Bunga Paling Spesial

Vincent’s Birthday Party


on February 8th
at Vincentia’s house
P.S. Vincent loves flower, especially, Rose.

“Hey, lusa kalian bisa datang ke pesta ulang tahunku? Jangan lupa bawa kado untukku ya” kata Vincent riang sembari membagikan undangan ulang tahunnya kepada teman sekelasnya. Dan langsung saja murid-murid putri mengerubungi Vincent, bertanya akan seperti apa pestanya.
“Wah.. asik sekali. Pesta ulang tahunmu pasti meriah sekali ya” kata salah seorang temannya dengan antusias.
“Iya, pastinya!”

Kerumunan itupun bubar setelah bel pulang sekolah berbunyi.

“Aku bingung, mau kasih Vincent kado apa. Menurutmu?” Tanya Meta
“Apa ya? Mungkin sesuatu yang bermotif bunga mawar?” balas Lulu

Teman-teman Vincent pun mulai sibuk mencari kado ulang tahun untuk Vincent. Begitu juga dirumah Vincent yang sibuk mempersiapkan acara ulang tahun Vincent.

“Papa, pokoknya aku mau semua sempurna untuk pesta ulang tahunku ini” pinta Vincent yang hanya dibalas senyuman dan anggukan pertanda iya oleh papanya.


Tiba pada hari ulang tahun Vincent. Siang itu rumah Vincent dipenuhi oleh teman-temannya dan sanak saudara. Pestanya sangat meriah. Dekorasinya dipenuhi dengan macam-macam bunga. Tetapi tidak ada bunga mawar didekorasi pesta itu. Satu-satunya bunga mawar disitu adalah Vincent. Ia menggunakan gaun putih dengan aksesoris mawar sebagai pemanis.

Kini saatnya membuka kado didepan teman-temannya. Vincent membuka kadonya satu per satu sambil tersenyum bahagia. Ada yang member syal bermotif mawar, bando mawar, bingkai foto dengan hiasan mawar, bantal berbentuk bunga mawar. Bahkan ada juga yang memberi seikat mawar yang masih segar.

Semua kadonya terlihat mahal, namun ada satu bungkusan kado lagi yang belum ia buka. Berbungkus kecil dan kini Vincent semakin penasaran. Ketika dibuka Vincent terkejut. Itu hanya sebuah pembatas buku dari bunga mawar merah yang di awetkan. Mana mungkin bisa? Aku mendapatkan banyak hadiah yang bagus-bagus. Tetapi ini murahan, seperti buatan sendiri. Itulah yang ada dibenak Vincent dengan raut muka mengejek. Teman-temannya pun tertawa melihat pembatas buku itu.

Seseorang menghampirinya.


“Itu adalah hadiah dariku. Mawar merah itu sengaja aku tanam sendiri berbulan-bulan yang lalu dan kuawetkan untuk menjadi pembatas buku untukmu. Maaf, karena kukira kau akan menyukainya” Kata Rino dengan sedih.
“Vincent, bukankan itu pembatas buku yang cantik? Mawar merah adalah kesukaanmu bukan?” Tanya papa, berusaha agar suasana menjadi membaik.

Rino meminta maaf lagi pada Vincent, dan kemudian pergi meninggalkan pesta yang meriah itu.
Namun sebelum Rino sempat meninggalkan pesta itu, Vincent berkata, “Rino, jangan pulang. Pembatas buku buatanmu adalah kado ulang tahun yang bagus. Dan ini adalah bunga yang paling spesial”

-------------------------The End-----------------------

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer Fany Ijo
Fany Ijo at Bunga Paling Spesial (11 years 36 weeks ago)
60

setuju ma laennya.

Writer Valkyrie
Valkyrie at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
60

Penggunaan nama Vincent untuk karakter seorang cewek rasanya nggak pas menurutku. Biarpun tidak ada larangan menggunakan nama yang maskulin untuk nama karakter cewek.

Aku agak bingung, tiba-tiba karakter Rino bisa mempunyai ide menggunakan bunga mawar sebagai kadonya sedangkan diawal ia tidak tahu apa-apa. Aku berpikir begitu karena diawal ia tidak kau ceritakan dan tiba tiba voilaa ia muncul sebagai sosok yang dapat menarik perhatian si tokoh utama dengan kadonya.

Writer leo-yusuf
leo-yusuf at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
70

Intinya, kta harus menghargai pemberian dari orang lain ya.... bingung...

Writer Chie_chan
Chie_chan at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
70

s7 banget2 ma akina-san 0_o

Writer prince-adi
prince-adi at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
50

humm terus menulis

masih....dasar

Writer blue_amaranthine
blue_amaranthine at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
50

Masih kurang nangkep maksudnya. Temen2nya baik banget. Baru sadar kalo Vincent itu nama cewe. Si karakter Rinonya kurang ngena sih menurutku agak terlalu kaku. Mungkin bisa lebih dikembangin biar ngena. Trus buka kado kayanya gak pas pesta ultah deh. Tetep semangat y!

Writer panah hujan
panah hujan at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
80

Hmmm, romantis ending-nya. Tapi dengan pemilihan nama Rino dan Vincent, aku jadi engga jelas dengan gender si tokoh. Haha.

Lagian aku kaget juga mengapa Rino sekreatif itu, ya? Maksudku, pas aku baca ini, aku jadi mikir lagi alasan kuat macam apa yang akan melandasi niatku sebagai seorang cowok (rendah hati, pendiam, gugupan?) untuk memberikan mawar yang diawetkan kepada teman cewek spesialku? Hmm. Kupikir kau harus sedikit tulis latar belakangnya ^^

Apa lagi, ya? Mungkin hanya masalah kau mesti membedakan kata depan 'di' serta penggunaan 'di' pada predikat.. hm, sama tambahan... penggunaan 'pun'.

Biar tulisanmu lebih enak baca di Planet Kemudian, berilah jarak antara paragraf satu dengan paragraf lainnya.

Oh, ya... aku suka foto-foto yang kau tampilkan. Jadi senyaman membaca blog pribadi.

Writer akina
akina at Bunga Paling Spesial (12 years 29 weeks ago)
60

^^
wah2... corakmu sangat dongeng sekali disini,.. cuma masih belum jelas di sini itu ngangkat tema apa.. masalahnya terlalu dangkal..
umm, btw vincent ini cewek? kalo emang cewek... kok rasanya gak pas ya :D