Pertanyaan pada diriku

Ini adalah pemikiranku, dan aku hanya membahas ceritaku.

Saat ini, aku hanya sedang berpikir, terus, terus berpikir. Apakah tujuan aku hidup dan apa maknanya. Aku hanya pria biasa berumur 17 tahun di sekolah swasta yang bukan unggulan. Prestasiku biasa-biasa saja dan aku tidak merasa berbakat apa-apa. Bahkan, aku tidak naik kelas tahun lalu dan itu menyebabkanku merasa berubah.

Aku adalah orang bertipe Sanguinis dan Melankolis. Sebelumnya, aku merasa bahwa jiwa sanguinisku lebih besar. Tapi orang-orang akan terus berubah. Aku tahu itu dan aku merasa jiwa melankoliskulah yang berkembang sekarang.

Aku adalah orang yang sebenarnya sangat suka bergaul, tapi aku tidak tahu cara bergaul yang benar, sehingga tanpa sadar, banyak sekali orang yang membenciku. Ya, baru akhir-akhir ini aku mengetahuinya. Aku sangat sakit hati.

Yah, kisah seputar SMA, tentunya aku juga pernah berpacaran. Tidak ada yang benar-benar aku sukai dulu, aku sering berpikir itu hanya untuk image. Aku memang manusia biadab. Tetapi itu hanya sampai aku menemukan pacar terakhirku. Walau aku sudah kurang berhubungan dengannya sekarang, aku masih sangat menyayanginya dan tetap tidak mau menyukai orang lain. Itulah tekadku. Niatku adalah begitu sampai dewasa, tapi tidak tahu nanti, itulah manusia.

Aku menceritakan kisah gadis itu di sini karena dialah orang yang mengubahku. Di kelasku yang sekarang, aku menduduki peringkat 4. Aku cukup bangga akan hal itu. Bayangkan saja, seorang anak yang pernah tidak naik kelas bisa begitu juga, aku bangga dan itu karena gadis itu.

Di sini aku ingin menceritakan konflik batinku. Yang jadi permasalahan adalah, aku tidak merasa puas. Hatiku sakit, karena aku merasa seakan-akan, aku tidak memiliki kemampuan yang cukup untuk pantas menyandang gelar tersebut. Aku memiliki banyak gelar, seperti peringkat 4 di kelas dan peringkat tenis nasional. Aku belum menceritakannya.

Tentunya aku akan menelaah sendiri pikiranku, dan itu semua berakhir pada jawaban, apakah aku pantas menerimanya? Aku tidak pernah menang melawan orang yang benar-benar kuat. Peringkat yang kudapat adalah karena aku menang beruntung. Lawanku lelah dan aku menang. Demikian juga di sekolah. Aku merasa ada perbedan dalam materi pelajaran. Aku sakit hati membayangkan batas kemampuanku ini. Aku bingung mengapa begini. Sejujurnya, dalam bidang tenis, aku berlatih beberapa kali lipat dari orang lain. Tapi, orang yang berlatih seminggu sekalipun bisa mengalahkan aku. Aku tidak dapat menyalahkan siapa-siapa. Tapi hatiku sakit.

Sahabatku berkata, aku adalah orang yang mudah bersosialisasi. Kupikirkan caraku.. Dan jawabnya adalah.. Ya Tuhan.. Aku selalu bersosialisasi dengan berpura-pura melucu dan membodoh-bodohi diri sendiri dengan berlagak menjadi badut. Gawatnya, terkadang aku malah menikmatinya. Aku terkadang senang melihat orang-orang tertawa melihatku melucu. Dan setelah lama baru menyadari betapa bodohnya tingkahku..

Aku tidak dapat bercerita pada banyak orang. Aku telah putus dengan pacarku. Itu sangat mengubahku. Aku sangat menyayanginya. Aku tidak mau banyak tertawa dengan orang-orang di sekitarku. Tapi aku berpikir, benarkah tindakanku jika aku bersikap "Bila ada yang membenciku, aku tidak perduli, diamkan saja?" Aku berpikir bahwa kita tidak bisa memaksakan perasaan kita pada orang lain. Kita bisa membenci mereka, kenapa mereka tidak boleh membenci kita? Tapi aku sering merasa itu sakit. Dan hanya Tuhanlah yang bisa mengobati rasa sakit hatiku, meski aku sering tidak tahu apa yang kukatakan.

Aku sering kecewa pada teman-temanku.. Tapi yahh, mereka juga manusia..

Ini adalah cerita mengenai aku.. Tepatnya ini adalah curahan hatiku. Aku laki-laki, tapi aku ingin menangis. Aku lemah, aku membencinya, tapi tidak bisa menahannya, dan terkadang terbawa suasana untuk terus menangis..

Aku butuh perhatian.. Tuhan, tolong aku, aku butuh hal yang tidak kuketahui, tapi yang menurut-Mu terbaik untukku..

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer -tHe NanNy-
-tHe NanNy- at Pertanyaan pada diriku (12 years 30 weeks ago)

wah,

kalo nanyanya sama diri sendiri berarti jawaban yg paling memuaskan ya jawaban dari diri sendiri...

as long as I know, kita 'dibentuk' oleh pemandangan yang kita sendiri bentuk untuk diri kita. so, just be yourself, it's great actually..

Writer justforyou
justforyou at Pertanyaan pada diriku (12 years 32 weeks ago)

.tetep smangat!!
.caiyo
.hdup masi pnjang
.truslah bjuang
*xixixi*

Writer Onik
Onik at Pertanyaan pada diriku (12 years 33 weeks ago)
60

melankolis? maksudnya suka menangis dan lemah? bukankah melankolis yang kamu maksud di sini seharusnya berarti karakter seseorang yang suka dengan keteraturan dan kesempurnaan? karena ada kata sanguinis di depannya. :?