Menjumput Ritme Seusai Senja

Detak melaju menguraikan tanya pada denting dua gitar, melagukan nada lembut dan berdentam menyeruak malam yang tiba-tiba kelam. Membaur pada nada pentatonik, mesra keduanya. Menguntit iri pada tubuh yang pilu

Riuhnya suara mengunjungi rindu dan angan yang menampik hadir selintas bayang, memudar ditengarai hujan yang berdesah. Lambatpun mengulum jemari bekas percintaan semalam

Di rimbun pohon tanpa ucap janji, menjadikan satu tubuhmu dan tubuhku, menggumamkan ritme alun mengalun. Sajak tak akan indah menggaung di telinga-telinga pecinta. Yang sibuk mengusap airmata karena rindu yang tak juga sampai

Di mana kenangan pada sebait sajak, yang ditulis dulu tentang ketidak tahuan aku pada bulir bulir embun di matamu. Tak pernahkah ada telaga yang menjadi tujuan jatuhmu. tak ada genangan luka yang menganga dari matamu.

Hanya aku yang mengiris sendiri bola mata hingga berdarahdarah. Untuk menjumput secuil ritme nada, selepas senja

*ciyahhhh gara-gara balawan..!
Sby, 19 april 2009

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer che.aulia
che.aulia at Menjumput Ritme Seusai Senja (11 years 31 weeks ago)
80

kata-kata yang terangkai apik...
i lile it

salam

Writer chia
chia at Menjumput Ritme Seusai Senja (11 years 32 weeks ago)
90

:)
manis,,

Writer miracle_hope
miracle_hope at Menjumput Ritme Seusai Senja (11 years 32 weeks ago)
100

yang kata2 terakhirnya itu termasuk puisinya mbak? ;;)

"*ciyahhhh gara-gara balawan..!"

ini yg keren =)) yg lainnya auuu auuuu auuuu romantisnya mbaakkk