(2) Nalan : Ada Apa Dengan Cacing??? --- seri C ---

Ternyata sulit untuk melakukan pemutusan hubungan. Andai saja Vella tak memakai pakaian yang sama seperti saat kami memulai hubungan cinta ini, mungkin akan lebih mudah bagiku untuk melakukan hal ini.

"Kau cantik sekali hari ini, Vella."
Dan sialnya, aku tak pernah bisa berbohong di hadapannya.
"Terima kasih, Nalan. Dan kau... insomsomsek lagi?"
Aku ketahuan. Bedakkan tak mampu menutupi kegelisahan tadi malam. Dan bukan hanya aku yang menghela nafas, Vella melakukan hal yang sama di saat yang hampir berbarengan.

Pandangan kami berdua tertuju ke arah peri-peri kecil yang sedang berlari-lari ceria di tengah Padang Rumputil. Beberapa peri kecil memegang seutas tali di tangan mereka, di ujungnya terikat berbagai jenis layangian berwarna-warni. Bebarapa peri remaja bercanda-tawa, duduk di atas rumputil dengan mesranya. Aku sadar kini, aku salah memilih tempat.

"Apakah kita hanya akan melewati sisa hari ini dalam hening?"
Aku terhenyak. Sepuluh menit terlewati tanpa ada kata-kata. Bangsa peri sangat menyukai keteraturan. Dan biasanya, aku akan memulai kencan dengan memberikan Bunga Supa khusus kepada Vella, berisi puisi-puisi romantis yang akan menciptakan senyuman yang paling indah di dunia.

Hari ini, aku tidak membawa sekuntum supa pun. Hanya secarik kertas berisikan puisi sedih. Aku mau putus... walau aku tahu, aku tidak mau. Tapi aku harus...

Aku tersenyum singkat. Dan sepertinya Vella tahu makna di balik senyum getir itu. Wajahnya terlihat mendung. Menambah berat keputusan yang akan kuberikan.

Hhhh...

Dan kami kembali berdiam diri. Hingga satu saat dimana sebuah bolahan terlempar tepat ke dalam pondok, dimana kami berdua berada kini. Kutangkap, lalu meledak.
------------ ADA SATU - TAPI DUA! APA ITU??? --------------
"Mata Loe JULING!" jeritku.
Tak biasanya aku latah. Namun disaat aku sedang mengonsentrasikan pikiran untuk mencari cara terbaik untuk mengatakan niatku, bola itu meledak.

Tanganku tetap menunjuk ke arah Vella selama beberapa detik. Vella terkekeh - wew! - DUA Vella tepatnya!! Aku linglung sesaat... Sejak kapan Vella punya kembaran?

Menyadari kebingunganku, membuat Vella semakin tertawa. Agh... Aku sadar kini. Secara refleks, aku pun memperagakan jawaban dari teka-teki tadi. Mataku menjuling, bibirku maju ke depan. Fiuuh... Pastilah saat ini wajahku jelek luar biasa.
"Maaf, Vella. Aku tadi..."
"Sudahlah." Senyuman dan semu merah di pipinya. Benarkah aku yakin akan memutuskannya?

Seekor peri kecil berlari kecil ke arah pondok kami.
"Kakak peri-ti yang cantik. Ada ngeliat bolahan nyasar kemari, gak?"
Vella tersenyum ramah, "Teka-tekinya udah dijawab tepat oleh kakak Nalan, dik."
Peri kecil itu melirikku, "Huhh! Kan teka-teki itu buat temenku!" mulutnya mulai cemberut. Aku paling tidak suka melihat peri kecil menangis. Kucari-cari penjual bolahan di sekitar.
"Yuk! Kakak beliin kamu bolahan lain. Jangan nangis ya... Kakak beliin DUA!"
"CIHUY!" wajah peri kecil itu menjelma ceria kembali.

Setelah membelikan dua buah bolahan kepada peri kecil itu, aku kembali ke pondok membawa beberapa untuk Vella.
"Yuk, cantik! Kita main..."
Bolahan adalah salah satu kenangan termanis kami berdua. Vella beranjak dari tempat duduknya dan menyambut dua bolahan yang kusodorkan.

"Jangan sulit-sulit, ya!" ucapku, sebelum Vella menutup matanya, mengangkat bolahan ke atas udara, sampai akhirnya bola itu memendarkan sebentuk cahaya. Sebuah pertanyaan telah dimasukkan.
"Hanya satu kesempatan untuk menebak!" ucapnya dan melempar bola itu ke tengah Padang Rumputil.

Bolahan memantul liar. Aku cukup kewalahan untuk menangkapnya. Memang sengaja kupilih bola level expert agar lebih seru.
"Ayo, Nalan! Kamu bisa!!" dan Vella seolah cirlider di sisi lapangan.
"YA! AKU BISA!!"
Aku tertawa, dia gembiara. Beberapa peri kecil dan remaja menghentikan kegiatan mereka demi melihat perjuanganku.
"Orang GILA!" jerit sang penjual bolahan.
"Itu adalah bolahan expert plus extra energy!!"
Informasi itu menciptakan kata "WOW!" tergumam dari para penonton.
"Ayo, Nalan!" jeritan Vella bertambah semangat. Tawanya terlihat lepas tanpa beban. Membuat kenanganku bersamanya terlintas jelas. Bolahan adalah salah satu dari kenangan itu.

Tepuk tangan penonton membahana di saat bola itu berhasil kutangkap. Standing Applause!! Hahaha. Dan aku membungkukkan badan sebagai ucapan terima kasih.
--DARR!!--
Ledakan pertama dari bola itu mengeluarkan isi pertanyaan di dalamnya.
------------ SIAPAKAH PERI-TI YANG PALING KAMU CINTAI? --------------
Semuanya terdiam, termasuk aku. Vella telah menjebakku.

Semuanya terdiam, dan aku pun masih terdiam. Kutundukkan wajah memandangi rumputil-rumputil hijau di atas tanah. Jawabanku berupa bisikan, berharap tak terdengar oleh siapapun.
"Vella..."
Jika salah, bolahan akan meledakkan cairan pekat lendir putih. Dan yang terjadi kini adalah ledakan berisi glitter mengkilap warna-warni.

"Yup! Vella! Jawaban yang benar-benar dari hati!!" jerit bolahan sebelum meledak.
Semua yang menonton bertepuk-tangan, beberapa melakukan siulan nyaring bersahutan. Hal yang sam pernah terjadi... dua tahun lalu, di tempat yang sama, jebakan yang sama.

"Terima kasih, Nalan." ucap Vella ketika aku menghampirinya. Dan aku tidak membalas senyuman itu, melewati sosoknya, dan kembali duduk di dalam pondok.
Beberapa detik kemudian, mampu kudengar isak tangis tertahan dari Vella yang berdiri membelakangiku.
"Duduklah..." pintaku.

Bolahan pernah meyakinkan hatiku untuk mencintainya.
Bolahan pulalah yang kini membulatkan tekadku untuk meninggalkannya.
Hal ini tidak bisa diteruskan. Puisi yang sempat ragu kuberikan akhirnya berpindah tangan.

-- Batu ini, tak lagi berbentuk liat ------------

Berjam-jam tak dapat tidur, aku mencoba merangkai puisi perpisahan yang manis. Namun hanya itu yang dapat kutulis.
Vella mengerti...
Lalu berlalu pergi...
Dan aku telah membiarkanku takdirku dalam sepi...

* Bersambung...

Read previous post:  
130
points
(743 words) posted by Super x 13 years 2 weeks ago
92.8571
Tags: Cerita | Cerita Bersambung | dongeng | dunia peri | fantasy | nalan | super x
Read next post:  
60

Jaaaaaaaahh..
yang ini gak lucu kayak biasanyaa...
:(

100

Salam kenal dari rockerarium, lain waktu aku mau deh baca karya-karyanya. Sampai jumpa SUPER X, dari rockerarium is nice.

80

Menunggu lanjutannya saja, deh Om ^^

dewi pujangga wrote:
Menunggu lanjutannya saja, deh Om ^^

Inso oloh.... Lebaran nanti liburan sebulan... Diusahakan agar dapat selesai bulan 9, agar bisa dikirim ke penerbit. Hehe...

@ alibaba:
- harap dimaklumi bro. permainan alurku emang rada acak. btw... alur dari seri 1 ato alur seri ini doank?
- kalo soal efek nanggung, hehe. maklum juga. hanya punya waktu 3-4jam perminggu untuk menulis. maunya siy sehari bisa nulis 3000kata. tapi hanya inilah yg bisa kusisihkan. tar deh wktu liburan ramadan + lebaran. inso oloh bisa 1500 kata perhari.

90

hah hah hah........bagus bagus
ohya, liat punyaku juga disini

Tom_Hirata wrote:
hah hah hah........bagus bagus
ohya, liat punyaku juga disini

Thx. Okay... segera meluncur ke TKP.

100

keterangan bolahan itu bener tah om?
kyaaaa... nalan tega bener seh mutusin aku kyaaaaa
btw ini masih flashback yak bang
di tunggu lanjutannya, aku lg males kritik, pengennya klitikin bang hahahahah
*KABURRRR

Yach... ketika ada yang berbeda dalam hati... mau tak mau mereka harus putus ^^,)
--- btw... klitikan>???? hak hak... jangan di sini donk, hon! ---

80

Hansa-Plash???? :D

komen ceritaku juga..
di tunggu cacimakinya... :D :)

90

wah.... lanjutannya!

Hwoo... Tadi posting ini buru-buru. :D Telat masuk kantor.
*********
sumber: wikiperi.co.id
BOLAHAN adalah permainan favorit peri kecil dan remaja semenjak tahun 1998. Dikreasikan oleh seorang peri remaja kreatif dari Indonesia, bernama: Hansa Plash. Benda berbentuk bola dengan nama awal penciptanya menjadikan nama permainan ini BOLA-HAN.
*
----- CARA BERMAIN -----
- Genggam erat bolahan menggunakan dua buah tangan, dan angkat ke atas udara.
- Konsentrasikan sebuah teka-teki sampai bola memendarkan cahaya, yang berarti pertanyaan dan jawaban telah masuk ke dalam bola itu.
- Lepaskan bola, dan ia akan bergerak liar. Terbagi 3 level bola: pemula - menengah - dan expert. Semakin tinggi levelnya maka semakin liar bola tersebut bergerak. Sang penjawab harus dapat menangkap bola itu.
- Ketika bola tertangkap, otomatis akan meledakkan pertanyaan di dalamnya. Pemberi jawaban dapat menentukan berapa kesempatan menjawab (maks: 3x)
- Jika jawaban benar... maka bola sekali lagi meledak dan mengeluarkan glitter warna-warni. Namun jika salah... maka bola akan meledakkan cairan pekat lendir berwarna putih, yang akan membasahi peri yang memegang bola itu.
*
----- TINGKAT LANJUT -----
Di kemudian hari... Teknologi Bolahan dimodifikasi demi kepentingan penyelidikan. Peri-peri berkemampuan khusus dapat memasukkan opsi -TES KEJUJURAN- ke dalam bola tersebut. Untuk dapat menguasai kemampuan ini, seekor peri harus terlebih dahulu dididik di sekolah khusus.
------
------
------

80

bolahan itu apa ya, Om?
trus Cheerleader ditulis begitu bikin aku sedikit bingung :D
.
om, mohon komentarnya di karyaku yang berjudul: Salahkah Bila Aku Berharap Bisa Menggapaimu, karena ingin sekali aku novelkan (kalo memenuhi standart), makasih om :)