RANY

RANY

Siang ini matahari sedang bersemangat memancarkan sinarnya.Detak jantungku memacu kencang,mengaliri pori-poriku.
"Ach......."Aku mendesis terkadang mengumpat hari ini,siang ini,pakaianku yang terkena noda karena dilempar Ice Cream oleh anak kecil yang mengamuk entah kenapa.
Aku mulai memapak jalan pulang memulai berjalan.Namun kaki terhenti,denyut jantungku mulai kencang lagi seraya menghentikan kakiku.Aku mulai merasa ragu,namun kumantapkan hatiku.Carut marutnya terminal,dan bau pesing menambah kemerut pikiranku.
Kulangkahkan kakiku,tidak cukup rasanya sepuluh langkah.Aku terkejut,pandanganku terhenti pada sejumput preman yang mungkin sedari tadi memperhatikanku.Langkahku terhenti,membeku dan membatu.Panasnya surya hari ini tak sanggup mencairkanya.
Aku begitu takut,bahkan sangat takut.
"Doni..........!!!"
Teriakan itu begitu menggelegar,melemaskan sendi-sendiku.Dia berlari mendekat.Sejurus lamanya aku terhenti,segerombolan debu sontak menyerang indera penglihatanku,seakan memaksaku untuk sadar dan harus lari.........
MULAI SEKARANG...........
Masuk kedalam terminal,aku tidak tahu lagi siapa saja yang aku tabrak dari tadi dan di mana aku sekarang.....dan mau kemana....yang jelas aku harus lari....
Dengan segenap keberanian yang masih tertinggal ku olehkan pandanganku.....dia mendekat.........bahkan sangat dekat.......
Aku percepat langkahku,dan berpaling ke keramaian,aku bersembunyi dibalik pedagang kain,aku menggigit salah satu kainya.......untuk menghentikan gigiku yang berdetak......karena takutnya....
"Aku aman....aku aman...aku aman...pasti aman......"
itu yang sering ku ucapakan dalam hatiku untuk mengurangi rasa takutku......
Aku tahu dia tak akan mengejar sampai sejauh ini,aku mulai hari normalku.....aku lapar...aku mencari warung bakso langgananku.....
Aku terus berjalan....
Tiba-tiba,aku ditarik paksa masuk kedalam sebuah gang yang gelap.Pikiranku kembali kacau,mungkinkah preman yang tadi di belakangku ini..??
Aku mencoba untuk berteriak,namun bibirku dipekap.
Sejurus lamanya aku dipekap.....ah diluar aku melihat preman itu,aku bingung lalu siapa yang ada dibelakangku ini?
Sedikit demi sedikit aku dilepaskan...aku penasaran siapa yang ada dibelakang ku ini...aku palingkan wajahku kebelakang...
betapa terkejutnya aku...aku tahu siapa yang di belakangku ini....
"Rani............"
setelah beberapa lama aku ketakutan,baru kali ini aku bahagia,senyum tersungging di bibirku....
"Rani sejak kapan kau pulang?"pikirku penasaran
"Baru tadi...."jawabnya singkat
"Ternyata preman pasar itu masih saja mengejarmu"sambungnya.
"Yach...."jawabku tertunduk malu
"Btw,kemana kita sekarang?"kataku memalingkan topik pembicaraan
"Makan bakso....."jawap kami serentak.

Kalau ada rini aku aman,pasti preman itu tidak akan sanggup mendekatiku lagi.Aku duduk disamping rini.
"Mas baksonya dua"kataku
"Kau baik....?"
"Kurang....setelah dikejar tadi....."
"Dari dulu kau tidak berubah"
"Yach"jawapku pelan mungkin tak didengar rani
"Coba ayu ada disini" katanya.
Kami terdiam,mata kami berkaca kaca
"Plak..."suara hempasan maja itu membuyarkan lamunanku.
"O....loe disini perempuan sok cowo"
"Jadi loe preman pasar...."balas rani

Aku tahu bagaimana selanjutnya,pasti mereka adu mulut,nertenkar adu jotos,rani menendang selangka preman itu,menojok perutnya dan lari....Terkadang aku bingung mengapa Rabi begiu berabi bahkan lebih dari aku yang coeo ini....aku tidak tahu bagaiman kalaw dia tidak ada......
"Nih surat dari Ayu...."
Aku,tertegun,apakah yang akan disampaikan Ayu kali ini,aku kangen denganya,kangen dengan tawa manisnya,cara makanya yang rakus terkadang bakso kami bertiga di santap habis olehnya....

MALAYSIA,21-11-2008

ytc.doni
di
bukittinggi

Hay doni kamu baik-baik saja di sana.Sory,karena aku kamu dikejar ama Rudi....Karena waktu itu kamu mau menolongku,lalu kamu menikam tangannya hingga lumpuh.
Oleh karena itu gur menyuruh adikku Rani untuk menolong kamu,karna ku tahu dia pasati bisa menolong kamu.Aku tidak bisa kesana karna kamu tahu sendirikan aku trauma sama bukittinggi sejak kejadian itu.Sebenarnya aku ingin makan bakso di warung pak mamad bersama kamu,makan jatah kamu....tapi aku tak bisa.Makasi kamu sudah mau baerteman sama aku meski kamu tahu kita tak akan pernah bertatap muka lagi.Makasih untuk semuanya....
From
ayu

Aku tertegun mataku berlinang,hingga akhirnya wajah Ayu hilang di balik lamunanku.............

SELESAI

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer pullasi
pullasi at RANY (13 years 7 weeks ago)
100

manuruik den rancak

Writer agus1234
agus1234 at RANY (13 years 8 weeks ago)

[code]udah diedit sekarang bacalah lagi

Writer agus1234
agus1234 at RANY (13 years 8 weeks ago)
100

ya......

Writer imintation
imintation at RANY (13 years 8 weeks ago)
60

banyak yang salah ketik.

Writer Feline
Feline at RANY (13 years 8 weeks ago)
60

Sebenarnya ide ceritanya ngak buruk. Cuma kalau boleh saran:
1. Banyak kata yang salah ketik. Membuat kurang enak dibaca.
2. Terlalu banyak penggunaan titik. Aku ambil contoh ya:'Aku terus berjalan....
Tiba-tiba,aku ditarik paksa masuk kedalamsebuah gang yang gelap.Pikiranku kemvali kacau,mungkinkah perman yang tadi di belakangku ini..??'

Menurut opiniku lebih bagus kalau titiknya satu saja, begitu pula dengan tanda tanyanya.

3. Ada dialog yang janggal
"Rani sejak kapan kau pulang?"pikirku penasaran
"Baru tadi...."jawapnya singkat
'Pikirnya', tak mungkin kan orang yang diajak bicara bisa tahu apa yang dipikirkan si tokoh dan menjawabnya.
4. Berilah jarak antar paragraf. Di kemudian tidak format tab tidak bisa digunakan. Ngak tahu kenapa, jadi antar paragraf di longkap satu baris saja(enter)
5.Penggunaan dua kata dengan makna yang sama secara berurutan.
"Ach......."Aku mendesis terkadang mengumpat hari ini,siang ini,pakaianku yang...

Cukup gunakan saja kata siang ini. Kata hari ini tidak perlu. Dengan kata siang ini aku yakin pembaca sudah tahu kalau kejadian itu terjadi hari ini.

Maaf kalau terkesan menggurui>o<. Aku sendiri juga masih belajar. Aku cuma mau sharing. Semua yang kutulis di atas adalah opini dan komentarku. Jadi bisa saja berbeda dengan pendapat orang lain.