Guru Terbaik

SDN 08 Tangerang
Senin , 15 Juni 2009
----------------------

09:20
Kriiiing!! Bel masuk kelas berbunyi untuk yang ketiga kalinya, artinya waktu istirahat telah habis. Para siswa SDN 08 Tangerang beranjak menuju kelas mereka masing-masing. Ada yang menuju kelas dengan berlarian, mengobrol dengan teman , dan ada pula yang menuju kelas sambil menghabiskan makanan mereka.

09:23
Semua siswa telah memasuki kelas mereka masing-masing. Di beberapa kelas guru-guru belum datang, ya wajar saja baru tiga menit berlalu. Akibatnya ya bisa ditebak, suasana kelas tak beda jauh dengan suasana ibu-ibu belanja obral besar dengan diskon 90%,
Contohnya kelas 5-B, suasanaya ramai dan riuh. Ada yang berlarian di kelas, menggambari papan tulis, mengobrol, mengerjakan PR, atau melanjutkan makan.

09:28
Pintu Kelas bergerak, semua siswa tersentak kaget. Dalam sekejap para siswa berlari menuju meja masing-masing, diiringi dengan duduk rapi, dan disempurnakan dengan senyum palsu. Sungguh mirip dengan para koruptor ketika mereka akan digeledah.

"Selamat Pagi anak-anak!!" Salam Guru yang baru masuk tadi.

"Selamat Pagi Buuu!!" Jawab Para siswa

Guru ini bernama Ibu Rodiyah, beliau mengajar mata pelajaran PKN,
Mata pelajaran yang satu ini disenangi siswa SD karena rata-rata soalnya mudah, Tapi mata pelajaran ini kurang disenangi siswa SMP/SMA, karena soal-soalnya mulai mengandung pasal-pasal yang entah kenapa harus dihapalkan, padahal pasal-pasal itu hanya dipakai sebagai formalitas belaka di negeri ini, kenyataannya tidak pernah dipakai, bahkan sering dilanggar.

09:30

"Anak-anak,Ibu sudah memberi tugas kepada kalian kan?" Tanya Bu Rodiyah

"Sudah, Bu!!" Jawab para siswa

"Ayo, Ani! Apa tugas yang telah Ibu Berikan??"Tanya Bu Rodiyah.

"Mengamati berita dan membaca buku-buku pengetahuan untuk tugas hari ini, yaitu menuliskan esai tentang cita-cita di masa depan!!" Jawab Ani, sambil diam-diam mengintip buku catatannya yang berada di Kolong Meja.

"Tepat sekali!! seratus !!" Kata Bu Rodiyah.

09:33
Bu Rodiyah membuka tas kerjanya, dia mengeluarkan kira-kira 40 lembar kertas folio, dibagikannya kertas folio itu kepada murid-muridnya satu per satu.

"Nah anak-anak, kalian punya waktu 45 menit untuk mengerjakannya, dimulai dari... Sekarang!!" Perintah Bu Rodiyah

"O, ya anak-anak, kalian dapat mengerjakannya dalam sebuah kelompok jika kalian mau, maksimal satu kelompok berisi tiga orang" Tambah Bu Rodiyah

09:42

"Eh, No... No!! Panggil Adi

"Paan??" Tanya Tono, raut mukanya menunjukkan bahwa ia merasa terganggu

"Cita-citamu apa? Tanya Adi polos

"Oh, kalau aku jadi wartawan. Kalau kamu, Di?? " Jawab Tono melunak.

"Aku maunya sih jadi pengacara, Eh Din, kalau kamu maunya jadi apa?"
Tanya Adi ke Dina

"Aku? Oh aku maunya sih jadi presiden... Tapi kayaknya susah deh, jadi aku mau jadi pejabat aja minimal anggota DPR gitu" Jawab Dina.

Tiba-tiba Saskia Nyeletuk" Echh, kenapa kalian cita-citanya begithu??
Kayak aku dooong. Mau jadi Artis biar cepet kaya dan terkenal"

"Cita-cita kita juga biar kaya kok Sas, Tapi kalau jadi Artis aku kurang suka, Soalnya apa aja diberitain, ga enak banget kan" Jawab Dian

"Iya Sas, kerjaan kita juga lumayan kok!!" Tambah Adi.

Tiba-tiba Bu Rodiyah datang dan menegur" Ehem!! Jangan ngobrol!! Cepat selesaikan tugas kalian!!

"Iya, Bu" Jawab keempat anak itu

10:13
"Ayo Anak-Anak, waktu tinggal lima menit lagi!! Ibu ulang, waktu tinggal lima menit lagi!!" Bagi yang sudah selesai dapat mengumpulkannya ke meja ibu sekarang"

Para siswa jadi kelabakan, berhubung banyak diantara mereka yang sedari tadi hanya mengobrol dan bermalas-malasan, karena tidak tahu harus menulis apa, mereka saling intip dan saling contek. Sedangkan Bu Rodiyah pura-pura tidak tahu, "Ah, yang penting mereka naik kelas" pikir Bu Rodiyah.

10:18
"Nah, waktu mengerjakan sudah habis anak-anak, Nia!! Tolong kumpulkan esai teman-temanmu !!" Perintah Bu Rodiyah

"Ingat esai ini menentukan 25% dari nilai Raport kalian" Kata Bu Rodiyah tegas.

Bu Rodiyah beranjak keluar kelas dan Nia, si ketua kelas segera beranjak dari kursinya dan mulai mengumpulkan esai milik teman-temannya, ternyata Nia belum menyelesaikan esainya, jadi ketika selesai mengumpulkan esai teman-temannya, nia menyalin esai temannya yang menurutnya pintar.

10:30
Nia menyerahkan esai kelasnya ke Bu Rodiyah di ruang guru.
Bu Rodiyah yang sedang asyik menonton sinetron favoritnya melalui televisi sekolah agak kaget.

"Eh Nia, udah dikumpulin semua?" Tanya Bu Rodiyah berbasa-basi

"Udah Bu, Nih!!" Jawab Nia sambil menyerahkan esai-esainya

19:42
Rumah Bu Rodiyah.
-------------------

Bu Rodiyah kedatangan tamu, tamunya orangtuanya sendiri. Orangtuanya baru datang dari kampung mereka yang ada di Sidoarjo katanya sih takut kena lumpur panas, jadi mereka memutuskan tinggal di Rumah Bu Rodiyah, Bu Rodiyah sih seneng-seneng aja, soalnya ada yang nemenin dia.
Maklum suaminya meninggal dua tahun yang lalu karena serangan jantung, sedangkan dia tidak mempunyai anak.

19:55
Setelah berbasa-basi sebentar menanyakan keadaan di kampung,
Bu Rodiyah menyalakan televisi, Bu Rodiyah memilih siaran berita.

Berita hari itu sama saja dengan berita-berita pada hari-hari yang lain.Mulai dari korupsi pejabat, pemerasan oleh wartawan, koruptor bebas, kecurangan UN, dst.

"Liat tu Diyah, banyak Guru melakukan kecurangan dengan membantu siswa memberikan kunci jawaban atau pura-pura tak tahu ketika siswanya menyontek!!" Komentar Ayah Bu Rodiyah

"Pasti mereka nda pernah diajari moral ama bapaknya” kata ayahnya
Bu Rodiyah mengiyakan, tapi dalam hatinya ia gundah. Ia ingat tadi pagi ia membiarkan murid-muridnya menyontek. Perasaannya berkecamuk, dia merasa bersalah, dan khawatir tentang masa depan murid-muridnya.

Untuk mengalihkan kekhawatirannya ia mulai mengoreksi esai murid-muridnya, tapi ia terkejut ketika membacanya
-------------------------------------------------------------------------

Nama: Adi Prasetyo
Kelas:VB


Cita-Citaku

Cita-citaku. Cita-citaku adalah menjadi seorang pengacara, aku tertarik menjadi pengacara karena aku sering menyaksikan berita di tv tentang kasus-kasus tindak kriminalitas dan korupsi.

Keluargaku merupakan keluarga mampu, ayahku adalah seorang pengusaha yang berhasil, jadi aku dimintanya untuk berhasil seperti dia, ayahku mengukur keberhasilan dengan ukuran materi .
Karena aku tidak mengerti bagaimana caranya berbisnis maka, kakak laki-lakiku lah yang akan menjalankannya, sebagai gantinya aku diminta ayah menjadi pengacara.

Alasanku menjadi pengacara karena aku bosan mendengarkan masyarakat meneriakan kata
“Ganyang Koruptor!!” atau “Hapuskan KKN!!”
Itu selalu diteriakkan dalam setiap demonstrasi yang membuat macet jalanan dan menggangguku.

Padahal korupsi adalah bagian dari budaya kita, dan ibu bilang budaya harus dilestarikan kan?
Karena itu aku ingin menjadi pengacara karena dengan uang yang telah dikorupsi para koruptor , aku akan dibayar mahal jika berhasil memenangkan gugatan atas dirinya,

The First Chapter at the Book of Wisdom is the Honesty
Tapi berhubung ini Indonesia tak ada yang akan menaati undang-undang / moral yang ada jadi aku pikir tak ada ruginya berbohong, dan khusus untuk esai ini aku berkata jujur, karena ibu adalah guruku.

NB: You Are My Best Teacher, You taught me about the True of Systematical Lie in the class today, by let us peek around, thank you.
-------------------------------------------------------------------------
Bu Rodiyah sangat terpukul membaca esai salah satu muridnya, tanpa disadari air matanya mulai bercucuran.

*****

Tapi, Bu Rodiyah agak bingung. Anak 5 SD bisa menulis Esai dengan struktur kalimat dan penggunaan kata sebagus ini?

Air Matanya mengalir lebih deras ketika ia membaca catatan kecil di balik kertas esai itu,

O, ya bu ini pikiran ku yang jujur, tapi kakakku yang buatin esainya

Tertanda : Adi

Hhhh...
"Salahku sendiri membolehkan mereka memikirkan nya di rumah.
Akibatnya ya begini deh, Ada yang dibuatin kakaknya" Sesal Bu Rodiyah

----Bersambung----
Bagian 2>>>

Read previous post:  
Read next post:  
Writer aftian
aftian at Guru Terbaik (11 years 12 weeks ago)
50

iya, ank SD skrng udh pinter2 bisa mikir sejauh itu. Trz yg kata2 yg paling ak suka : dan disempurnakan dengan senyum palsu. Sungguh mirip dengan para koruptor ketika mereka akan digeledah. Salut lah..

Writer LupHoria
at Guru Terbaik (11 years 20 weeks ago)
90

mantab ^^

Writer the_hide
the_hide at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)
80

nice... jd pengen tau versi puisinya...

Writer Taufik_E.W.
Taufik_E.W. at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)
90

Dibuat versi puisinya sepertinya bagus...

Writer pianisInViolin
pianisInViolin at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)
90

kenapa semuanya terganggu sekali dengan jam ya? saya fine2 aja, tuh.
saya malah lebih terganggu sama kejujuran anak SD itu. mana ada anak SD yang ngaku kalo essaynya dibikinin kakaknya? dan lagian, kapan juga kakaknya bikinin esaynya? bukannya itu disuruh dibikin di kelas?
idenya menarik, tapi harus dibikin lebih realistis lagi. :)

Writer Maximus
Maximus at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)

Hmm... Sebenernya sih dari logika dah ktauan , kalau boleh mikirin di rumah
Ada yang bisa minta dibuatin dulu, tapi okelah aku perbaikin :)
Kan ga setiap orang punya nalar yang bagus :p

Writer prince-adi
prince-adi at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)

Awalnya mau banyak pertanyaan/celah
tapi kau cerdas menjawab celah2nya di ujung

Writer Maximus
Maximus at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)

Wah makaciee, tapi poinnya mana :(

Writer chia
chia at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)
80

wah keren,,
:)

Writer Tri Oktofriandry
Tri Oktofriandry at Guru Terbaik (11 years 22 weeks ago)
80

wah..bagus. soal jam yg ditulis itu sengaja ya?

Writer imamsbd
imamsbd at Guru Terbaik (11 years 23 weeks ago)
90

wkwkwkwkw curang =))
yang bikin cerita yang curang =))

Writer ayy
ayy at Guru Terbaik (11 years 23 weeks ago)

namanya juga fiksi, jadi syah saja kalo seorang anak SD sudah bisa buat esai sebagus itu. tapi memperhatikan realita cerita juga penting, seperti kata Ive. kan esainya dibuat di sekolah kok yang buat sang kakak. kecuali ada kejadian misal, ketika diberi tugas pengamatan si Adi sekaligus minta tuliskan kakaknya tentang cita-citanya behind the scene....
habisnya bu rodiyah sudah ngasih tau sebelumnya kalau tugas hari itu adalah nulis tetang cita-cita....

Writer bob1985
bob1985 at Guru Terbaik (11 years 23 weeks ago)

oh, sekarang anak SD uda bikin esai toh..bukannya yang ada pelajaran mengarang dari bahasa indonesia? koreksi kalau aku salah

Writer takiyo_an-nabhani
takiyo_an-nabhani at Guru Terbaik (11 years 23 weeks ago)
80

Salam.
Penuturan yang jujur sekali

Writer ikan biroe
ikan biroe at Guru Terbaik (11 years 23 weeks ago)
80

inovatif..kunjungi saya juga :)

Writer adelya_minerva
adelya_minerva at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
100

Ceritamu selalu keren, jujur dan inspiratif kawan, salut! ditunggu kelanjutannya :)

Writer Ive
Ive at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
80

Hm, makanya klo bikinkn tugas buat adik, jgn bgs2 banget. Sesuain sm tingkt penddkannya. Jd ktahuan boongnya. Untung anaknya jujur ya? ( Lho?! )

Ide ceritanya bagus jg! Diliat lg deh penggunaan huruf kapitalnya.

Oya, bukankh esai itu dibuat di kelas? Kok bs kakaknya Adi yg bikinkn. Adinya sdh bw contekan dr rmh y?

Salam...

Writer Maximus
Maximus at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)

Iya, kan dari awal dah dijelasin mebaca, menonton dulu sebelum membuat esai gt,
jadi ada kesempatan bwt dibikinin , he he

Writer d757439
d757439 at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
100

Yang kurang, banyak bgt
Aku puyeng liat angka2 tuh
Jam
Apa lg pun tu
Kurang diskripsi juga
Padahal bagus bgt idenya
Dan seperti baca komik
Tapi kurang seru
Tokohnya terlalu banyak n waktunya terlalu cepat

Mw tw bagian mana yg asli?
Coba perhatikan baik2

Writer buayadayat
buayadayat at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
70

penggunaan jam yg terlalu sering malah terkeswabn boros dan mengganggu, mungkin itu sekedar siasat untuk mengurangi narasi, tapi tidak untuk memikat pembaca kukira (seperti misalnya detak jam pada bom waktu).. :)

Writer race sky
race sky at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
100

: )

Writer Utara
Utara at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
100

Hebat hebat

Writer Akatsukileader
Akatsukileader at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
80

jam-jam itu kurasa gak perlu deh, lebih mengalir jika dihilangkan. lanjut...

Writer arv claten
arv claten at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
80

wow,segitunya,anak SD bs nulis esai, berkualitas lg.(heran.....aja)
nasib2,ngapa pendidikanku dulu, jd merasa terbelakang.
-----------
tema & penyampaiannya bagus

Writer kinkunk-pindut
kinkunk-pindut at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
100

good job dengan ide nya teman,,,,aku suka banget...
jujur aku gak byak tau penulisan,,,tapi aku suka apa yang mo kamu sampai kan ....

Writer akina
akina at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
80

ini.... cerita ttg pendidikan kan??kok terpaku amat sama jam2nya sih? - -;
mengganggu sekali jam2 itu...
lebih halus deh transisinya... hoho~

Writer yosi_hsn
yosi_hsn at Guru Terbaik (11 years 24 weeks ago)
80

Terganggu aja sama jam-jam itu. Kenapa nggak dihilangkan saja? Toh ini bukan cerita kriminal atau thriller yang menuntut pembaca harus ingat kejadian ini terjadi jam berapa. BTW, jam-jam itu fungsinya buat apaan?