Semu

duduk manis dalam kesendirian
tertawa dalam keheningan
tersenyum malu dikala pujian

dunia semu tempat berlabuh
mengubur hampa melahirkan candu
jejak langkah menghapus kehidupan
menepikan karunia menyesal kemudian

semu,
termakan waktu
semu.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Bintang1902
Bintang1902 at Semu (13 years 26 weeks ago)
70

Betul kata mbak Onik,..

Writer Onik
Onik at Semu (13 years 26 weeks ago)
80

sederhana dan bagus :)

Writer geika12
geika12 at Semu (13 years 27 weeks ago)
80

Tema dan maknanya mendalam, diikuti alur yang cukup mengalir...tapi dr segi keindahan ko aku ngerasa kurang ya?! Menurutku aj loh.;). . Salam.

Writer d757439
d757439 at Semu (13 years 27 weeks ago)
100

keren...lagi aku explore kemudian...emang keren nih puisi

rip8 at Semu (13 years 27 weeks ago)
80

semu, semu semu

yang nyata sepertinya yang tak pernah dapat kita lihat

Writer silencer
silencer at Semu (13 years 27 weeks ago)
70

sederhana.. tapi asik..

Writer iybe
iybe at Semu (13 years 27 weeks ago)
70

bgs deh..
kunjungi page ku jg yaa.=)