TEROR JALANAN

Aku tak tahu mengapa ia mengejarku. Aku tak merasa punya salah apa-apa padanya; aku mengendarai sepeda motorku di jalanan yang lengang dengan tertib dan tanpa zig-zag. Berdampingan di lampu merah pun dengan manis dan sopan. Tapi mengapa ia mengklaksoniku terus?! Kenapa kemudian ia mengejar dan menjejeri motorku dengan sepeda motornya?! Kulihat ia membuka kaca helmnya, kemudian tampak matanya yang melotot dan kumis lebat yang bergerak-gerak cepat. Ia tampak bicara.

“F%$^%T%!”

Apa yang dia bicarakan? Aku tak dengar.

“Apa?” Aku coba bertanya.

“F%$^%T%!!!”

Mungkin karena teredam palang busa di bagian bawah helm dan deru motor, suaranya jadi tak terdengar. Tapi… hiiiiy…matanya makin melotot. Dia pasti marah padaku. SANGAT MARAH!

Refleks aku gas motorku kencang. Selfdefence. Aku mencium ketidakberesan. Jadi ini caraku menyelamatkan diri. Terlebih sejak melihat tato di lengannya itu. Tato khas preman residivis. Preman yang marah!

Aku gas makin kencang sepeda motorku. Bayangan kena bogem mentah dari seorang residivis menakutkanku.

Tapi… ia mengejarku!!

Argh, sial! Peduli setan, kugeber lagi motor lebih kencang.

Dan ia lebih kencang lagi. Melotot lagi. Mencaci lagi. Dan mulai menuding-nudingkan telunjuknya ke arahku.

Gasku sudah pol.

Tapi ia masih bisa mengejarku.

Sampai kemudian ia melambat.

Syukurlah, rupanya ia menyerah.

Tetapi sial, di depan ada lampu merah. Aku berhenti, dan ia menjejeri motorku lagi.

Ia kemudian membuka helmnya. Terlihat jelas sangar wajahnya. Aku sudah takut-takut. Kulindungi wajahku agar tak langsung menerima jotosnya.

Tapi jotos tak melayang, meski ia tetap lah marah.

“Mas-nya kok bebal banget sih?!” Ia melotot. “Dari tadi kan saya cuma mau ngingeti, tapi Mas-nya malah ngebut. Dibaikin kok malah nggak tau diri?! Tuh!” Dia nunjuk ke arah jok motorku. “Restletingnya kebuka!—nanti masuk angin lho…”

Aku hanya melongo. Ealaaaaah, kirain…

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer miaa
miaa at TEROR JALANAN (12 years 23 weeks ago)

hmmm....,,,

Writer dreamgarden
dreamgarden at TEROR JALANAN (12 years 32 weeks ago)
80

wii, kebayang resletingnya kebuka waktu ngebut naik motor terus keangin - anginan . .he he serasa ingin "terbang" deh

Writer bl09on
bl09on at TEROR JALANAN (12 years 32 weeks ago)
80

waduh lama ga keliatan langsung menyuguhkan teror.
biasa tp mengandung makna ya bang? lain sampul lain isinya hehe..

Writer prince-adi
prince-adi at TEROR JALANAN (12 years 32 weeks ago)

Wah,rejeki bs liat tlsn hara d k.com lg

Writer ghe
ghe at TEROR JALANAN (12 years 32 weeks ago)
100

:D aneh aneh aja...

Writer panah hujan
panah hujan at TEROR JALANAN (12 years 32 weeks ago)
80

Aaaaaaahh... kakak novelis juga unjuk gigi.. Horeee.. :)

Idenya biasa.. gaya bahasanya pun biasa.. tapi entah, nampak ada yang tidak biasa.. :)

semangatnya, mungkin?

Writer splinters
splinters at TEROR JALANAN (12 years 32 weeks ago)
70

hwahahaha, postingan ringan dan segar untuk unjuk gigi :D sudah lama tak bersua di k.com, yaaa :)