True be Continued

"Aku tidak bisa melakukan itu, itu terlalu mustahil, tidak mungkin!" ujarnya ketika suatu malam itu kami berunding di sebuah meja lapuk tentang misi kami untuk mengungkap kebenaran yang seharusnya sudah terungkap sejak lama. Aku yang dilanda murung karena merasa anak bawang hanya bisa diam. Tak berani aku mengucap kata tak bisa, bisa-bisa aku dipukul guru nanti.
Guru lalu menatap temanku yang barusan bersuara itu, kukira ia akan menggebuknya dengan satu tangan karena mengucap kata tak bisa.
"Kau sia-sia masuk ke tempat ini bila kau tidak berani. aku merekrutmu karena kau bukan orang yang berani mati, kau berani hidup!" tegas guru yang membuatku bergidik.
"Kemampuanmu hanya sebesar perasaanmu saja! aku tahu kau bisa lebih berani dari yang kau bayangkan, masa depan negara bergantung di tangan kita. jangan kau sia-siakan itu!"
temanku masih menunduk lalu dia berkata lagi,"Guru, tapi apa yang sudah dan harus kita lakukan sekarang?"
guru tetap diam, setengah detik kemudian ia akhirnya dapat ilham,
"TRUE BE CONTINUED, kebenaran akan menuntun kita yang benar-benar ingin melawan kejahatan dengan kebenaran!" teriak guru berapi-api.
"Kamu!" teriak guru menunjukku.Aku berdiri dan bersedia.
"Beritahu musuh bahwa kita menerima tawaran perang mereka!" teriak Guruku mantap. Aku mengangguk dan membungkuk, "Baik!"
"Itu tidak mungkin, Guru!" teriak temanku masih bimbang."Kita tidak punya amunisi dan senjata!"
"Senjata kita adalah keberanian dan tameng kita adalah kebenaran," jawab guruku sambil menulis sesuatu di dinding. rupanya ia akan menggambar sebuah rencana.
dan ia mengungkapkan sebuah kalimat yang masih kuingat sekarang dan masih kusimpan sebagai obat penyembuh ketika aku ditangkap dan ditembak di kaki. memberiku semangat untuk bertempur lebih keras walaupun aku hanyalah tawanan perang.
Malam ini, di barak musuh yang sepi aku melafalkan kalimat guru waktu itu dengan terbata. menahan luka-luka yang diguratkan para musuh di tubuhku.
"Mungkin ini tidak mungkin, namun bukannya tidak mungkin bila semua ini akan menjadi mungin"

lalu sayup-sayup kudengar suara guru berteriak di luar sana, melawan musuh yang jauh lebih tangguh. di tengah keheningan malam, sesaat sebelum kudengar suara peluru yang berdesing satu kali aku mendengar suara parau guru bergema.
"TRUE BE CONTINUED"

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer vinneam
vinneam at True be Continued (12 years 1 week ago)
40

kayanya temanya kurang menarik.. untuk remaja macam saya :p

Writer gazelle
gazelle at True be Continued (12 years 3 weeks ago)
60

hmmm,,stiap cerpenmu slalu punya gaya bahasa yg bagus yaa..saluuttt...hehehe...kembangkan terus yaa. smangat

Writer diesonne
diesonne at True be Continued (13 years 17 weeks ago)
70

wew,..gak donk aku,... sangat filosofis,.. tapi kok aneh gitu ya,... bingung dengan alurnya,...