The Last Lost Wizard (Bag II) lanjutan 2

Dalam Hutan Blackburn Cristien, dua saudarahnya dan Autlente sudah menunggu kedatangan Zurik. Cristien duduk di sebuah batu besar berwarna cokelat tua dan tubuhnya di payungi oleh rimbunya dedaunan hijau yang menempel pada ranting-rantingya. Wajah Criestien yang putih lembut itu kelihatan pucat dan begitu cemas, sedangkan kedua saudaranya sedang asik mengobrol dengan Autlente.
Dari jarak yang cukup jauh suara derap kuda terdengar oleh telinga Cristien yang lancip seperti milik para Bangsa Elf, dia menolehkan kepalanya ke arah Suara itu. Dari kejauhan terlihat Zurik menaiki seekor kuda hitam yang gagah menuju ke Cristien dengan cepat. Kuda itu berhenti tepat dimana mereka berkumpul. Zurik turun dari kudanya kemudian mengelus kuda itu serta mengikatkannya pada sebuah ranting.

”Aku sangat senang Anda memutuskan untuk ikut bersama kami.” Kata Cristien sembari tersenyum pada Zurik.
“Mungkin ini sudah menjadi takdirku.” Jawab Zurik membalas senyum Cristien.
“Sakarang apa kita akan pergi ke Kerajaan Anretel?” Tanya Zurik.
”Tidak Tuan Zurik, sebelum pergi ke Anretel kita akan menuju ke negeri Sinavh untuk menemui Bagsa Valkriye. Anda akan belajar sihir dan ilmu pedang pada Tuan Nedrupt.” Jelas Cristien pada Zurik.

Dari jauh suara ringkikan kuda terdengar oleh mereka. Seorang berjubah hitam sambil membawah sebuah busur panah terlihat dari kejahuan, dia semakin mendekat dengan seekor kuda berwarna putih yang dinaikinya. Dia berhenti tepat di depan mereka dan turun dari kudanya, dia membuka kerudung jubnya. Zurik terkejut ketika melihat bahwa seseorang yang berjubah hitam itu adalah Joshep putra Argon, dia tersenyum pada Zurik.

“ Apa yang kau lakukan di sini Joshep?” Tanya Zurik terperangah.
“ Aku sudah tahu semunya dari Tuan Wisley, dan dia memintaku utuk ikut denganmu. Dan aku sangat tertarik sekali untuk ikut dalam perjalannmu.” Jawabnya.
“ Tidak Joshep, ini sangat berbahaya untuk keselamatanmu karena nyawamu adalah taruhannya!” Larang Zurik.
“ Aku sudah memutuskan untuk ikut, jadi aku relah mengorbankan nyawaku untukmu karena kau adalah sahabatku Zurik.” Jelas Joshep memaksa untuk ikut.
“Tapi Joshep...”
“Sudahlah Zurik! Kepustusanku sudah bulat, bahkan aku akan memanggilmu tuan seperti mereka memanggilmu!” Katanya memaksa.
“Baiklah jika itu keputusan mu.” Seru Zurik mengiyakan pendapat Joshep.
“Kita berangakat sekarang!” seru Cristien.

Zurik dan Joshep mengemasi barang-barang kemudian menaiki kuda mereka masing-masing sedangkan Critien dan yang lain tidak terlihat membawah barang bawahan kemudian mereka berubah menjadi sekawanan serigalah. Joshep terkejut untuk beberapa saat ketika Cristien dan yang lainnya berubah menajdi serigala, Zurik sama sekali tak terkejut karena dia sudah dua kali melihat mereka menjadi serigalah.

“Auuuuu...” Cristien yang sudah menjadi serigalah putih melolongkan suara serigalanya tanda dimulainya perjalannan.

Serigalah putih yang adalah Cristien itu berlari melewati pohon-pohon dalam hutan diikuti kawanan serigala yang lain, kemudian Zurik dan Joshep dengan kudanya mengikuti kawanan serigala itu dari belakang.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

nyumbang point

70

masih banyak salah ketik loh. tapi overall bagus kok. cuma coba greget ceritanya ditambah biar ga monoton dan ngebosenin. tetep nulis ya!