Tersenyumlah, Ella - Prolog

Di pojok meja itu ada sebuah foto keluarga dalam bingkai kayu sederhana. Dalam foto yang kini berdebu itu, mereka semua tersenyum, termasuk gadis tomboy yang sekarang ini tertidur dengan mata bengkak di depan laptopnya. Betapa ia ingin bisa tersenyum seperti itu lagi.

Marshella Hadiyono, nama gadis itu. Usianya sekarang ini 21 tahun dan ia hidup di Berlin, kota yang tidak pernah menawarkan kehangatan bagi para warganya. Meskipun demikian ia lebih memilih hidup kesepian di kota asing ini daripada pulang ke Jogja, kampung halamannya. Terlalu banyak hal yang ingin ia lupakan dan tinggal di tempat semua kejadian ini berlangsung tidak akan pernah membantunya menutup luka itu. Jadi, di sinilah Ella, demikian gadis itu dipanggil, menjalani hari-harinya sebagai mahasiswa di Universitas Teknik Berlin.

Everyone's changing
I stay the same...

Alunan lagu The Corrs - Summer Sunshine dari alaram handphone menginterupsi tidurnya. Pukul 7 pagi. Ia terkejut begitu menyadari di mana ia tidur semalaman, pantas saja lehernya terasa pegal. Meja belajar memang bukan tempat yang tepat untuk tidur. Tapi ia tak punya waktu untuk menghawatirkan pinggangnya yang encok. Hari ini ada presetasi yang menantinya di kampus.

Hupla! Dengan sigap ia berdiri, menuju kamar mandi dan mulai bersiap-siap sambil ditemani lantunan lagu dari laptopnya. Musik adalah cara terbaik untuk mem-boost moodnya di pagi hari. Sebelum berangkat Ella menyempatkan diri melihat penampilannya di depan cermin. T-shirt berwarna abu-abu, celana jins belel, sepatu kanvas dan tas selempang berisikan laptop dan buku-buku yang dibutuhkannya. Hmm... nggak ada tanda-tanda aku nangis semalam. Sempurna!, batinnya sambil melangkah keluar dari kamarnya dan tersenyum.

Ella tinggal di Apartemen tiga kamar bersama dua temannya, Helena dan Ritsu. Helena ada mahasiswi Amerika yang datang ke Jerman melalui program pertukaran pelajar, sementara Ritsu memutuskan meninggalkan Jepang untuk belajar piano di Universitaet der Kunst Berlin (Universitas Seni Berlin). Mereka bertiga bertemu dalam sebuah kelas bahasa Jerman di sebuah sekolah bahasa dan akhirnya bersahabat sampai saat ini, meskipun mereka berasal dari negara yang berbeda-beda dan dengan karakter yang berbeda pula. Helena memiliki ketertarikan khas cewek-cewek blonde Amerika. Mode dan cowok ganteng adalah hal terpenting dalam hidupnya. Sementara Ritsu adalah gadis Jepang yang lemah lembut dan tenang. Menurut teori Helena, karakter Ritsu dipengaruhi oleh musik klasik yang digelutinya. Ella sendiri lebih mendekati tipe yang selalu santai dan menikmati kehidupannya, atau setidaknya begitulah yang dilihat orang-orang sekitarnya.

"Guten Morgen! Hast du schon gut darauf vorbereitet? -selamat pagi! Sudahkah kamu mempersiapkannya dengan baik?-" Ritsu menyapanya ketika Ella melangkah masuk ke dapur bersama mereka.

"Pagi! Mempersiapkan apa?" Balasnya sambil mengambil susu kotaknya dari lemari es.

"Presentasimu siang ini."

"Aha! Sudah. Aku sampai ketiduran di depan laptop gara-gara itu," Ella nyengir melihat ekspresi mengerti di wajah Ritsu. Ini memang bukan pertama kalinya ia tidur di meja belajarnya, atau mungkin lebih tepatnya, tidur di meja belajar adalah salah satu kebiasaan Ella.

Ella berangkat setelah meneguk habis susunya dan menggedor kamar Helena yang memang minta dibangunkan jam 8 pagi. Begitu pintu apartemen menutup di belakangnya, senyum Ella langsung pudar. Ia sudah tak perlu berakting lagi sekarang, karena orang-orang asing ini tak akan pernah peduli untuk sekedar memperhatikannya. Setidaknya ia punya waktu setengah jam lagi sebelum ia harus menjadi seorang Ella yang ceria di kampus, dan itu membuatnya lega. Hari ini tidaklah semudah biasanya. Berita yang ia terima tadi malam membuat semuanya semakin sulit. Hhh... Kapan semua itu akan berakhir?, desahnya.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Akatsukileader
Akatsukileader at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
90

keren....

lanjut

Writer fairynee
fairynee at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
70

Menarik. Tp lum bs komen lbh lg.msh prolog khan?ditunggu lanjutanny ya

Writer me_everywhere
me_everywhere at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
80

Ella... Hehe.
Udah asik nih depannya. Silakan dilanjutkan.

Writer pengawal kecil
pengawal kecil at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)

Menarik,
Lanjut Gan, :-)

Writer pengawal kecil
pengawal kecil at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
80

Menarik,
Lanjut Gan, :-)

Writer purnama_semeru
purnama_semeru at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
100

baru prolog kan? Ditunggu kelanjutanya
menarik nih

Writer the_hide
the_hide at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
80

lanjutannya mana? :d

Writer angeaja
angeaja at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)

prolognya baru dimulai dan selesai ditulis bbrp menit yang lalu..^^
lanjutnya masih menggantung di kepalaku.

Writer d757439
d757439 at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)
100

Pengetahuan km luas juga

Writer angeaja
angeaja at Tersenyumlah, Ella - Prolog (11 years 43 weeks ago)

Udah lama banget g nulis cerita d sini. jadinya butuh 7x update baru akhirnya formatnya bisa bener. hehehhe..^^
ditunggu kritik dan sarannya...