Cintamorfosa1_Kiera Osman

Aku tak pernah tahu kau mencintaiku atau tidak. Rasanya aku ingin kembali mengulang tahun-tahun kebersamaan kita. Kebersamaan yang dulu terasa seperti sayur pare buatan ibuku. Pahit, kesat, tapi aku kecanduan. Kebersamaan yang kupikir hanya kunikmati seorang diri. Memandangi punggungmu saja sudah cukup bagiku beroleh rasa tenang, karena saat kau berbalik dan mata kita tak sengaja beradu pandang, hatiku jadi tak karuan. Momen seperti itu membuatku sibuk menenangkan keinginan-keinginan yang entah darimana datangnya, tapi tiba-tiba menyerbu. Ingin menatapmu lebih lama lagi, ingin menikmati getaran seperti tersengat belut listrik saat kamu menimpukku dengan senyum itu. Dan saat kau panggil namaku, ada yang meletup-letup di dadaku, hingga kadang aku khawatir kamu dapat mendengar bunyi letupannya. Sampai pada saat perempuan itu melenggang dengan kepercayaan diri yang penuh di depanku, menghampirimu, lalu bergelayut manja di lenganmu. Musnah seketika keindahan yang kurasa.

KIERA OSMAN. Namanya saja sudah mentereng orangnya apalagi. Aku tak heran melihat kamu begitu senangnya saat dia minta kamu temani ke acara 'Student Nite'. Aku juga tak heran saat orang-orang mulai membicarakan kedekatan kalian. Lalu saat kamu bilang dia menyatakan cintanya dan kalian resmi pacaran, aku sama sekali tak heran. Aku sakit. Rasanya ingin lari dari kenyataan bahwa aku takkan bisa lagi menikmati saat mata kita tak sengaja beradu pandang, karena sekarang matamu hanya akan menatap dia, bidadari yang memiliki hatimu.

Terkadang aku membayangkan, andai seperti di cerita sinetron, tiba-tiba ada konglomerat yang mengclaim aku sebagai anaknya yang dulu diculik orang atau tertukar di rumah sakit atau apapun lah itu kejadiannya, mungkin akan lebih mudah untukku. Aku bisa kabur ke luar kota atau bahkan ke luar negeri sekalian untuk menjaga mata ini agar tidak melihat putri tunggal raja outlet di bandung itu menggelayuti lenganmu. Bagaimana tidak, kita kuliah di tempat yang sama. Masih untung kita beda fakultas beda angkatan, aku tak tahu bagaimana jadinya bila kita satu fakultas dan satu angkatan. Atau paling tidak aku berharap ada hal lain yang bisa mengalihkan perhatianku, pikiranku dan bahkan hatiku dari kamu. Mungkin.

Kamu mulai terlihat jarang nongkrong di tempat biasa. Bidadari itukah yang menyita waktumu? di satu sisi aku merasa sedikit lega tidak perlu tersakiti oleh kemesraan kalian, tapi di sisi lain aku aku kangen sekali sama kamu. Aku ingin melihat kamu dengan senyum itu lagi, menyapaku lalu menawariku makanan apapun yang ada di tanganmu, selalu. Aku masih ingat, kamu paling suka makan kuwaci biji bunga matahari. Dan kebiasaan nyampahmu itu membuat si Mbah OB menjadi berang karena pekerjaannya jadi bertambah berat. Si Mbah masih dendam sama kamu sampai sekarang.

Tanpa kehadiran kamu, perkuliahan membuatku sibuk. Mungkin lebih tepat dibilang aku menyibukkan diri dengan perkuliahan. Perpustakaan, tugas kelompok, rapat himpunan mahasiswa, ketemu dosen atau sekedar kumpul dengan teman-teman di kantin belakang. Sesekali masi saja ada yang membicarakan tentang kamu dan dia, sesak dasa ini mendengarnya, tapi lama kelamaan aku mulai terbiasa. Terbiasa mencari kesibukan lain untuk menghindarkan telingaku dari pembicaraan mereka. Dua bulan, kupikir aku mulai berhasil melupakanmu. Setidaknya aku sudah tidak terlalu beharap ketemu kamu dan mencuri senyummu.

Read previous post:  
Read next post:  
Writer me_everywhere
me_everywhere at Cintamorfosa1_Kiera Osman (10 years 32 weeks ago)
80

Menarik. Saya juga sangat suka gaya-gaya yang seperti ini. Ditunggu lanjutannya! :D