Sajak Pagi

Kupagut rindu di sepanjang shubuh
Embun basah terjuntai dari sulur lidahmu

Bibirpun dingin
Membeku enggan pisah

: Sampaikah puisi ini padamu

Shubuh, 7 Januari 2009

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer dhanang wibowo
dhanang wibowo at Sajak Pagi (12 years 28 weeks ago)
70

good..
silent letters

makin produktif az, bu.

Writer zaul_assatra
zaul_assatra at Sajak Pagi (12 years 28 weeks ago)
90

frendku yang satu ini memang mantafffff, ne nulis loe kayak na dalam banget

Writer gheta
gheta at Sajak Pagi (12 years 28 weeks ago)

zaul_assatra wrote:
frendku yang satu ini memang mantafffff, ne nulis loe kayak na dalam banget

makasih mas. gimana gak dalem nulisnya shubuh-shubuh sambil merem melek gitu deh..!
huwehehehehe...

Writer TOILET_KATA
TOILET_KATA at Sajak Pagi (12 years 29 weeks ago)
80

seumpama aku es kutub.. puisi ini global warmingnya..

Writer gheta
gheta at Sajak Pagi (12 years 29 weeks ago)

TOILET_KATA wrote:
seumpama aku es kutub.. puisi ini global warmingnya..

walah.. gimana nih. puisi ini berbahaya dong. hehehehe....

Writer ezra
ezra at Sajak Pagi (12 years 29 weeks ago)
100

haks..
romantis terasa

salam

Writer echanalukman
echanalukman at Sajak Pagi (12 years 29 weeks ago)
80

manis...

Writer kemuning
kemuning at Sajak Pagi (12 years 29 weeks ago)
80

romantis...
:D

Writer Megan
Megan at Sajak Pagi (12 years 29 weeks ago)
80

manis jg puisi paginya