Masked Rider LC (The 1st Act - Part 3 end-)

===Ringkasan Bagian Sebelumnya===
Setelah kejadian yang hampir merenggut nyawanya dan pertemuannya dengan kucing ajaib yang bisa bicara, Nikki sampai di acara seminar dan berkenalan dengan seorang gadis bernama Sera yang ternyata adalah anak dari pembicara acara seminar tersebut. Nikki dikejutkan dengan kata-kata profesor Steward yang tidak lain adalah pembicara seminar bahwa ada kisah lain dari Ragnarok. Berbekal alamat yang diberikan oleh Sera, Nikki pergi ke apartemen profesor steward pada sore harinya untuk mendapatkan kisah lebih lanjut. Sesampainya di sana bukan kelanjutan kisah yang didapat melainkan mimpi buruk.

=====================================================
Nikki sampai di lantai 9 dan melihat jam tangannya. “Oh sial.. jam 08.30..” gumamnya dan segera menuju ke kamar profesor Steward. Sambil melihat nomor yang ada di papan pintu Nikki segera mengetahui dimana tepatnya kamar itu dan dia melihat dari kejauhan bahwa kamar tujuannya terbuka. Nikki meperlambat langkahnya dan memperbaiki penampilannya.

“Selamat Sore maaf saya terlam…”

Belum selesai berucap mata Nikki ikut terbelalak karena dia melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya dalam hidup ini.

.: The 1st Act : Seseorang yang terpilih :.
Part-3

Nikki menatap tajam ke dalam kamar. Dia melihat professor Steward dicekik lehernya oleh sesosok makhluk yang menyeramkan. Sepintas makhluk tersebut terlihat seperti ular namun berdiri dengan dua kaki dan bertangan dua layaknya manusia. Nikki terdiam dan melirik kebawah, di lihatnya Sera terduduk kaku menatap kejadian tersebut.

“Ra….”

Tiba-tiba professor Steward bersuara dengan perlahan. Makhluk yang mencekik professor perlahan mulai menoleh ke arah Nikki dan Sera. Profesor Steward langsung mengcengkram leher makhluk tersebut dan berteriak.

“RUUUUUUUNNNNNNNN!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”.

Nikki dan Sera tersentak dan secara reflek langsung berlari keluar ruangan sambil menjerit. Terdengar suara gaduh di dalam ruangan dan ketika Nikki menoleh kebelakang sambil berlari dia melihat sosok makhluk tersebut yang keluar dari ruangan dan mulai mengejar dirinya dan Sera.

“Sera cepat!!!!!!!!!” jerit Nikki yang langsung menarik tangan Sera yang berlari sambil menangis dan berusaha secepat mungkin menuju lift. Mereka berhasil masuk lift namun di saat pintu mulai tertutup makhluk tersebut berhasil menahannya separuh.

Nikki dan Sera menjerit, Nikki terus menekan tombol untuk menutup pintu lift. Mereka melihat dengan jelas rupa makhluk tersebut. Hitam kelam dengan kepala menyerupai ular cobra dan bermata hijau kelam menyeramkan. Terdengar suara dari mulut makhluk tersebut yang bertaring dan juga berlendir. Suara khas monster-monster pemakan manusia di televisi. Sera teringat di saat genting tersebut bahwa ketika di supermarket dirinya sempat membeli sebilah pisau dapur yang tidak dimasukkannya ke dalam plastik belanjaan namun dimasukkan ke dalam saku jaketnya. Sera langung merogoh sakunya dengan tangannya yang bergetar, menghunus pisau tersebut dan berteriak sebelum menikamkan pisau ke mata makhluk tersebut.

“DIE, YOU FUCKING BITCH!!!!!!!!!!!!!!!!” jerit Sera. Makhluk tersebut melepaskan pegangannya di pintu lift dan mengerang. Pintu lift perlahan tertutup dan menuju lantai paling dasar. Nikki dan Sera terduduk lemas dengan nafas yang masih memburu dan keringat dingin di sekujur tubuh mereka.

“Si,Sial…. Makhluk apa tadi..” ujar Nikki sambil memperlancar nafasnya yang tersengal-sengal. Sera hanya diam dan terlihat pucat sambil sesekali air mata keluar dari matanya. Sesampainya di lantai paling bawah Nikki dan Sera berlari menuju resepsionis untuk melaporkan kejadian tersebut. Pihak keamanan langsung bergegas menuju tempat kejadian diikuti oleh Nikki dan Sera dari belakang.

“Gila… apa yang terjadi di sini??”

Salah satu sekuriti berkomentar ketika melihat beretan di dinding sepanjang lorong. Beretan seperti di cabik oleh binatang buas. Sangat beruntung lantai tersebut masih kosong dan baru professor Steward yang menempati salah satu ruangannya sehingga tidak ada korban yang lain.

Sesampainya di ruang apartemen professor, keadaan di dalam benar-benar kacau seperti terkena badai. Tidak ada tanda-tanda keberadaan professor, Sera terduduk di lantai dan menangis. Pihak keamanan menelusuri kamar dan mendapati banyak beretan serupa di dinding kamar. “Benar-benar gila… seperti pertarungan antara wolverine dan sabertooth” ujar salah seorang sekuriti. Kemudian pihak sekuriti meminta kami menunggu di lobby bawah agar tidak menghalangi proses investigasi, dan tidak lama kemudian pihak kepolisian pun datang dan memasang garis polisi. Suasana menjadi gaduh namun pihak manajemen apartemen terlihat menutupi hal tersebut layaknya tidak terjadi apa-apa. Salah seorang polisi mendatangi kami dan meminta kami untuk melihat rekaman CCTV kejadian tersebut.

Sera terlihat masih sangat shock dengan kejadian tersebut, tubuhnya yang dibalut selimut masih terlihat bergetar. “ehm.. biar saya saja yang memberikan keterangan” ujar Nikki seraya berdiri dan memandang Sera yang tidak berdaya kemudian beranjak pergi bersama polisi tersebut. Nikki masuk ke ruang keamanan dan bertemu dengan sejumlah sekuriti dan polisi di sana. Salah seorang polisi memperkenalkan dirinya.

“Inspektur Wijaya” ujar polisi tersebut menjabat tangan Nikki.

Mereka semua kemudian menatap ke arah monitor dimana diperlihatkan rekaman CCTV hari itu. Terlihat Sera dan professor memasuki ruangan, kemudian tidak lama Sera keluar ruangan. Tidak ada tanda-tanda orang lain yang datang kemudian operator mempercepat tayangan tersebut. Sera terlihat datang membawa belanjaannya dengan santai dan masuk ke dalam ruangan apartemen dan tidak lama kemudian Nikki terlihat berlari dari ujung lorong dan memperlambat langkahnya untuk masuk ke dalam ruangan.

Sosok Nikki berhenti di depan pintu cukup lama sampai kemudian Nikki dan Sera berlari dari ruangan tersebut. Semua mata terbelalak ketika melihat sesosok makhluk keluar dari ruangan dan menempelkan kukunya yang panjang di dinding sambil berlari sehingga menimbulkan beretan.

Tampilan berpindah pada kamera CCTV di lift di mana terlihat makhluk tersebut menahan pintu lift sampai akhirnya Sera menikam matanya. Semua orang di dalam ruangan terdiam melihat pemandangan yang ditampilkan di monitor yang menyerupai adegan film thriller.

“Demi Tuhan … makhluk apa itu?” gumam salah seorang polisi. Seisi ruangan menjadi gaduh karna perdebatan soal apa sebenarnya makhluk yang menyerang Nikki dan Sera. Nikki memberikan keterangan sejelas-jelasnya seputar kejadian yang menimpanya dan Sera.

“Oke Nikki, kami akan memproses kasus ini lebih lanjut. Kau dan gadis tadi bisa meninggalkan tempat ini dengan kawalan dari kepolisian.” Ujar Inspektur Wijaya.

“emh.. jika ada kabar mengenai professor tolong beri tahu kami” kata Nikki seraya menuliskan nomor ponselnya.

“Tentu, pasti akan kami informasikan. Untuk sementara ini lebih baik kau dan dia beristirahat, dan jika perlu akan saya perintahkan beberapa orang dari kepolisian untuk menjaga kalian.”

Inspektur Wijaya menepuk pundak Nikki dengan harapan akan menenangkan hati pemuda tersebut namun Nikki menolaknya dan mengatakan bahwa rumahnya cukup aman. Niki meninggalkan ruang keamanan dan inspektur Wijaya kembali menatap rekaman tadi, dahinya mengkerut setiap kali melihat sosok makhluk itu. Terlihat dari raut wajahnya bahwa dia memutar otak untuk menebak-nebak motif dibalik semua ini dan juga makhluk apakah yang terjadi tersangka dalam kasus ini.

Nikki berjalan menuju ke arah lobby dan menghampiri Sera. “Ser.. ayuk kita pergi.. kau bisa menginap di rumahku” ujar Nikki dengan menggunakan bahasa inggris.

“tidak.. aku tidak akan meninggalkan tempat ini tanpa ayah” Nikki terkejut mendengar jawaban Sera karena dia menjawabnya dengan bahasa Indonesia.

“Serahkan semuanya pada polisi, mereka akan segera menemukan ayahmu… sementara ini kita cuma menunggu kabar dari mereka”. Sera memandang ke langit-langit lobby dan tubuhnya yang terbungkus selimut masih bergetar. “Ayo... kita pikirkan apa yang harus kita lakukan selanjutnya besok, kita harus istirahat terlebih dahulu”. Nikki mengulurkan tangannya, perlahan Sera menggapainya dan berdiri. Kemudian dikawal beberapa polisi bermobil mereka pergi ke rumah Nikki.

============End Of 1st Act=========================

Read previous post:  
19
points
(2050 words) posted by ragnafox 12 years 26 weeks ago
63.3333
Tags: Cerita | fanfic | cerita | FANFIC | kamen rider | ragnafox
Read next post:  
60

good lah

Untuk kata makian, kita tidak bisa mengelakan bahwa orang luar negeri sering kali bertindak outrageous alo lagi panik. (Beberapa film-film monster luar terlihat seperti itu).

Kamera CCTV pada apartemen tempat di mana profesor tinggal ada di bagian lorong dan juga di dalam Lift. Bentuk lorongnya menyerupai Huruf L dimana CCTV pertama ada di baris garis "|"dan satu lagi tepat pada depan lift dan di dalam lift namun kamera CCTV tidak menjangkau lorong kecil pada garis "_" menuju pintu lift.

60

-__- aku tak suka penggunaan kata makian.

Kurasa bagian ini lumayan bagus, ada aksinya. Tapi kenapa monsternya cuman terekam sekilas di CCTV, menurutku cukup aneh, bisa teleportasi?