, menendang dan berupaya melumpuhkan satu sama lain. Smack down! Mohan dan Badu pun memperlakukan saya selayak orang edan yang kami tonton. Dan ayah bangga ketika akhirnya saya pulang membawa kabar, “Tangan kanan Badu patah dan hidung Mohan berdarah.”

Dan setelah bertahun-tahun sempat sedikit frustrasi mengenai tak-akan-ada-surga-yang-menanti-setelah-saya-mati-nanti, akhirnya saya bertemu dengan Obet. Kami tidak memutar VCD-VCD tolol itu, melainkan membakar kristal-kristal ajaib, buah tangan iblis dari surga berlabel Blue Sky. Saya tidak banyak bertanya saat meniru mereka menghisapi Bong dan membiarkan sensansi itu menggerayangi setiap sel tubuh saya hingga serasa seringan kapas dan sedang bercumbu dengan langit biru.

Ternyata tidak perlu mati dulu untuk menemui surga. Dan ternyata tidak perlu telapak kaki ibu untuk memilikinya. Bahkan, surga itu saya dapatkan secara cuma-cuma, pada awalnya, kemudian hanya perlu Rp. 70.000,- saja untuk bisa menikmatinya lagi bersama enam orang teman Obet—jika memang tak ada yang mentraktir dan kami harus patungan untuk satu gram Shabu yang menjanjikan.

Surga itu bisa saya ciptakan, dan tak lagi menjadi hal istimewa yang patut dirindukan.

“Semoga surga itu masih ada di telapak kakinya, dan kelak dimasukinya sendiri setelah dia mati nanti.”

“Aku rindu pada dirimu yang dulu,” Rindu tampak kecewa, “pada saat pertama kita bertemu.”

Baiklah, saya pun jadi rindu saat pertama kali mencumbu Rindu. Bibirnya yang perawan, payudaranya yang perawan, hatinya yang perawan.

“Kau begitu manis dan menawan. Puisi tentang ibumu benar-benar menyentuhku. Lebih dari terharu, aku bahkan menangis sesunggukan.”

Yang mana, ya? Mungkin waktu menulisnya, saya terlalu mabuk dengan rasa kehilangan dan kerinduan yang mendalam hingga tak sedikit pun menempel dalam ingatan. Tulisan terakhir yang masih basah di kepala saya adalah cerita pendek mengenai seorang perempuan tua yang mati bunuh diri kemudian bangkainya disantap orang gila dan anjing liar kelaparan, yang saya tulis ketika sedang TERBANG.

“Dan aku rindu pada dirimu yang merindukan ibumu. Kau yang membasahi punggungku dengan air matamu. Kau yang memperlakukan ibuku selayak orang tua kandungmu.”

“Kamu jangan mengada-ngada, Rindu. Saya tahu, kecuali dalam mimpi, saya tidak pernah semelankolis itu.”

“Memangnya kau tahu kapan kau benar-benar terjaga dan bermimpi?”

“Memangnya kamu tahu?”

“Aku sudah cukup lama mengenalmu. Kiranya tak ada yang tidak kutahu, termasuk rindu-rindumu. Kau hanya perlu sedikit berdamai dengan rasa dendammu. Percayalah, memaafkan orang lain bukan berarti melakukan sesuatu untuk orang itu, tapi justru untuk dirimu sendiri.”

“Kamu tidak mengerti, Rindu. Dan tidak akan, kecuali kita menjalani takdir yang sama. Argh, sudahlah, berhenti membujuk saya. Lebih baik kamu menghemat energi untuk hal-hal yang jauh lebih berarti.”

“Baiklah... Tapi satu hal yang harus kau tahu: tak ada seorang ibu pun di dunia yang tidak mencintai anaknya. Sekalipun ia mengaborsimu, menelantarkanmu di pinggir jalan, menghanyutkanmu ke dasar sungai, menguburmu dengan daun pisang, atau bahkan membunuhmu ketika kau besar. Ini akan sulit dimengerti, kecuali kau seorang perempuan. Kecuali kau pernah hamil dan melahirkan.”

Terserah. Saya hanya seorang laki-laki—yang tidak memiliki ibu dan mustahil menjadi ibu. Tak ada yang bisa mengubahnya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer megaaisyah
megaaisyah at Rindu Rindu (11 years 45 weeks ago)
90

"memaafkan orang lain bukan berarti melakukan sesuatu untuk orang itu, tapi justru untuk dirimu sendiri"
love this words... :)

Writer dimas_rafky
dimas_rafky at Rindu Rindu (12 years 13 weeks ago)
90

Ndun keren beud..

Writer dhewy_re
dhewy_re at Rindu Rindu (12 years 14 weeks ago)
90

rindu rindu rindu rindu......
aku benar-benar rindu tulisanmu
aku rindu YMan denganmu
aku rindu sms malammu
aku rindu aku rindu

*hayah, ikut-ikutan aja...

Dun, kamu lagi kumat maen kata yah??? tapi serasa ada yang ilang darimu, mungkin karena kamu terlalu fokus mainin kata yaa? *kumat sotoy nya :P

Writer SnowDrop
SnowDrop at Rindu Rindu (12 years 14 weeks ago)
90

gila dadun

gila

kata2 ini kesukaan gw :
saya sedang tidak merindukan siapa-siapa " kecual diri saya - dan rasa rindu keparat itu sendiri.

izinkan gw copas itu quote n gw jadiin shoutout fs, hehe ^^

serius dun

keren ajib, napas lu bener2 kerasa di cerita ini, ARGH !!! kapan kau bikin novel ?? kasi gw gratisan ya (oia, u still owe me ur kumcer, btw ^^)

oia, lagi, gw dag bikin tuh kners bandung the series nya,hehe,mahap lama,ntar gw post lewat PM

yuuu

Writer kira-kira
kira-kira at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
90

ya speechless, kk
aq g'bisa berkatakata lagi.

Writer prince-adi
prince-adi at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)

dun...
ikut lomba ipb tuh

Writer my bro
my bro at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
90

ajiiiib brooo hehehe...

Writer mel
mel at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
100

speechless!

bukan dadun namany kalo ga bikin cerita2 dahsyat kayak ini ;)
K.E.R.E.N

Writer -riNa-
-riNa- at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
80

Lama nggak main ke k.com dan nggak tau kenapa, aku langsung main ke 'tempat' dadun. Walau sebenernya cerpen ini termasuk cerpen yang sinis, tapi baca punya dadun jadi rindu sama cerpen2 di k.com.

Yang ini, aku beruntung cerpen ini jadi bacaan pertama pas buka k.com lagi setelah sekian lama. Go Dadun!

Writer rey_khazama
rey_khazama at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
100

ternyata dirimu punya cirikhas
tak kusangka sungguh tak dinyana
bussettt
luar biasa diatas luar biasa (terbang deh)
gua suka banget nihhhhh!!!!!
ck..ck..ck...
baca "sumpah pelacur" punya gua yah
biarpun tak sehebat dirimu....
ck...ck...ck....

Writer someonefromthesky
someonefromthesky at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
90

Kereeen!!! Kayanya kalo mau baca cerita yang bisa menyentuh perasaan emang mesti baca ceritanya Dadun! Kali ini terasa agak depresif..., tapi sedepresif apapun ceritanya, gaya bahasanya tetep terasa "menembus tulang". Hmm... saya rasa cerita ini masih punya banyak banget potensi untuk dikembangin, misalnya tentang bapaknya, tentang Rindu, bahkan tentang ibunya. Kamu menganggap ini cerpen ringan? Don't be kidding. Saya justru merasa ada banyak banget persoalan pelik dan penuh intrik yang menyembul-nyembul mencoba keluar dari antara susunan kata-kata kamu.

Writer key.lanie
key.lanie at Rindu Rindu (12 years 15 weeks ago)
90

kelihatan banget pengalamannya...

Writer mOOel
mOOel at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
100

uka iagabes tamkinep aja y...

ajari aku y...
slam

Writer peranita
peranita at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
90

kadang ku berfikir gitu juga..
surga tidak selamanya ada di bawah kaki ibu.

Writer R41NY
R41NY at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
90

Wew....
Nice euy...
Bagus pisan...
Waktu baca kalimat pertama langsung addict untuk baca kalimat seterusnya...dan... seterusnya...
Bisa dapet ide " ajib " gini darimana sih ?

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
100

sepuluh dah buat komen2 temen2 ;)

Writer navigator
navigator at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
100

dan saya,,,saya nggak heran knp bnyk yg merekomendasikan tulisan anda.. hehe, tertegun dah.

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

navigator wrote:
dan saya,,,saya nggak heran knp bnyk yg merekomendasikan tulisan anda.. hehe, tertegun dah.

wawawaaaaah...bnyk yg merekomendasikan??? waduh,pagipagi gini bikin terharu saja T_T thanks, anyway...
tertegun pun

Writer vieajah
vieajah at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
80

Hmm.. beda la9i yagh dun??

Lo emang selalu punya cara menyajikan tulisan2 lo untuk menarik pembaca tetep nagen' sampe ceritanya kelar..

Tapi yang ini.. apa yagh? Kurang greget 9w pas ditengahnya..

Tapi 9w suka tag'nya..^^

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

vieajah wrote:
Hmm.. beda la9i yagh dun??

Lo emang selalu punya cara menyajikan tulisan2 lo untuk menarik pembaca tetep nagen' sampe ceritanya kelar..

Tapi yang ini.. apa yagh? Kurang greget 9w pas ditengahnya..

Tapi 9w suka tag'nya..^^

ya, buuuw,agak beda dikit. dan gw juga suka banget sama kalimat pembukanya (yg akhirnya gw jadiin tag-nya) hahaha narsissss^^

Writer Amian_zanggol
Amian_zanggol at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
80

Such a awesome short-story, walau pada akhirnya tidak ditutup dengan sesuatu yang filosofis (dugaan ketika telah membaca lebih dari setengah). Karena aura keibuan tidak hanya dimiliki oleh perempuan, bahkan tidak semua perempuan memilikinya sampai benar-benar memiliki. Jadi hal yang ditutup dalam cerita ini bukanlah isu jender. Sifatnya lebih universal. Akan lebih bernilai filosofis, seandainya penulis memasukkan nilai ini. ^^salam kenal.

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

Amian_zanggol wrote:
Such a awesome short-story, walau pada akhirnya tidak ditutup dengan sesuatu yang filosofis (dugaan ketika telah membaca lebih dari setengah). Karena aura keibuan tidak hanya dimiliki oleh perempuan, bahkan tidak semua perempuan memilikinya sampai benar-benar memiliki. Jadi hal yang ditutup dalam cerita ini bukanlah isu jender. Sifatnya lebih universal. Akan lebih bernilai filosofis, seandainya penulis memasukkan nilai ini. ^^salam kenal.

mungkinkah yg anda maksud adalah mengenai sang ayah? (sok tau saya ya?) heuheu... haduh,ini cuma cerpen ringan biasa aja kok^^ masi terlalu jauh ke arah filosofis^^ okelah, next time i'll try... thanks,anyway

salam kenal pun

Writer Arra
Arra at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
90

udah lama ga nongol di K.com... trus baca karya dadun...
hegh.. terhapuskan dahaga membaca nih!
nice dun!

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

Arra wrote:
udah lama ga nongol di K.com... trus baca karya dadun...
hegh.. terhapuskan dahaga membaca nih!
nice dun!

arra, dirimu kemana saja?? iya, kangen pula dengan tulisanmu. ;)

Writer strawcutestraw
strawcutestraw at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
100

weheeeey, iya...

bagus sekali ini
hak hak, jadi malu sama karya sendiri

salam kenal

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

strawcutestraw wrote:
weheeeey, iya...

bagus sekali ini
hak hak, jadi malu sama karya sendiri

salam kenal

ah,,jadi malu,, salam kenal juga

Writer Alfare
Alfare at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
70

Anu... apa enggak apa2 kalo cuma susunan kata-kata doang?

Maaf, ini bukan cuma seleraku aja.

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

Alfare wrote:
Anu... apa enggak apa2 kalo cuma susunan kata-kata doang?

Maaf, ini bukan cuma seleraku aja.

"susunan kata-kata doang" ya?...hmm,,padahal mungkin (mestinya)
penulis fantasi sepertimu bisa lebih berfantasi dan berimajinasi dengan "susunan kata-kata doang" itu...

yah, ini cuma interpretasiku ajah ;)

Writer arbi bianglala
arbi bianglala at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

Awal baca judulnya,
aq lsg suka. Entah apakah karna faktor aq jg lg merindu?

Yg kutau,dadun itu suka mnulis kisah cinta yg tak biasa,jd apa lagi nih yg akan dgali dr rindu?

Maka kutaruh harap bhwa aq akan mbaca karya yg indah

mbaca paragraf pertama,
aku mulai jatuh cinta

lalu seterusnya dan terus hingga aku lelah & kecewa. Tak seindah harapku

aq gk dapet apa2 stelah baca karyamu ini

hubungan ibu & anak trasa kaku. Ketidaksesuaian judul & isi cerita trasa rancu. Dialog aku & rindu tlalu teatrikal & mengganggu. Akhirnya jd sperti 2 cerita berbeda yg dpaksa padu.

Tp dr segi susunan kata dan bahasa,tetap mngalir indah khas dadun

terus berkarya..

Writer k4cruterz
k4cruterz at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)
90

sekali lagi saya terpukau oleh susunan katanya MAS Dadun .. membuat saya semakin terpacu untuk bisa melampaui dirinya .. karya hebat dari seorang yang merasa-tidak-hebat .. tunggu aku di sana dan lihatlah saat diriku berkelebat di depanmu lebih cepat dari angin, dan akan ku buat dirimu bangga

Writer Bamby Cahyadi
Bamby Cahyadi at Rindu Rindu (12 years 17 weeks ago)
100

Masih ada imajinasi tentang ibu "yang bukan ibu" yang belum menohok tergambar di cerita ini.

Deskripsinya kurang kejam. Tapi sudah cukup bagus secara keseluruhan cerita.

Writer Shinichi
Shinichi at Rindu Rindu (12 years 17 weeks ago)
90

another one
saia suka banget dengan tulisan om dadun
top dah
gak diragukan lagi
kapan yak saia isa nyusul
hehehe

cerdas yak mengambil tema dan kejadian seperti ini

Writer prince-adi
prince-adi at Rindu Rindu (12 years 17 weeks ago)
90

dun..minta kumcer lagi
tapi yg normal
ntar kukasih kumcerku
plus kumppus

sekarang ku dah punya

dadun at Rindu Rindu (12 years 16 weeks ago)

prince-adi wrote:
dun..minta kumcer lagi
tapi yg normal
ntar kukasih kumcerku
plus kumppus

sekarang ku dah punya

wah... mauuuuuuuuuu kumcer dan kumpusmu^^
kumcer yang NORMAL??? weeekzzz,,bentar ya,di, kuingat2 apakah diriku punya yg N.O.R.M.A.L??? heuheuheuheuheu

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Rindu Rindu (12 years 17 weeks ago)
90

Bagus, Dun. dari sekian banyak cerpenmu yang pernah kubaca, ini masuk yang kelas A. Kali ini speechless deh. Dadun emang TOP!

dadun at Rindu Rindu (12 years 17 weeks ago)

yosi_hsn wrote:
Bagus, Dun. dari sekian banyak cerpenmu yang pernah kubaca, ini masuk yang kelas A. Kali ini speechless deh. Dadun emang TOP!

waaaaaaaah... mbak, bikin diriku merinding saja membaca komenmu^^ trimsssss sangat...

ah, ya, saya merindukan saat2 chitchat lagi denganmu^^

*sayang, sekarang YMna eror