2000 rupiah

Larut malam aku pulang ke rumah dan kulihat Ibuku sudah bertengger di hadapan pintu menunggu anak tak tahu diuntungnya ini pulang sekolah. Tidak, aku tidak benar-benar pulang sekolah. Pulang bermain tepatnya, menghabiskan uang yang Ibu beri di pagi hari tanpa pernah kembali di malam hari.
”Darimana saja?” tanya beliau khawatir. Tangan lusuhnya terasa kasar membelai kepalaku. Aku mencoba memeluknya untuk membalas kasih sayangnya. Kuraba puluhan uang logam di saku kirinya yang kaku. Hari ini saku Ibu tak segemuk biasanya. Sedikit rupanya orang-orang yang memberi uang receh di pinggir jalanan. Padahal suara Ibu bagus, namun wajahnya berbanding terbalik dengan suaranya. Kecelakaan telah merubah wajah Ibu ketika beliau hendak menyebrang di jalan raya delapan tahun silam. Mungkin orang-orang di jalan raya sudah mengusir Ibu sebelum Ibu sempat mengucap sepatah lirik lagu karena tak tahan melihat wajah Ibu. Tega sekali para manusia di balik kemudi itu!
Kupeluk Ibuku dengan rasa sesal. Uang jajanku seribu rupiah hari ini telah kuhabiskan tanpa sisa untuk hal yang sia-sia. Satu hal yang baru kusadari kini, meskipun penghasilan Ibu recehan namun Ibu selalu memberiku uang jajan dengan uang kertas.
”Maaf Bu, uang jajanku habis…”ucapku lirih.
”Tak apa…”ucap Ibu sambil tersenyum. Cantik di mataku. ”Tak apa uang jajanmu berkurang atau habis sekalipun, asal ilmumu bertambah sampai tiada habisnya.”

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer rans
rans at 2000 rupiah (11 years 44 weeks ago)
30

great

Writer vinneam
vinneam at 2000 rupiah (11 years 45 weeks ago)

agak kurang 'dapet' penempatan tokohnya. well, good enough :D

Writer LetsJoin
LetsJoin at 2000 rupiah (11 years 46 weeks ago)
60

kurang bisa menangkap isi cerita nya,dan terlalu cepat berakhir menurut saya . .kenapa tidak di jelaskan habis utk apa uang jajan nya yg 1000 rupiah itu. . .
Tp ud bagus kok . . .semangatttt!!

Writer Shinichi
Shinichi at 2000 rupiah (11 years 47 weeks ago)
60

ah
sayang sekali cerita ini dangkal banget. alasan saia, karena nggak ada hal detil yang dilakukan tokoh utama (aku) untuk menimbulkan sesal pada dirinya sendiri.

sedangkan tokoh yang dipanggil Ibu itu jugak sama dengan aku, tidak digarap (dikembangkan) dalam adegan-adegan yang bisa menunjukkan betapa ia menyayangi anaknya.

dengan kata lain, cerita ini tell banget. hanya menceritakan dengan gamblang apa yang ingin disampaikan penulis melalui tema kecintaan seorang ibu. menurut saia akan lebih bagus jika, penulis cukup menceritakan (dalam adegan) apa yang sedang terjadi disana. selebihnya biarlah pembaca menangkap sebuah kasih sayang ibu pada anaknya, atau rasa sesal seorang anak yang hanya tahu bermain saja.

overal : cerita ini jauh lebih bagus daripada cerita-cerita curhat yang doyan pakek POV orang pertama tunggal.

kip nulis. isi kemudian.com ini dengan karya-karya yang layak dijadikan bahan belajar menulis.

salam

ahak hak hak

Writer gazelle
gazelle at 2000 rupiah (11 years 48 weeks ago)
80

waduuuu,,bagguuussssss.....menyentuuhhhh,,hehehe
singkat tp bermakna. lanjutin terus yaa..tetep smangat!!hehe

Writer yilmaz
yilmaz at 2000 rupiah (11 years 48 weeks ago)
60

Sudah membuat saya tersentuh... mantap! :)

Writer dz
dz at 2000 rupiah (11 years 48 weeks ago)

klo mslh inti ceritanya..
saya msh krang nngkep topik critanya...

tpi klo untuk permulaan, lumayanlah..
ttetap mnulis,dan menghasilkan karya yg inspiratif y..

Writer anggra_t
anggra_t at 2000 rupiah (11 years 48 weeks ago)
50

tema inspiratif yang bagus. :)
tapi masih ada beberapa kekurangan.
perhatikan pembagian paragrafnya, lalu untuk narasi pun masih perlu ditata lagi. saya sarankan banyak membaca saja.
lalu ini:

Quote:
menghabiskan uang yang Ibu beri di pagi hari tanpa pernah kembali di malam hari.

maksudnya tanpa pernah kembali di malam hari ini apa? bukannya si tokoh aku itu pulang ke rumah ya?
.
lalu judulnya aku ga nangkep maksudnya. kenapa berjudul 2000 rupiah, sedangkan uang di saku si aku kan cuma 1000
.
segitu aja. kip nulis :)

Writer dhodotes
dhodotes at 2000 rupiah (11 years 48 weeks ago)

menyentuh dan inspiratif.