TEMU

Temu?
Setiap hari aku bertemu dengan hal baru. Tak ada yang spesial seperti bertemu dengan apa bahkan siapa yang kuharapkan.
Momen pertama yang kuingat adalah ketika aku pertama kalinya bertemu dengan kehidupan ketika aku berhasil mengalahkan kurang lebih tiga ratus sembilan puluh sembilan juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan ribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan sel sperma yang membuahi ovum ibuku. Tapi sayangnya ketika aku lahir sang penghasil jutaan sel sperma itu tak ada. Hanya raut wajah Ibuku yang lemas, memandangku ragu. menyambutku dengan kelenjar susunya, tanpa senyum apalagi haru.
Sia-sia kukalahkan jutaan sel sperma bodoh itu demi hadir ke dunia yang ternyata bau emisi dan dosa ditambah erangan Ibuku yang terus mengeluh tanpa henti.
Pantas saja, ketika dulu aku masih segumpal darah tak berwujud kasar, aku merasa ada yang menyergap dan menghisapku untuk terjun ke lubang dan berputar ke bawah tanah.
Namun lapisan kosmis itu tak lelah melindungiku apalagi ketika aku yang awalnya angan sudah terwujud ke dalam ruh. meski aku masih dikatai janin.
Sekarang aku lahir!
Aku lega, tak melulu terkungkung dalam lapisan abstrak itu. kudengar suara pertama Ibuku yang baru kutemui,
"Maaf Nak, bila aku tak sempat merencanakanmu untuk lahir."
Bisu. Aku bayi bisu yang tak bisa menjawabnya dengan tangis. Berulang kali orang tua yang dipanggil dokter itu menepuk bokongku dan membalikkan tubuhku. Aku tak kunjung bersuara,
apalagi menangis...

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer rans
rans at TEMU (11 years 51 weeks ago)
100

great!! i like this story !

Writer rans
rans at TEMU (11 years 51 weeks ago)

great!! i like this story !

Writer johanes.koen
johanes.koen at TEMU (13 years 13 weeks ago)
80

untuk lima menit ini sudah cukup menarik. selamat bergiat di lingkar pena!

Writer starof hope
starof hope at TEMU (13 years 15 weeks ago)
80

dalemnya :(