Buang

Buang

Sebentar,
sampanku tak kan lama berlayar.

Malam ini kelabu,
membuat angin membisikkan hal yang tabu,
bukan di antara bebatuan tak bertuan, bukan pula di antara awan yang tak lagi perawan;
dia berbisik di antara pepohonan yang ramai, katanya:
“Ada yang mati.”

Sebentar,
sampanku tak kan lama-lama berlayar.

Riak air memburai tenang,
kalat* melompat menuju terang bulan, matanya melirik sampan.
Teriaknya, “Itu buntang**!”

Sekarang,
saatnya kulemparkan.
Semoga larat*** hingga ke pantai seberang.

Kalat berteriak lagi lantang,
“Itu buntang!”
Bulan mendekat hingga terang memandang, katanya,
“Bukan. Itu ego, penganut aliran maaf adalah pantang.”

Sekarang,
aku bisa pulang,
akan ada yang menyambutku di pelabuhan.

(*)
* ikan laut
** bangkai busuk
*** hanyut

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Irin Sintriana
Irin Sintriana at Buang (13 years 38 weeks ago)
80

Nice. Salam kenal yah. And welcome back to Kemudian ^^