Putri Duyung Kecil Yang Sedikit Pragmatis

PUTRI DUYUNG KECIL YANG SEDIKIT PRAGMATIS

Pada zaman dahulu kala hidup seorang putri duyung kecil yang kebetulan kutu buku. Sebenarnya dia cantik, tapi karena senang membaca buku matanya jadi rabun dan akhirnya memakai kacamata yang besar. Dia suka ikut kegiatan remaja di bawah laut.

Pada suatu hari terjadi badai besar di permukaan laut. Sebuah kapal dagang terombang ambing, beberapa orang terjatuh ke lautan. Pada saat kejadian, sang duyung baru saja pulang dari perpustakaan. Melihat kecelakaan itu sang duyung langsung memanggil beberapa duyung lain yang bertugas menjaga keselamatan. Karena sang putri duyung juga ikut PMD (Palang Merah Duyung) dia tidak bisa diam saja.

Dia kedapatan menolong pangeran. Karena ketampanan sang pangeran sang putri duyung jatuh cinta pada pangeran. Sang pangeran dan hampir semua kru kapal selamat karena putri duyung, mereka bangun di tepi pantai kerajaannya. Pangeran hanya ingat samar-samar mengenai putri duyung yang pernah menolongnya.

Sang putri duyung yang tidak bisa melupakan pangeran kemudian mendatangi tukang sihir. Dia meminta untuk dibuatkan kaki. Sang penyihir memberi syarat, yaitu dia akan kehilangan suaranya dan akan jadi buih jika pangeran tidak menikahinya. Sang putri duyung menyetujui syarat tersebut dengan syarat sang penyihir meneken surat perjanjian dibubuhi materai.

Perjanjian dilakukan.

Putri duyung bangun tanpa suara di tepi pantai. Dia juga tidak mengenakan pakaian. Untung saja pakaian yang dipesannya lewat pos cepat datang. Dia belajar cepat dan berlatih untuk berjalan.

Putri duyung kemudian menjual semua mutiara miliknya ke toko perhiasan, hingga dia punya cukup uang dia tinggal di hotel. Beberapa lama kemudian dia membangun usaha pengajaran bahasa Isyarat dan distro baju. Usahanya menjadi terkenal dan menarik perhatian pangeran.

Tak lama kemudian dia berkenalan dengan pangeran. Mereka semakin akrab. Sang putri tak membuang waktu lama, dia menceritakan siapa dirinya dan perjanjiannya dengan penyihir. Sayang sang pangeran sudah bertunangan dengan putri dari negara lain. Penyihir pasti menjebaknya, pikir putri duyung.

Pangeran tidak mungkin membatalkan pertunangan yang akan menyebabkan pertumpahan darah. Saat mendengar itu sang putri duyung menuliskan di karton “Kamu kan raja, sudah biasa raja punya istri lebih dari satu.” Pangeran tidak bisa memikirkan jalan keluar lain dan dia setuju dengan poligami, lagipula sudah biasa raja pada masa itu memiliki satu atau dua istri. Setidaknya ini lebih baik dari perselingkuhan. Para penasihatnya setuju karena dia adalah putri sang raja laut, stabilitas politik kerajaannya semakin terjamin.

Sang penyihir nampak terkejut dan menuntut kepada Putri Duyung, sayangnya putri duyung memiliki surat perjanjian dibubuhi materai. Di surat tidak dikatakan dia harus menjadi istri pertama. Ketika ingin menyerang putri duyung dia ditangkap dan dipenjarakan. Izin prakteknya di laut di cabut. Dia jadi buih tak lama kemudian karena terbukti atas berbagai pembunuhan dan penculikan.

Kehidupannya cukup bahagia. Suaranya juga telah kembali, walau demikian dia masih perhatian kepada anak-anak tuna wicara. Dia membuat badan amal untuk anak-anak difabel.

Dia memiliki tiga orang anak bersama pangeran. Sayangnya beberapa tahun kemudian, pernikahannya bersama pangeran bermasalah. Sang putri tidak tahan tekanan dalam keluarga kerajaan. Mereka bercerai sesudahnya dan sang putri kembali tinggal di laut. Hubungan mereka baik, pangeran tetap sering mengunjungi dirinya dan anak-anaknya di akhir pekan.

Pada masa tuanya putri disibukkan dengan tugas kemanusiaan dan masih menjalankan badan amalnya. Dia juga menulis buku biografinya “Little Mermaid” yang jadi best seller baik di laut dan darat. Buku ini sangat terkenal hingga dijadikan drama di berbagai panggung pertunjukan dunia. Dia tak pernah menikah lagi, pangeran (yang kini raja) juga tak lagi menambah jumlah istrinya. Pangeran meninggal pada umur 87 tahun. Putri duyung meninggal pada umur 189 tahun (umur yang cukup tua bagi seorang duyung). Dia meninggalkan puluhan cucu dan berbagai badan amal.

Putri duyung diingat dalam sejarah sebagai tokoh yang dihormati semua orang, bahkan oleh istri pertama suaminya. Dia akan selalu di ingat baik di darat maupun di laut. Namanya diabadikan sebagai gedung utama Organisasi Duyung-Manusia.

The End.

Pesan moral : Jangan sampai jadi buih deh.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
80

suka,,,hahahaha. Humornya berhasil. Sesuatu yang segar. Hanya saja ada satu humor yang "lebay". yang baju pesanan datang lewat pos

100

Hahaha.. Kocak!! Kocak!! xD

80

Hahahaa~ cerita asli yang ditambah-tambahi! Lucu juga :)

20

Sebelumnya knalan dulu deh! Hai! Saya anak baru disini (biasanya melanglang buana di wattpad)

Pendapatku tentang cerita ini:
Ceritanya memang bagus, yah udah terlalu umum, tapi masih tetep bagus. Hanya saja ada poin yang menurutku gak gitu penting deh.

Di bagian awal cerita dituliskan putri duyung mengenakan kacamata, tapi sebenarnya bagian si duyung memakai kacamata ini tidak begitu ngaruh. Pangeran gak peduli klo dia bekacamata, para manusia jga ga ada yang nyinggung2 soal kacamatanya. Intinya bagian kacamata ini gak penting, dan bisa dihapus aja ... alias boros kata

Yang kedua, humor dicerita ini kesannya dipaksakan. Mungkin bisa lebih diperbaiki lagi

critanya cukup bagus, lucu j9a, xe..xe...

100

pragmatis itu apa?
ceritanya lucu, putri duyungnya pinter xD

90

hehehe bagus keren
meski daku tak mengerti arti kata pragmatis kyakyakyakya

80

hagahagahaga. setelah demam parodi cinderella, sekarang si neko nyebarin virus putri duyung... =w=bb
parodi sih ya, daku ga banyak komen dah.

Thk kk. Sebenarnya terpengaruh parodi cinderella juga kok. Sedikit korban trend.

70

Boleh juga... cukup menghibur

80

Hehehe, Saya suka pas putri duyung ngalahin penyihir karena dia tidak memenuhi klaus "menikah dengan pangeran"
.
Pantes dapet sarjana hukum tuh :D
.
Apa lagi reply-komen kakak FedEx ; We Live to Deliver , lucu banget XD XD
.
Cuma sedikit ga sreg aja ama paragraf pembukanya

Quote:
Pada zaman dahulu kala hidup seorang putri duyung kecil yang kebetulan kutu buku. Sebenarnya dia cantik, tapi karena senang membaca buku matanya jadi rabun dan akhirnya memakai kacamata yang besar. Dia suka ikut kegiatan remaja di bawah laut.

Hubungan antar kalimatnya nggak ada, jadi kerasa ke penggal-penggal, mungkin yang lebih baik begini :

Quote:
Pada zaman dahulu kala hidup seorang putri duyung kecil. Ia dijuluki Putri Kutu Buku. Sebenarnya dia cantik, tapi karena senang membaca buku matanya jadi rabun dan akhirnya memakai kacamata yang besar. Walaupun begitu, ia suka mengikuti kegiatan remaja di bawah laut.

.
Gitu aja saran saya ; keep writing!

100

lumayan sih.. kamu harus lebih banyak belajar dan lebih teliti lagi. Tetap menulis.

70

plesetan dari cerita yang sudah mendunia. Untungnya tidak terjebak pada cerita aslinya sehingga dapat menghasilkan cerita yang menghibur.
hanya saja beberapa bagian kurang nyambung, putri duyung kan pakai kacamata tebal, kok pangeran mau? Selain itu, pos yang ngirim pakaiannya pos mana ya? lagi mau kirim sesuatu nie...

Thanks, sebenarnya menurutku karena dia cantik sih pangerannya mau saja (asal bales niy). Terus pos-nya pakai FedEx. "We Live To Deliver"

hehehe . .
mantab . .
lanjut gan !!!

80

pragmatis. -.-"

90

wah dongengnya boleh juga tuh,.. oke man !

90

Ngaco deh XD

80

wakakakakak
bener deh
keren!!