Masked Rider LC (The 2nd Act - Part 2- end)

===Ringkasan Part Sebelumnya===

Setelah kejadian hilangnya profesor Steward, Nikki dan Sera sepakat untuk kembali ke apartemen dan mencari-cari informasi yang mungkin bisa ditemukan di sana. Sera teringat akan pesan ayahnya untuk menjaga sebuah koper yang dimana koper itu berisikan ikat pinggang berwarna silver metalik. Merasakan bahwa dia harus menunjukkannya Sera memperlihatkan ikat pinggang itu kepada Nikki. Ketika menyentuhnya, Nikki melihat bayangan-bayangan yang terlihat sangat nyata bahkan ketika seseorang dalam bayangan tersebut menikam wajahnya.
===============================================

Tiba-tiba dari kejauhan Nikki melihat sosok seperti manusia berdiri. Matanya besar dan merah menyala Tubuhnya berwarna hitam kelam dan memiliki telinga seperti kucing. Makhluk tersebut mulai berjalan mendekatinya dan tiba-tiba dari tangannya muncul sebilah pedang. Makhluk itu berlari menuju ke arah Nikki dengan sangat cepat dan dalam sekejap sudah berada di hadapannya kemudian menghujamkan pedang itu ke wajah Nikki.

.: The 2nd Act : Kelahiran Seorang Ksatria :.
Part -2-

“Huaaaaaaaaaa”

Nikki tersentak dan jatuh kebelakang dalam keadaan terduduk. Sera yang melihatnya spontan ikut tersentak.

“Kamu kenapa Nikk?” tanya Sera panik. Nikki masih terpaku dan keringat dingin keluar dari wajahnya. “Kamu gak papa khan??? Kamu seperti baru saja melihat setan” ujar Sera.

“Eh… gak papa.. aku merasakan ada sesuatu yang aneh pada benda itu” jawab Nikki.

“Masak? Aku tidak merasakan apa-apa” kata Sera seraya mengambil ikat pinggang tersebut dan menyematkan di pinggangnya. “Aku dulu pernah menggunakannya sekali ketika kecil namun ayah langsung memarahiku” Ujar Sera yang kemudian melepaskan kotak kecil berwarna putih yang berada di bagian depan ikat pinggang tersebut. “ini apaan yah??? “ ujarnya sambil mengeluarkan secarik kartu kosong dari sisi sebelah kanan kotak tersebut yang memang ada selanya. Ternyata di dalam kotak tersebut hanya berisikan kartu-kartu kosong tak bergambar.

“Mengapa profesor memintamu menjaga ikat pinggang ini?” Tanya Nikki.

“Emh, aku tidak tahu alasan jelasnya” jawab Sera

“Hei, ada buku petunjuk penggunaan”

Nikki menemukan sebuah buku kecil di dalam koper tersebut yang dikiranya buku panduan pemakaian, tapi ternyata buku tersebut berisikan catatan yang ditulis oleh profesor. “Ini tulisan ayah” Ujar Sera kemudian mereka berdua mulai membaca isi dari buku itu.

“Sera, Jika kau membaca buku ini maka telah terjadi sesuatu denganku. Sudah saatnya kamu tahu apa yang sebenernya terjadi dan mengapa aku memintamu menjaga isi koper ini. Semuanya bermula pada saat aku berhasil menyelesaikan penelitian terakhir di norwegia. Aku dan seluruh kru saat itu telah melakukan sebuah kesalahan terbesar yang mungkin tidak akan termaafkan. Kami berhasil membuka tabir sejarah yang seharusnya tidak terusik oleh tangan manusia. Secara tidak sengaja aku dan ketiga rekanku membangkitkan kekuatan besar yang dulu pernah memporak-porandakan norwegia. Ya, kami membangkitkan sesuatu yang dulu orang norwegia sebut sebagai, DEWA.

“Kami berhasil menyegelnya kembali sebelum dewa tersebut bangkit dengan sempurna, namun sebelum tersegel dewa itu berhasil melepaskan pengikutnya ke muka bumi ini. Sejak saat itu kami semua bertekad bahwa itu akan menjadi rahasia selamanya. Kami pikir semuanya berakhir hari itu, tapi kami salah. Dua tahun sesudahnya seluruh kru yang ikut dalam ekspedisi itu mengalami perubahan sikap dan sifat. Jiwa mereka seperti tertukar dengan jiwa yang lain dan sampai akhirnya satu demi satu mereka tewas mengenaskan. Salah satu dari orang yang berhasil ku temui sebelum tewas menyebutkan sesuatu yaitu, LAGUNA.” Nikki dan Sera saling pandang dan kemudian melanjutkan membaca.

“Setahun kemudian salah seorang rekanku mengirimkan koper ini dan mengatakan bahwa dia menemukan cara untuk melindungi diri dari kematian, yaitu dengan memakai ikat pinggang tersebut. Aku mencoba memakainya tapi tidak terjadi apa-apa. Kemudian pada suatu hari aku di hadang oleh makhluk menyeramkan yang mencoba membunuhku. Makluk tersebut memiliki kekuatan yang sangat tidak masuk akal dan sungguh mengerikan. Pada saat terpojok tiba-tiba dari ikat pinggang ini keluar sinar dan mengusir makhluk tersebut pergi. Semenjak hari itu aku merasa selalu diikuti dan dibayang-bayangi oleh kematian.”

“Aku mencoba berkali-kali untuk membuang ikat pinggang tersebut karena kurasa bahwa makhluk-makhluk menyeramkan itu mengincar ikat pinggang ini. Namun ikat pinggang ini selalu kembali kepadaku dengan cara yang tidak masuk akal. Aku mencoba menghubungi semua rekan dan kru ekspedisi terdahulu namun selalu gagal. Hanya pembuat ikat pinggang ini, yaitu prof. Kenzaki Shiro yang berhasil kuhubungi. Dia juga berubah, dari sifatnya yang sangat periang menjadi pendiam dan sinis dan aku juga merasakan tekanan ketika berbicara dengannya. Malam hari pada ulang tahunmu ke-14 aku bertemu dengan seseorang yang menggunakan jubah putih menutupi seluruh tubuhnya, orang tersebut mengatakan kepadaku hal yang sangat penting.”

“SIAPA DI SANA?????”

Nikki dan Sera terkejut ketika mendengar teguran yang ternyata di lontarkan oleh seorang polisi yang kemungkinan sedang melakukan penyelidikan lanjutan. Sera langsung memasukkan buku kecil tersebut dan menutup koper.

“Ah.. maaf, kami sedang mengambil barang yang penting” Ujar Nikki.

“Oh.. Nikki, sedang apa kalian berdua di sini?” tanya seorang polisi yang ternyata adalah Inspektur Wijaya.

“Oh. Pak Wijaya, saya dan Sera sedang mengambil barang”

“Ou.. silahkan tapi saya mohon untuk tidak mengambil sesuatu yang penting bagi penyelidikan” Ujar Inspektur Wijaya.

“Oh tidak pak, kami hanya mengambil baju Sera yang tertinggal karena untuk sementara dia akan tinggal bersama saya” Ujar Nikki dengan wajah yang menyakinkan.

“Oke, jikalau begitu.. jika ada sesuatu yang kalian tau tentang kasus ini harap segera beritahu kami” Ujar inspektur Wijaya sambil menepuk pundak Nikki dan kemudian Nikki dan Sera pamit untuk kembali ke rumah.

“Emh, lalu apa yang harus kita perbuat dengan ikat pinggang ini?” Tanya Nikki dalam perjalanan pulang.

“Aku tidak tahu, mungkin sebaiknya kita selesaikan dulu membaca isi buku kecil ayah” jawab Sera.

Nikki mengambil jalan pulang tercepat dengan melalui jalan yang cukup sepi karena tidak sabar untuk membaca kelanjutan tulisan profesor steward sampai tiba-tiba Nikki menginjak rem dengan mendadak. Nikki dan Sera terbelalak melihat di depan mereka berdiri makhluk yang menyerupai makhluk kemarin malam.

“Nik, apa yang harus kita lakukan???” ujar Sera dengan panik dan keringat dingin keluar dari pelipis wajahnya.

“Sial…” ujar Nikki yang langsung memundurkan mobilnya dan memutar balik. Sera menjerit ketika menyadari bahwa makhluk tersebut loncat dan mendarat di atas mobil. Nikki dengan panik langsung menancapkan gas dan kemudian menginjak rem dengan tiba-tiba yang mengakibatkan makhluk tersebut terpental ke depan. Makhluk tersebut berdiri dan kembali mendekati mobil.

“Tabrak Nik… TABRAK!!!” Jerit Sera yang langsung direspon Nikki dengan menancap gas dan melaju ke arah makhluk tersebut.

“MATI KAU KEPARATTTTTTT!!!!!!!!!!!” Teriak Nikki sesaat sebelum mobilnya menabrak makhluk itu. Nikki dan Sera terkejut ketika mobil berhenti karena tertahan oleh tangan makhluk teserbut.

“TABRAK DIA NIK, TABRAK DIA???” jerit Sera.

“Iya, aku sedang mencobanya” ujar Nikki yang terus menginjak gas namun mobilnya tidak kunjung menggilas makhluk tersebut. Makhluk tersebut mencengkram erat bagian depan mobil dan kemudian mengangkatnya. Nikki dan Sera menjerit ketika perlaha-lahan mobil mereka terangkat dan dihempaskan ke arah belakang.

Mobil terpelanting cukup jauh dalam keadaan menyamping.

“Akh….” Nikki tersadar dengan luka di sekujur tubuhnya, dilihatnya Sera pingsan di sebelahnya. Makhluk jahat itu mulai mendekati mobil dan Nikki berusaha keluar sambil menarik Sera. “Ser… ayo bangun ser…, SERA!!!” jerit Nikki dengan paniknya. Setelah berhasil keluar dari mobil Nikki merangkul Sera dan berusaha lari dengan kaki terpincang-pincang, di belakang mereka makhluk tersebut menyeringai dengan menunjukkan taringnya.

Nikki terjatuh dan hanya bisa mundur sedikit demi sedikit.

“Aku akan mati… aku akan mati….”gumam Nikki dengan keringat dingin mengucur dari wajahnya dan matanya menunjukkan keputus-asaan sampai dia mendengar kata-kata di dalam kepalanya.

“Ambil ikat pinggang di dalam koper” seru suara tersebut.

“Si… siapa itu..”gumam Nikki sambil gemetaran.

“Tidak usah banyak tanya, kau mau selamat apa tidak???” bentak suara tersebut dan kemudian Nikki berdiri dengan gontai dan berlari menuju mobil untuk mengambil koper tersebut. “Pakai ikat pinggangnya dan keluarkan kotak kecil tersebut dari bagian depan, dan kemudian masukkan kembali” Ujar suara tersebut.

“GYAAAAAAAAAAAAAAAAA!!!!!!!” Jerit makhluk tersebut dan mulai berlari menuju arah Nikki. “Cepat lakukan!!!” seru suara di dalam kepala Nikki dan setelah dia melakukan apa yang diperintahkan suara tersebut, keajaiban terjadi. Cahaya menyelimuti tubuh Nikki dan membuat makhluk tersebut terpental. Kini tubuh Nikki dilapisi sebuah jirah berwarna abu-abu kehitaman.

“Ah… apa-apaan ini??? Kenapa aku memakai Helm dan pakaian yang aneh” Ujar Nikki mengomentari keadaanya.

“GRUAAAAAAAAAAAAA” makhluk menyeramkan itu kembali bangkit dan mencoba menyerang Nikki namun anehnya Nikki bisa mengelak semua serangan tersebut.

“Ah.. aneh sekali, aku merasa tubuhku bergerak dengan sendirinya” pikir Nikki dan tidak lama Nikki mengirimkan sebuah pukulan ke arah dada makhluk itu dan membuatnya terlempar.

“Wow….” Ujar Nikki.

“Pikirkan sebuah serangan terakhir dan tarik kartu dari ikat pinggangmu” Ujar suara di dalam kepala Nikki. Kemudian Nikki menarik secarik kartu dan tiba-tiba kartu yang sebelumnya kosong mengeluarkan sebuah tulisan yang berbunyi ‘Finishing Strike’. “Gesekkan kartu tersebut ke bagian samping ikat pinggang” sekali lagi suara di dalam kepala Nikki memberikan instruksi dan Nikki mengikutinya. Ada sebuah slot seperti mesin gesek kartu kredit di bagian kiri ikat pinggangnya. Sesudah menggeseknya tiba-tiba kartu tersebut terbakar dan menghilang.

“Wooow…. Aku merasakan kekuatan yang sangat dahsyat berkumpul di kaki kananku” ujar Nikki.

“GRUAAAAAAAA!!!!” Makhluk itu bangun dan berlari ke arah Nikki.

“Kau tahu apa yang harus kau lakukan sekarang” Ujar suara di dalam kepala Nikki dan kemudian Nikki-pun berlari ke arah monster tersebut. Sera perlahan membuka matanya dan mencoba untuk duduk. Matanya terbelalak melihat Makhluk tersebut dan makhluk lain saling berhadap-hadapan sambil berlari. Setelah langkah yang diambil cukup, Nikki lompat dan melepaskan tendangannya yang diterima langsung oleh makhluk hitam kelam di dadanya. Makhluk tersebut terlempar kebelakang dan mencoba untuk berdiri kembali, tiba-tiba dia jatuh dan meledak namun sebelum jatuh makhluk tersebut berteriak. “LAGUNAAAAAAAAAAA”.

Nikki menyaksikan kejadian tersebut dengan sedikit heran dan nafas tersengal-sengal, kemudian dia menoleh ke arah Sera dan mendekatinya. Tubuh Sera gemetaran dan dia mulai menangis.

“Ti…tidak… jangan dekati aku… tolong… jangan bunuh aku…” ujar Sera.

“Ser, Sera.. ini aku… Nikki” ujar Nikki dan membuat Sera terdiam namun ekspresi ketakutan masih terlihat di matanya. “Aduh … gimana cara melepas ini?” gumam Nikki sambil mencoba mencabut helm dari kepalanya.

“Lepaskan kotak kecil dari ikat pinggangmu” tiba-tiba suara di dalam kepala Nikki kembali terdengar. Nikki mencabut kotak kecil tersebut dan kemudian cahaya kembali menyelimuti tubuhnya. Nikki kembali ke wujud asalnya dan langsung tersenyum ke arah Sera yang kebingungan.

“Ba.. Bagaimana bisa??” Tanya Sera.

“Aku tidak tahu… sebaiknya kita pulang dulu saja” ujar Nikki sambil mengulurkan tangannya dan membantu Sera berdiri. Nikki mendorong mobilnya ke samping agar bisa dikemudikan kembali. “Semoga masih bisa..” Ujar Nikki mencoba menyalakan mesin dan ternyata masih bisa.

“Hahaha… kita beruntung sekali mobilnya masih bisa” Ujar Nikki sambil mengemudikan mobilnya perlahan. “Tapi biaya perbaikannya pasti mahal banget….” Gumamnya dalam hati, dipandangnya Sera yang terdiam sambil menatap ikat pinggang yang sudah di masukkannya kembali ke dalam koper. Siapa pemilik suara tadi dan darimana asalnya, masih menjadi misteri yang dipikirkan oleh Nikki selama dalam perjalanan. Tanpa dia sadari dirinya telah memutar roda takdir yang akan membawanya menuju dunia baru yang sangat mengerikan.

-End Of 2nd Act-

Read previous post:  
6
points
(1467 words) posted by ragnafox 12 years 14 weeks ago
30
Tags: Cerita | fanfic | FANFIC | kamen rider | LC | ragnafox
Read next post:  
Be the first person to continue this post
100

ehh aduhh aku baru sadar di tagsnya ada tulisan "KAMEN RIDER" kirain cerita apa, aduh..., tapi bagus dah buar wa salah sangka cuman gara-gara kelewat baca "TAGS"

thx ^^

oh iya... thx atas sarannya..
bener juga yah.. pergantian hari kadang gak kuberi tahu :P

heheheh...., itu harus diperhatikan..., yak ^_^

80

Hm..., bagus bagus bagus...,
tapii perhatikan pergantian settingnya yak.., seolah tidak ada putus-putusnya :D

good..., penggemar Kamen Rider :D