(2) Nalan : Ada Apa Dengan Cacing??? --- seri A ---

Ini gambarnya peri-ti yang bernama Vella :D

Di dalam Hutan Jamur, banyak peri berkumpul. Menciptakan kerumunan yang tidak lumrah terjadi. Sebagian menatap ngeri sosok besar yang mereka saksikan, sebagian hanya berani menatapnya lewat celah jemari yang menutupi sebagian wajah.

"Woiii, Nalan. Banguun!"
Aku menggeliat seronde, "Jam berapa sih sekarang?"
"Pukul satu. Cepat, Nalan. Ada kejadian heboh di hutan!" Grip ga mau menyerah, badanku terguncang olehnya.
"Masih jam satu, jangan ganggu tidur malamku!" (tidur malam di dunia peri sama dengan tidur siang di dunia manusia).
Kubalikkan badan menghadap tembok. Grip pasti hanya ingin melaporkan semu merah, yang terpancar dari pipi Aiyu-snow,setelah mendapatkan Bunga Supa racikanku.
"Ini bukan tentang Aiyu-snow!" seolah Grip bisa membaca pikiranku saja.
"Ada cacing tanah liar yang bisa menembus masuk ke dalam dunia peri!!!"
"WHAT?!" aku tersentak, Grip segera menarik tanganku yang telah bangkit dari kasur.

"Tunggu dulu, Grip!" jeritku, mencoba lepas dari cengkramannya.
"Halah, Nalan. Semua orang tau kalau dirimu ga pernah mandi!"
Aku terus mencoba lepas dari cengkramannya, "Bukan itu!!" tenaga Grip memang jauh lebih besar.
"Ya ya! Kamu ingin memakai serbuk parfumia, kan?!"
Aku meraung......!
"Grip, tolong lepaskan! Ada banyak semutil di pantatku!!"
"Ooops!" hanya kata itu yang dapat ia keluarkan, setelah melihat banyaknya koleksi bentol yang kudapat di bagian tubuhku yang paling seksi itu.
Huhuhuuu...

Selama perjalanan, tak henti-henti ku menggaruk. Berulang kali Grip mencoba menghiburku dengan perkataan yang sama.
"Salahmu sendiri, lupa membuang sisa bonbonia dari kasurmu!" ucapnya.
"Bedewei, pantatmu jadi kelihatan lebih besar dan padat, Nalan. Makin seksi!"
"Najjiiis!" jawabku.
Grip, kau sungguh tak tau bagaimana mengungkapkan penyesalanmu.

Kami pun tiba di dalam Hutan Jamur. Tak terlalu sulit untukku melihat apa yang ada di tengah kerumunan di sana, seekor cacing besar. Untuk bangsa peri yang ukuran tertinggi sebatas 90an mili, cacing sepanjang enam senti itu adalah BESAR. Masih bisa terlihat bercak-bercak darah berwarna hijau di sekitarnya, banyak jamur yang tumbang terobrak-abrik. Cacing itu tergeletak di sana dengan tombak serbuk pelurut, yang masih tertancap di tubuhnya, belum berpendar dibawa angin.

Puluhan prajurit peri-da berjaga-jaga di dekat bangkai cacing itu, membatasi ruang gerak kerumunan. Tak jauh dari situ, tiga orang berpakaian dinas PNP (Pegawai Negeri Peri) sedang mencoba menutup sebuah lubang. Aku mampu mengenali salah satunya, walau hanya kulihat dari belakang. Hhh... Vel... La...

Perhatianku ke arah Vella teralihkan. Para peri yang sedari tadi berkerumun berbalik arah menuju kota. Beberapa prajurit menggiring mereka untuk segera pulang, termasuk aku.
"Pak, aku temennya Vella!" ucapku, mencoba lepas dari giringan salah seorang prajurit.
"Siapa itu Vella, heh?!"
"Itu, Pak! Peri-ti yang berada di dekat lubang itu!!" jawabku, mencoba meyakinkannya.
"Daerah ini diisolasi. Hanya peri yang berkepentingan yang boleh masuk. Lagipula, apa hubunganmu dengan peri-ti itu, heh?!"
Dan aku sungguh tak mampu menjawab pertanyaan itu.

Ternyata Grip mengerti keinginanku.
"Pak! Ada meteor jatuh!!" prajurit itu memalingkan mukanya ke arah langit.
"EITT!!" ternyata lengan kami berdua telah terlebih dahulu dicengkramnya.
"Mana ada meteor di bawah tanah! Memangnya kau pikir aku bodoh?!" sergah prajurit itu, kami hanya menyengir tak tau malu.

Grip tak lekas menyerah, "Pak! Ada Dewi Persikabo tuh!!" prajurit itu tak bergeming.
"Mau Persikabo kek, mau Persija kek, mau Persebaya lek. APA URUSANKU!!!"
Grip gagal.

Aku mempertaruhkan kesempatan terakhir.
"Pak! Ada Trisna Multi tuh!!" jeritku. Prajurit itu seketika tersentak.
"Mana... mana...??? Waddooh... penampilan eike masih berantakan innih! Gimanya dooong?!"
Di saat inilah, aku dan Grip menyelinap. Sembunyi di balik sebuah jamur besar.

"Ehem... ehem...!!!" suara mendehem itu berasal dari arah belakang, kami pun berpaling.
"Kyaa!!" jerit kami berdua. Ternyata di sana telah berdiri peri artis bernama Trisna Multi tadi. Tampangnya sangar, marah!
"Dasar pengedar gosip sialaaaan...!!!"
Aku dan Grip langsung... ngacciiirrr...!!!
"Ampun Di Jeeeee!!!"

Hufff...
Setibanya kami di rumahku, nafas ngos-ngosan.
"Beruntung kita, bisa lepas dari kejarannya."
"Ho oh!" anggukku.
"Untung ada prajurit itu!"

Saat ini, gantian mas Trisna yang berada di balik jamur, tempat kami sembunyi tadi.
"Sialan!!" makinya.
Sementara itu sayup-sayup terdengar suara seseorang.
"Mas Trisna... iddiiih... kok maen petak-umpetan siiiyh?!"

*** Bersambung...

Eh iya, lupa. Lalu bagaimana dengan gatal-gatal di sekitar pantatku???
"Ogaaaah!! Pokoknya ogaaaaahhh!!!" jerit Grip, yang berhasil kuperdaya, dan kini terikat di sebuah kursi.
"Kau harus tanggung-jawab. Olesin serbuk salep cap-eyang itu ke pantatku!!!"
"Ogaaaaahh!!!"

*** Nah! Ini baru bener-bener bersambung...

Read previous post:  
138
points
(650 words) posted by Super x 13 years 3 weeks ago
81.1765
Tags: Cerita | cinta | dunia peri | fantasi | super x
Read next post:  
70

asiikk banget ceritanya..
LANJOOOTT..
wekekkeeee...

hmmm..
lucu..
seru juga ada adegan cacing masuk segala..
hueheheeee..
jadi gak lucu2an melulu..

100

point lagi deh, komentarnya udah di prolog :)

100

Atau maksudmu adalah dengan digigitnya pantat Nalan? :D hehehe iya juga siiyy... tar tak edit biar lebih alus bahasanya ^^

Super x wrote:
Atau maksudmu adalah dengan digigitnya pantat Nalan? :D hehehe iya juga siiyy... tar tak edit biar lebih alus bahasanya ^^

seee..

yu no wat ai min laaaa

*baca dgn bahasa inggris-an katro'

hehehehe

pikanisa wrote:
Super x wrote:
Atau maksudmu adalah dengan digigitnya pantat Nalan? :D hehehe iya juga siiyy... tar tak edit biar lebih alus bahasanya ^^

seee..

yu no wat ai min laaaa

*baca dgn bahasa inggris-an katro'

hehehehe

Nisa emang yang paling ngerti aku :-*

70

bentar2 om... segmen nya umur berapa yak?

habis klo dibilang anak2 ada beberapa bagian yang sepertinya musti dipertimbangkan lagi (tahuu lahhh kebiasaan XXX mu) :))

tapi klo untuk ukuran youth to adult antara (17 - 22 thn) it's ok. still accepted.

ya wis aq g terlalu ngeh ama genre komedi fantasi yg sedang kamu rintis.

komen ku masuk g tho?

pikanisa wrote:
bentar2 om... segmen nya umur berapa yak?

habis klo dibilang anak2 ada beberapa bagian yang sepertinya musti dipertimbangkan lagi (tahuu lahhh kebiasaan XXX mu) :))

tapi klo untuk ukuran youth to adult antara (17 - 22 thn) it's ok. still accepted.

ya wis aq g terlalu ngeh ama genre komedi fantasi yg sedang kamu rintis.

komen ku masuk g tho?

Segmentasi yak? :D kayaknya kalo soal Trisna Multi, itu segmentasi infotainment yang anak SD pun menontonnya. Bagiku... komedi-fantasy ini adalah cara ringan untuk mentransfer nilai, Nis. Bagaimana sesuatu yang ringan pun bernilai sama dengan cerita-cerita Putu, SGA, kunto, dll. Segmenku dengan menulis fantasy ini adalah segala umur. Jika belakangan (ketika proses self-editing) saya sadari ada muatan yang terlalu berlebihan, akan saya potong. ^_^ trims Nisa, telah mengingatkan aku. Love you... mmuach :-*

tapi gambarnya bagus banget...sumpah

lucunya gagas media...

kalo untukku dan kata anak2 aksara..
3WN
where where where no

prince-adi wrote:
lucunya gagas media...

kalo untukku dan kata anak2 aksara..
3WN
where where where no


ahak hak... emang sasaran pasarnya bukan anak aksara, di.

100

hahahahhahahahahahhahah
bisa banged si om ini
hehehhehehehehehheeh
lanjut....

baca yg aq juga hihii

100

=)) =)) =))

mo persija kek, Pesemes kek , pemasing kek

ahak...hak...hak...

cerdas bagnet niy si Om amri

ahak...hak...hak...

:)) :))

100

Kalau sudah mendaki setinggi Himalaya, kenapa nggak mendaki sampai ke luar angkasa sekalian. Bener nggak Om? :))

oia,kali ini sketsa sendiri? kyaaaa,kawaiiiiiii ^^

100

om amri

tanggung jawab

rahang gw kram

kebanyakan ketawa

hahahha =))

bonbonnia,semutil,,kaya baca cerita dongen untuk anak kecil yg lebih kompleks,,hahaha

ayo lanjut om,semangat !!!

eh, liat ! ada trisna multi !!!!

100

Subahanallah Vellanya cantik banget yak dan seksi hehehehe... eh tp ngomong2 peri berjilbab ada gak seh?

kavellania wrote:
Subahanallah Vellanya cantik banget yak dan seksi hehehehe... eh tp ngomong2 peri berjilbab ada gak seh?

:)) ada, Vel. Ntar gambarnya kita edit pake potosop. Btw, ide yang bagus itu. Peri pake jilbab :))

hmm.. not really my type,, tp bolehlah..
kreatif. seperti plesetan dongeng. tp bhsanya msh kurg 'ngalir'.
trus ada bagian2 yg trksn maksa. pa mmg shrsnya gt krn plesetan. atau da mksd yg ingn km sampaikn? q blm bs menangkapnya.
anyway,keep writing..

phoenixtales wrote:
hmm.. not really my type,, tp bolehlah..
kreatif. seperti plesetan dongeng. tp bhsanya msh kurg 'ngalir'.
trus ada bagian2 yg trksn maksa. pa mmg shrsnya gt krn plesetan. atau da mksd yg ingn km sampaikn? q blm bs menangkapnya.
anyway,keep writing..

Makasi tlah berkunjung. Kalo berkenan, yang kurang nyambung dimananya ya??? ^^ saya terbuka kepada kritik dan saran kok. Thanks

90

=D> =D> Aku suka ceritanya! Lanjut!

Feline wrote:
=D> =D> Aku suka ceritanya! Lanjut!

Makasiy atas tepuk-tangannya ^^ Dua kali pulak itu. Hehehe