Masked Rider LC (The 1st Act - Part 2-)

====Ringkasan bagian ssebelumnya===
Nikki dihadapkan dengan keadaan bahwa orang tuanya akan pergi ke luar negeri pada saat ia tengah menempuh skripsinya, merasa tidak puas dengan semua itu Nikki menunjukkan sikap arogansinya kepada kedua orang tuanya. Ketika Nikki dalam perjalanan menuju kampus dia dikabari oleh sahabatnya, Indra bahwa kuliah ditiadakan dan memintanya untuk menghadiri seminar di fakultas yang berbeda. Nikki berpapasan dengan seorang ibu dan anak yang menggendong seekor kucing, namun tiba-tiba kucing dalam pelukan anak tersebut loncat dan tanpa sadar Nikki menangkapnya.
========================================================

“Aku akan mati… aku akan mati” pikir Nikki, tiba-tiba kucing dalam pelukannya loncat dan berjalan ke depan. Semua orang di sekitarnya diam, waktu serasa terhenti dan hanya dia dan kucing tersebut yang bergerak. Kucing tersebut menoleh ke belakang, matanya menatap Nikki dalam-dalam dan dengan ajaibnya tiba-tiba kucing tersebut berkata.

“Kau telah terpilih!!”.

.: The 1st Act : Seseorang yang terpilih :.
Part-2

Waktu kembali bergerak, Nikki tersadar dan melihat mobil di depannya sebentar lagi akan menghantam tubuhnya namun tiba-tiba mobil tersebut mengerem dengan sangat kerasnya dan berhenti tepat di hadapannya. Keringat membasahi wajah dan tubuh Nikki, bibirnya bergetar dan matanya melotot ke depan semua orang langsung berlarian menghampirinya dan membantu berdiri. Sopir mobil tersebut keluar dan marah-marah namun kemudian anak kecil pemilik kucing tersebut memeluk pinggang Nikki sambil menangis dan berkali-kali mengucapkan terima kasih kepadanya karena telah menyelamatkan kucingnya.

Nikki menyadari bahwa kucing tersebut masih ada dalam pelukannya. Nikki mengembalikan kucing tersebut dan melihat senyuman di wajah anak itu hatinya mulai agak tenang. Setelah meminta maaf kepada sopir mobil yang hampir menabraknya Nikki kembali melanjutkan perjalanannya, beruntung kejadian tersebut tidak menyebabkan kecelakaan beruntun karena kebetulan jarak mobil lain di belakang mobil yang akan menabraknya terlampau jauh.

Seorang gadis menghampiri Nikki dan menyapanya dengan bahasa inggris.

“Kamu gak papa?” tanya gadis tersebut.

Nikki tersenyum, “Ah gak papa” jawab Nikki juga dengan bahasa inggris.

“aku bingung apakah tadi adalah tindakan paling berani atau tindakan paling bodoh yang pernah aku lihat” lanjut gadis tersebut. Nikki tersenyum dan masih terus berjalan meninggalkan gadis tersebut yang hanya bisa memandanginya.

Nikki memikirkan kata-kata kucing yang diselamatkannya tadi, apakah itu hanya sebuah khayalan tingkat tinggi ataukah kenyataan. “Apa maksud kata-kata telah terpilih yang di ucapkan kucing tadi yah?” gumam Nikki sambil berjalan perlahan karena kakinya masih gemetar dari kejadian tadi. Sebuah angkot berhenti di dekat Nikki dan menurunkan penumpang, kesempatan ini tidak di sia-siakan olehnya dan diapun langsung masuk ke dalam angkot tersebut dan segera menuju fakultas kebudayaan,

Akhirnya Nikki sampai di graha serba guna fakultas kebudayaan. “Nik, kau lama sekali” seru salah seorang pemuda yang menghampirinya.

“Maaf, tadi macet sekali” jawab Nikki kepada Indra, satu-satunya teman Nikki yang paling setia.

“Ah sudahlah seminar sudah mau dimulai nich” lanjut Indra sambil menarik tangan Nikki. Mereka berdua memasuki ruang seminar dan duduk di deretan tengah. Nikki membuka printout tentang seminar yang di ambilnya dari meja di pintu masuk.

“The connection between past and the future” ucap Nikki membaca judul yang tertera pada printout tersebut. “Heh. sejak kapan kamu suka arkeologi?” tanyanya kepada Indra.

“Oh tidak, aku cuma ingin lebih tahu soal arkeologi, apalagi pembicaranya ini profesor dari luar negeri” jawab Indra.

“Wow.. serius ?”

“Iya aku serius, liat aja tuh nama pembicaranya”

“Hm… Profesor doktor Steward Vangard, wow.. beneran nich?”

“iye.. aku juga tidak mengerti fakultas dapat duit darimana bisa memanggil orang”

“Permisi, apakah saya boleh duduk di sini?” tiba-tiba seorang gadis yang berbicara dengan bahasa inggris berada di samping Nikki dan meminta ijin untuk duduk di sebelahnya. Ketika Nikki menoleh ternyata gadis tersebut adalah gadis yang menyapanya di jalan setelah kecelakaan yang menimpanya terjadi.

“Oh… kau pria yang tadi” seru gadis tersebut dan langsung duduk di kursi sebelah Nikki padahal dia sama sekali belum mendapatkan jawaban dari Nikki soal ijin yang dimintanya. “Seraphina, Seraphina Vangard Michellandra. Tapi bila kamu susah mengeja ‘phina’ kamu bisa memanggilku Sera saja” ujar gadis itu sambil mengulurkan tangan untuk bersalaman.

“Nik..”

Sebelum Nikki selesai bicara Indra langsung menjabat tangan Sera dan memperkenalkan dirinya.

“Indra laksamana Putra”. Seru Indra dan Sera tersenyum, Nikki yang kaget karena Indra langsung menyambar tangan Sera hanya bisa mengkerutkan dahi. “Aku, Kamu.. boleh teman jadi, hehehehe” lanjut Indra dengan bahasa inggris yang terbata-bata dan tentu saja membuat Sera tertawa kecil. Tidak lama kemudian moderator masuk dan membuka acara seminar.

“Selamat siang semua para hadirin yang tercinta, bapak-bapak ibu-ibu rekan dewan, dosen dan juga hadirin sekalian, dan juga tidak lupa para mahasiswa yang kami cintai. Kalian tau dong ada filosofi yang mengatakan bahwa tanpa ada masa lalu maka tak akan ada masa depan. Nah kalian tau tidak kalau sebenernya sejarah masa lalu menyimpan misteri-misteri dan juga kekayaan budaya yang sangat besar. Karena dari itu kami selaku panitia menyelengarakan sminar ini untuk memperkenalkan pada saya sendiri khusunya dan juga pada para hadirin umumnya tentang pentingnya nilai-nilai masa lalu untuk masa depan. Sekarang mari kita beri tepukkan meriah untuk pemateri kita, Profesor doktor Steward Vangard” Ujar moderator membuka seminar sekaligus memperkenalkan pemateri.

“Vangard, hei. kenapa kamu bisa punya nama belakang sama dengan pemateri itu?” tanya Nikki kepada Sera dan membuatnya tersenyum.

“Dia ayahku” jawab Sera.

“wooow…. Dia bapak kamu?” ujar Indra.

“ooh… hebat juga” seru Nikki dan kembali menyimak jalannya seminar. Profesor steward memulai seminar dengan menjelaskan peradaban terdahulu tentunya dengan bahasa inggris, kisah suku maya, inca dan sebagainya. Kehebatan bangsa viking dan juga mitologi yunani tidak lepas dari pembicaraannya. Seminar tersebut tidak seperti seminar biasa, namun lebih seperti acara dongeng tentang masa lalu. Peserta seminar sangat antusias dengan teori-teori yang diutarakan oleh profesor tentang bagaimana peradaban masa lalu sudah sangat lebih maju.

“Pada tahun 1972, Sebuah pabrik Perancis mengimpor bijih uranium dari Gabon, dan secara mengejutkan menemukan bahwa uranium itu sudah pernah diekstraksi. Uranium alami mengandung 0,7202% uranium-235, isotop yang dapat dibelah menjadi atom yang terkandung dalam bahan bakar nuklir, tetapi uranium di Oklo, Gabon mengandung kurang dari 0,3%. Maka ilmuwan dari seluruh dunia berkumpul di Gabon untuk menyelidiki fenomena ini. Mereka telah menemukan bahwa itu adalah reaktor nuklir bawah tanah yang dirancang dengan teknik yang sangat tinggi yang berada di luar kemampuan pengetahuan ilmiah kita sekarang.” Ujar Profesor Steward.

Berita itu memang sempat mengguncang dunia penelitian dan juga membuat para arkeolog berpikir jutaan kali tentang bagaimana mungkin reaktor nuklir tersebut sudah ada sejak 1,8 milyar tahun lalu dan telah digunakan selama 500 ribu tahun.

Nikki mengikuti seminar tersebut dengan seksama dan tanpa di sadari olehnya, Sera memperhatikan Nikki sambil tersenyum. “Apakah kalian tahu dengan mitologi norse yang bertajuk RAGNAROK?” tanya profesor Steward kepada peserta seminar yang langsung di-iyakan oleh sebagian peserta yang kebanyakan mahasiswa.

Ragnarok merupakan legenda mitologi norse tentang beberapa kejadian, namun ragnarok itu sendiri lebih banyak dikenal oleh orang-orang dengan kisah peperangan antara dewa valhala dengan monster-monster suruhan loki. Ragnarok banyak digunakan sebagai judul film, game, komik dan juga kisah-kisah lain sehingga tidak asing di telinga para peserta terutama yang mahasiswa.

“Mitologi ini banyak mempengaruhi sudut pandang rakyat norse dan tentunya dibawa sampai ke jaman modern. Banyak peninggalan-peninggalan berupa artefak, surat-surat kuno yang diturunkan secara turun temurun.” Lanjut profesor Steward. “Tapi tahukah kalian bahwa ada kisah lain sebelum kisah tersebut terjadi?” Tiba-tiba profesor Steward berkata sesuatu yang membuat Nikki terkejut.

“uppss… tapi kita tunda kisah itu untuk lain kali” ujar profesor steward menyudahi kisahnya dan jelas membuat Nikki dan sebagian peserta merasa penasaran. Nikki merupakan seorang gameholic dan kisah tentang Ragnarok cukup disukai olehnya. Berawal dari ketika dia melihat sebuah pesawat super canggih yang ada dalam game Final Fantasy VIII yang bernama Super High Mobility Flying Ship Ragnarok, Nikki mulai mencari tahu tentang kisah dibalik nama Ragnarok tersebut dan tentu dia terkejut ketika mengetahui bahwa ada kisah lain yang terjadi sebelum peristiwa Ragnarok tersebut terjadi.

Seminarpun terus berjalan dan pada sesi tanya jawab ada mahasiswa yang menanyakan tentang kisah sebelum ragnarok terjadi namun lagi-lagi profesor menolak untuk menjelaskan.

“ehem. oke, bagi yang ingin tahu tentang kisah itu kalian boleh datang langsung ke apartemen saya dan saya akan menceritakannya. Saya takut bila saya ceritakan di sini maka akan merusak tatanan sejarah yang sudah ada. Temui saya setelah seminar ini dan saya akan memberikan alamat apartemen saya.” Ujar profesor steward.

Akhirnya seminarpun usai dan semua peserta keluar dari ruangan. Tidak ada peserta yang terlihat menemui profesor steward untuk meminta alamatnya.

“Hei.. apa aku boleh tahu alamat rumahmu?” tanya Nikki kepada Sera dan dibalas oleh gadis manis itu dengan senyuman.

“Tentu..” jawab Sera.

“heh.. kamu mau kerumahnya Sera yach, Aku ikut dong.” ujar Indra kepada Nikki

“Aku hanya ingin tahu tentang kisah sebelum ragnarok itu, tapi kalo kamu mau ikut ya terserah” jawab Nikki.

“Oke.. kalau begitu nanti sore aku kerumahmu yah” ujar Indra.

“Aku akan bilang ke ayah, aku tunggu kalian sekitar jam delapan sore, Oke?” sahut Sera dan langsung di-iyakan oleh Nikki dan Indra.

Sesampainya di rumah, Nikki menyadari bahwa orang tuanya telah berangkat dan kemudian dia langsung menuju kamarnya dan menjatuhkan diri di atas kasur. Nikki memandang langit-langit kamarnya dan kemudian mulai memejamkan mata untuk beristirahat sedangkan di tempat lain, Sera dan profesor steward juga baru sampai di apartemennya.

“Yah, nanti akan ada yang kesini, dia salah satu peserta seminar tadi dan tampaknya sangan berminat tentang kisah lain dari ragnarok.” Ujar Sera.

“Oh.. tampaknya anak ayah sudah mendapatkan teman di sini, padahal ayah meminta untuk menghubungi bila ingin tahu alamat, eh ternyata malah menghubungi anak ayah ini yah ..hohohoho..” Ujar Profesor Steward sambil tertawa.

“Yah, aku akan ke supermarket terdekat untuk membeli bahan makanan.”

“Loh, kenapa tidak minta manajemen apartemen untuk membawakan kita makan?”

“Aku ingin memasak yah, ayah tenang saja ini khan bukan pertama kalinya aku ke Indonesia dan aku bisa bahasa Indonesia walau sedikit.” Ujar Sera meyakinkan ayahnya dan tampaknya dia diberikan ijin.

“Oke.. tapi jangan sampai terlalu sore, dan berhati-hatilah” sahut Profesor Steward.

Setelah diberikan ijin Sera langsung melenggang keluar ruang apartemen dan bergegas ke supermarket. “Hmm.. sudah lama sekali aku tidak ke Indonesia, mungkin jalan-jalan melihat sekeliling bukan ide yang buruk” ucap Sera setelah berada di luar apartemen.

Profesor Steward mulai membereskan meja kerjanya dan meletakan arsip-arsip sejarah dan mitologi di sana. “Sudah lama sekali aku tidak menceritakan kisah itu, kisah yang mungkin terkesan bodoh dan tidak akan dipercayai” gumamnya sambil tersenyum dan meletakan sebuah bingkai foto berisi foto dirinya dan tiga orang lain di sampingnya tiba-tiba Handphone milik profesor berbunyi. “hallo, Steward di sini” sahutnya dan terdengar suara balasan dari handphone tersebut yang kemudian membuat raut wajahnya berubah.

“Hoahm…” Nikki terbangun dari tidurnya dan langsung melihat ke arah jam. “HAH.. JAM SETENGAH TUJUH??” pekik Nikki dan langsung loncat dari tempat tidur. Nikki meraih handphonenya untuk menghubungi Indra namun ternyata ada pesan masuk dari Indra yang berisi bahwa dia tidak jadi ikut. “Ah sial…” gumam Nikki dan langsung berlari ke arah kamar mandi. Setelah selsai mandi Nikki bergegas ganti baju dan berlari ke arah garasi, menyalakan mobil dan bergegas keluar. “Loh mas Nikki mau kemana?” tanya mang Kasdi.

“aku mau keluar dulu mang tolong jaga rumah yah.”

“Oh beres mas.. hati-hati yah mas”

“Oke mang, saya berangkat”

Nikki pun berangkat menuju apartemen profesor Steward.

“Now and forever until the time is trough., I’ll be standing here.” Sera memasuki Apartemen sambil bernyanyi dan membawa banyak barang belanjaan. “Aku akan memasak sesuatu yang istimewa, aku tidak menyangka di Indonesia bahan-bahan makanan seperti ini murah sekali. Pantas tidak bisa bersaing di pasar global.” Gumamnya seraya memasuki lift.

Nikki sampai di apartemen dan setelah memarkir mobilnya dia segera berlari ke dalam dan menuju lift. Sera sampai pada lantai 9 dan mulai berjalan menuju kamar apartemennya. “Ayah aku pulang” ujarnya sambil membuka pintu dan tiba-tiba matanya terbelalak, belanjaannya jatuh ke lantai dan bibirnya bergetar.

Nikki sampai di lantai 9 dan melihat jam tangannya. “Oh sial.. jam 08.30..” gumamnya dan segera menuju ke kamar profesor Steward. Sambil melihat nomor yang ada di papan pintu Nikki segera mengetahui dimana tepatnya kamar itu dan dia melihat dari kejauhan bahwa kamar tujuannya terbuka. Nikki meperlambat langkahnya dan memperbaiki penampilannya.

“Selamat Sore maaf saya terlam…”

Belum selesai berucap mata Nikki ikut terbelalak karena dia melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya dalam hidup ini.

Read previous post:  
33
points
(1199 words) posted by ragnafox 12 years 14 weeks ago
66
Tags: Cerita | fanfic | cerbung | FANFIC | kamen rider | longcat | ragnafox
Read next post:  
100

Bagus-Bagus Penasaran Ane, Setuju sama 145

Oke.. akan ku perbaiki untuk dialog bahasa inggrisnya.
untuk masalah kenapa profesor steward tidak menceritakan tentang penelitiannya karena ada sejarah lain di balik itu yang mengharuskannya untuk menyembunyikannya... dan tentunya ada maksud lain dibalik undangan profesor ke apartemennya.

namun seperti yang kita ketahui, kebanyakan anak muda tidak akan mengindahkan ajakan seperti ini. Mungkin hanya segelintir pihak saja. Beberapa mahasiswa mengikuti seminar tidak untuk mencari ilmu melainkan mencari point soft-skill apalagi bila seminar tersebut gratis.

Writer 145
145 at Masked Rider LC (The 1st Act - Part 2-) (12 years 14 weeks ago)
90

Yang jadi perhatianku:
>Mungkin sebaiknya dialog yang diucapkan dalam bahasa inggris ditulis dengan font italic, agar lebih jelas.
>Lalu tentang ceramah sang professor, mungkin bisa sedikit lebih detil.

Selain itu, menurutku undangan si profesor agak janggal, bagaimana kalau semua peserta seminar ingin mendengar misalnya. Juga, tidak ada salahnya, jika dijelaskan status penelitian atau teori si profesor dalam kalangan akademisi, apakah dipercaya atau dianggap eksentrik, apakah banyak yang meneliti atau cuman segelintir ilmuwan saja.