A lonely Road

Apa yang akan seseorang lakukan apabila ia melihat kematian dirinya berdiri menanti kehadirannya di suatu tempat yang suatu saat akan ia lalui? Apakah ia akan tetap melalui jalan itu, ataukah ia akan menentang takdir dan menghindar dari sang kematian dengan memilih jalan lain yang lebih gelap? Tetapi bagaimana jika semua itu sia-sia belaka? Bagaimana jika kematian tidak menanti di jalan yang akan kita lalui, melainkan mengikuti kita tanpa kita ketahui?

Gelap dan sepi, itulah jalan yang harus kulalui saat ini. Jalan menuju sesuatu yang harus kutempuh sendiri, dengan segenap jiwa dan raga dalam cabang penuh kebuntuan dan tipu daya.

Aku masih duduk melamun ketika sebuah ledakan keras terdengar dari kejauhan, disusul ledakan kecil lainnya yang disertai hembusan panas, menghempaskan debu-debu hingga beterbangan ke arahku.

Ah, aku menggumam pelan. Mereka lagi. Entah sudah berapa lama aku berjalan melalui hutan ini dan yang kutemui hanyalah orang-orang primitif dengan pengetahuan yang berlebihan tentang bom. Kehadiran mereka semakin membuatku muak dan menyumpahi nasib mereka yang hampir sama denganku, terjebak di tempat terjahat di benua Vidiste, Tomb of Carissa.

Nama tempat ini mungkin terdengar seperti sebuah kuburan. Namun, di dalam sini hanyalah hutan lebat yang tak bertuan dan tak berujung. Tak ada seorangpun yang dimakamkan di sini, sejauh yang kutahu. Legenda tentang Carissa yang sering diceritakan oleh kaum Elf mengatakan bahwa Carissa tidak benar-benar mati. Ia hanya menyatu dengan Soleneil untuk menyelamatkan dataran keramat ini, mengorbankan cintanya dan bla, bla, bla. Intinya adalah hutan ini hanyalah perangkap bagi para pencuri makam yang terobsesi dengan kekuatan Carissa yang dikatakan sanggup menyembuhkan segala luka, baik luka fisik maupun luka hati. Luka hati, aku sungguh tertarik dengan kata-kata itu. Tetapi itu bukan penyebab aku berada di sini. Aku dikutuk.

Sudah enam minggu aku berjalan tanpa arah dan tujuan yang pasti. Seluruh pasukan dari markas pusat kerajaan yang ditugaskan untuk menyelamatkanku dengan segera akan menghilang ditelan bumi begitu mereka menemukanku. Entah itu dengan ledakan secara tiba-tiba, longsor yang tidak bisa dimengerti akal sehat, kebakaran hebat dan serentetan hal lain yang dengan cepat membuatku kembali sendiri dalam hutan gila ini.

Ledakan-ledakan kembali terjadi dan kali ini semakin keras. Gila. Apakah orang-orang primitif itu sudah mulai kehilangan akal sehat mereka? Meledakkan sesuatu yang tidak akan pernah ada gunanya, ataukah mereka mencoba untuk membakar hutan ini menjadi abu dan ikut membakar diri mereka sendiri? Dasar gila.

Aku berusaha mencari asal suara itu. Rasa jengah dalam diriku mengatakan bahwa orang-orang itu perlu ‘diingatkan’ sedikit karena agaknya sesuatu yang tidak beres terjadi pada diri mereka. Biasanya mereka meledakkan bom yang mereka bawa di hadapanku namun tiba-tiba mereka meledakkannya tanpa sebab, itulah alasannya.

Akhirnya aku menemukan sesuatu yang cukup untuk dijadikan alasan beberapa ledakan barusan. Mengesalkan juga karena hal ini harus terjadi pada saat rasa frustasiku memuncak; reuni yang menyebalkan.

“Hei, memangnya kau tidak punya hal lain untuk dikerjakan apa? Carilah cara agar kita bisa keluar dari sini.“

“Berisik. Aku barusan mencuri beberapa peledak dari ‘mereka’ dan sepertinya aku mendapatkan sesuatu yang lebih menarik. Kalau kau tertarik, ‘sesuatu’ itu ada di atas batu di sebelah sana,“ jawabnya.

Aku lupa memberitahu bahwa selain diriku ada seseorang lagi yang dikutuk di sini. Ia mengaku bernama Masashiro Date dari daratan timur. Penampilannya aneh dengan jubah hitam panjang dan topi dengan tanduk berbentuk bulan sabit terbalik. Ia juga membawa sepucuk senapan yang ia modifikasi dengan pedang panjang yang ia sebut Musket Katana.

Ia sampai di tempat ini karena tipu daya beberapa orang Elf yang ia temui di jalan dan dengan bodohnya ia mengikuti petunjuk mereka dengan memetik bunga Ladyc keramat yang tumbuh di sekitar hutan ini, sama seperti yang kulakukan. Hal itu memicu kutukan untuk bekerja dan akhirnya, Eng ing eng, ia bersama denganku.

“Apa ini? Rumus bodoh yang tidak bisa dibaca?“ Aku mengambil lembaran kulit yang tergeletak di atas batu yang ia sebut barusan.

“Jangan pura-pura bodoh. Atau kau benar-benar tidak tahu ini apa? Baiklah, biar kujelaskan. Ini adalah sebuah terobosan yang dilakukan makhluk-makhluk itu selama mereka berada di sini. Apakah reaksi berantai mengingatkanmu pada sesuatu?“ Paparnya.

“A-apa? Lembaran kulit lusuh itu berisi rumus sihir penghancuran masal?! Yang benar saja!“ Aku kaget setengah mati.

“Tidak. Aku bercanda. Tapi ini bahkan sebenarnya lebih hebat dari sekedar ledakan maha dahsyat atau semacamnya. Sayangnya ada beberapa kalimat yang tak bisa kupahami di sini. Jika saja ada seseorang yang bisa membaca tulisan dalam bahasa mereka di sini, semuanya akan berjalan cukup lancar.“

“Jadi maksudmu kau tidak tahu hal hebat apa yang terkandung dalam tulisan ini?“ Tanyaku.

“Belum. Tapi aku sudah berhasil membaca sebagian dari tulisan itu, dan beberapa kalimat diantaranya menyebutkan tentang sihir pengendali waktu dan raja mereka yang memiliki suatu kekuatan besar,“ ia lalu duduk di bawah pohon sambil meneguk air dari botol yang ia bawa sejak tadi.

“Hmmm, kira-kira kekuatan besar apa itu? Apakah juga dijelaskan di situ?“ Aku menyimak dengan sedikit malas.
“Mengendalikan ‘raksasa’. Andai aku tahu apa yang mereka maksud dengan ‘raksasa’ itu. Mungkin suatu makhluk berukuran besar atau semacamnya. Tapi bisa saja sesuatu yang lain,“ ia lalu membersihkan Musket Katananya dengan kain lap.

“Sulit untuk dikatakan, tetapi komandan batalyonku juga mengatakan hal yang sama. Ia samar-samar mendengar kabar tentang kebangkitan raja mereka dari tidur panjang. Berhembus saat perang di Rocky Snow berakhir diantara makhluk-makhluk yang berhasil kami tahan, dengan cara yang lumayan aneh seperti kesurupan dan semacamnya,“ aku mulai berkomentar.

“Sejauh yang kutahu, mereka tidak pernah memiliki pemimpin sederajat raja. Mereka hanyalah kaum barbar yang tidak lebih baik dari segerombolan serigala.“

“Tapi gerombolan itu cukup berhasil menghancurkan sebagian besar Vidiste dan membuat aliansi barat kerepotan. Mereka bahkan lebih terorganisasi dari kaum pemberontak Desperado.“
“Ya. Itulah masalahnya. Apa yang menyebabkan mereka menjadi bangsa yang begitu berhasil?“ Date kembali membersihkan senjatanya.

“Jika raja yang mereka maksud telah bangkit, bukan tidak mungkin mereka menjadi lebih hebat dari sebelumnya.

Keberadaan seorang raja bisa membangkitkan semangat seorang prajurit. Kau tahu sendiri, kan?“ jawabku.

“Ya. Tapi seharusnya tak ada dari mereka yang memiliki cukup kebijaksanaan untuk menjadi seorang raja. Mereka setengah hewan, bahkan menurutku hanya sedikit bagian dari mereka yang mirip dengan manusia.“

“Haus akan kekuasaan.“

“Yah, akhirnya pertanyaan kita terjawab dengan sendirinya. Jalan pikiran yang cukup aneh, bukan?“ Date kembali membersihkan senjatanya yang sedikit berdebu.

“Apa kau bisa melakukan sesuatu yang lebih baik daripada sekedar menunggu di sini tanpa melakukan apapun?“

“Aku bisa melawak.“

“Baiklah. Itu lebih baik,“ aku lalu merebahkan diri di sebuah pohon.

***

Tak ada hal di dunia ini yang lebih menyebalkan dari lawakan-lawakan garing dan tidak masuk akal. Terlebih lagi, jika lawakan itu sama sekali tidak lucu dan secara menyedihkan disampaikan oleh orang yang sama sekali tidak berbakat untuk membuat orang lain tertawa. Aku malah menjadi merasa kasihan melihat tampangnya yang berusaha untuk melucu namun gagal itu.

“Ayolah, hentikan lawakan itu dan cari sesuatu yang lebih menyegarkan. Kita masih punya banyak waktu untuk dihabiskan di sini. Jangan sungkan-sungkan untuk mengeluarkan seluruh bakatmu,“ aku menguap karena bosan.

“Entahlah. Aku jadi frustasi karena yang bisa tertawa di sini hanya angin dan dedaunan kering,“ jawab Date.

“Hei, bukan salahku kalau lawakanmu itu tidak lucu. Mana ada orang waras yang mau tertawa mendengar gurauan konyol tentang partikel dan sifat-sifat atom? Akui saja kalau otakmu itu sudah mulai miring. Goyangkan kepalamu sedikit. Mungkin itu bisa membantu mengeluarkan sesuatu dari dalam otakmu yang tidak ada hubungannya dengan molekul-molekul dan reaksi kimiawi.“

“Aku memang ditakdirkan untuk menjadi seorang ilmuwan, bukan pelawak. Padahal aku sejak dulu ingin sekali menyamar menjadi badut pesta dan membuat semua orang di tempat asalku tertawa. Mereka jarang melakukannya karena perang yang berkepanjangan,“ Date memandang ke atas dan menghela nafas.

“Hei, jangan salahkan dirimu atas sesuatu yang tak sanggup kau lakukan. Kau mungkin bisa melakukan hal lain yang dapat membantu mereka. Yang penting kita tidak putus asa, itu saja sudah cukup. Kita tidak akan pernah tahu apakah kita akan berhasil atau tidak. Perjuanganlah yang terpenting, bukan hasilnya,“ aku lalu memegang pundaknya.

“Terima kasih. Tapi ngomong-ngomong ucapanmu soal otakku yang sudah tidak waras itu lucu juga. Apa aku boleh tertawa?“

“Silahkan.“

Ia tertawa sangat keras. Bahkan mungkin lebih keras dari ledakan-ledakan yang biasa kudengar di tempat ini. Namun hal itu bukanlah masalah bagiku.

Kami kemudian menyusuri jalan yang dipenuhi tumbuhan merambat menuju arah timur, atau setidaknya jalan yang menurut kami menuju ke arah timur. Aku membiarkan Date menjadi penunjuk jalan karena dia selalu merengek-rengek tidak jelas tentang otaknya yang akan rusak jika tidak sering digunakan. Sebenarnya sih, digunakan atau tidak, otaknya juga lambat laun akan hancur oleh keputus asaan yang diberikan oleh Tomb of Carissa. Ah, sudahlah, aku juga tidak terlalu ingin mencari jalan keluar dari tempat ini. Sia-sia.

“Sudah berapa lama kau terjebak di sini?“ Date memulai pembicaraan.

“Empat minggu. Yah, bukan waktu yang lama, tapi cukup untuk membuatku kehilangan akal sehat untuk sementara waktu,“ jawabku.

“Ngomong-ngomong tentang akal sehat, aku sejak tadi merasa ada sesuatu yang tidak beres dengan jalan ini. Apa kau merasakannya juga?“

“Entahlah. Aku tidak begitu peka dengan perubahan yang tidak terlihat seperti itu. Memang apa yang terjadi?“ Tanyaku.

“Kau lihat tumbuhan merambat yang menjalar di sekitar kita? Tumbuhan itu seakan menuju sesuatu yang berada di ujung jalan ini,“ Date lalu berhenti sejenak.

“Ada apa?“

“Bahkan lebih gawat lagi. Lihatlah sekitarmu.“ Date
mengedarkan pandangannya.

Aku menghentikan langkahku dan memandang sekitar. Tidak mungkin! Tumbuhan itu bergerak! Mereka tumbuh dengan kecepatan yang tidak normal dan semakin merapatkan sulur-sulur mereka seperti sebuah tembok. Dalam beberapa detik, tumbuhan itu merapat menuju tempat kami berdiri. Akal sehatku dengan cepat berjalan dan kami pun segera berlari menghindar.

Keanehan secepat kilat itu tak hanya berhenti sampai di situ. Belum sempat kami menghela nafas, tanaman merambat itu kembali menyerang dengan sulurnya yang besar, menawarkan duri-duri tajam di sekujur batang. Duri itu mungkin saja beracun atau mungkin saja tidak beracun, tapi masih cukup tajam untuk menusuk kami menjadi shis kebab yang empuk dan bersimbah darah. Untungnya kami masih cukup lincah untuk kembali menghindar.

Sekilas aku melihat sebuah tangan menjulur dari sela-sela kumpulan tanaman rambat tersebut. Tangan itu berusaha menggapai kami, namun kemudian tanaman rambat itu semakin mempererat diri dan menimbulkan suara gemeletak. Kami bergidik ngeri. Ternyata ada seseorang yang kurang beruntung dan terjebak di dalam tanaman haus darah tersebut dan ia belum mati!

“Ya ampun. Kukira kutukan terjebak selamanya saja sudah cukup. Ternyata masih ada yang seperti ini. Apa aku boleh pingsan?“ Tanyaku.

“Terserah kau saja. Tapi kurasa tumbuhan itu mulai merencanakan sesuatu yang lain. Sebaiknya kita tetap waspada,“ jawab Date.

“Lucu. Kau berbicara seolah-olah makhluk itu memiliki otak. Yang benar saja. Aku berani bertaruh, pasti ada seseorang yang mengendalikan mereka.“

Date berbalik lalu memperhatikan sekitar dengan seksama. “Kurasa kita sudah aman. Mereka sudah pergi.“

“Whew, tempat ini lebih buruk dari ruang hukuman milik ayahku. Kamar sempit penuh buku-buku fisika kuantum tanpa teman bicara, tanpa kopi...“ aku melantur tidak jelas.

“Bagiku itu seperti surga yang tersembunyi. Aku heran kenapa kau menyia-nyiakan hal-hal berguna semacam itu?“ Jawab Date.

“Aku juga heran kenapa kau menjadi begitu menyebalkan ketika kita menyinggung soal ilmu pengetahuan? Dan yang lebih parah lagi, sekarang kau terdengar seperti ayahku. Kau tahu betapa menyebalkannya dia?“

“Yang pasti dia akan menjadi ayah terbaik yang pernah ada jika dia adalah ayahku. Sayangnya aku adalah anak seorang pemabuk tanpa visi yang jelas tentang masa depan anaknya, “ jawab Date lagi.

“Yah, Tuhan memang memiliki rencana yang tidak dapat kita duga. Ia menginginkan kita mendapat sesuatu yang berharga dari semua ini. Jika tidak, kenapa Ia harus repot-repot menciptakan dunia yang tidak sempurna seperti ini? “ Lanjutku.

“Kau benar juga. Segala sesuatu tentu ada sebab dan akibatnya. Hanya Dia-lah sang causa prima yang tidak disebabkan oleh apapun. Segala keputusannya tidak perlu kita pertanyakan lagi.“

“Ayo pergi dari tempat ini. Kita sudah mengabaikan bahaya terlalu lama,“ ajakku.

“Pan.“ panggil Date.

“Ya?“

“Terima kasih karena telah menerimaku apa adanya.“ Date lalu tersenyum.

“Tidak usah berterima kasih. Kita teman kan?“

Kami lalu kembali berlari mengikuti arah jalan setapak yang bercahaya di ujungnya, seakan berkata kepada kami bahwa tujuan sudah dekat dan perjalanan kami hampir berakhir.

***

Note : Kisah ini dibuat oleh Evan Spring berdasarkan pengakuannya di hadapan Mahkamah Militer Aliansi Barat pada tanggal 16 Januari 433. Evan Spring divonis hukuman 5 tahun penjara dan dicopot secara tidak hormat dari jabatannya karena terbukti bersalah atas tewasnya satu kompi pasukan khusus yang dipimpin oleh dirinya saat menjalankan sebuah misi rahasia di Vidiste beberapa bulan sebelumnya. Namun baik keberadaan hutan di tengah Tomb of Carissa maupun pria dari timur bernama Masashiro Date sebagaimana yang pernah diceritakannya tidak pernah diketahui dan dianggap tidak pernah ada.

Read previous post:  
Read next post:  
Be the first person to continue this post
Writer aphrodite
aphrodite at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)
80

humornya lucu :D
tinggal ditambahi 500-600 kata lagi, terus dikirim deh :p
semangat!

Writer heinz
heinz at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

Bos ayo cepet dibenerin.
Udah H-2 nih!

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

huaaaah ^^'

Writer rickman19
rickman19 at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)
100

Aku merinding baca cerita ini. Ini horor banget. Tahu kenapa? Karena mungkin saja.... orang yang bernama Date itu memang tak pernah ada. Karena sebenarnya... dia hanyalah khayalan di dalam kepala karakter utama. oooh, seraaam. Jadi selama di hutan itu, ternyata eh ternyata... dia cuma ngomong sendirian. Seperti orang gila, wkwkwkwkwk

Cuman ada satu yang kurang om. Adegan berantemnya. Lawan apa kek. Monster kayu berbulu domba, sulur sakti gundah gulanah, atau liliput belukar setengah dewa. Sikaaaaaaaaat!! Dor! Dor! Dor! CRASSS! Syuuuuung... JELEGAR!!! Dan akhirnya mereka pun hidup bahagia, selama-lamanya. Loh?

Sesama peserta FF2010 saling dukung, saling support, sampul raport! Yihaaaaaaaaa

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

huahahahahahahahhahahah thx komennya bro
adegan berantem saya kurang ahli bikinnya wkwkkwkwkw ^^'

Writer anggra_t
anggra_t at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)
80

hmm.. Overall aku suka ceritanya, tapi..
1. Agak heran dengan para elf itu. Mereka kok kurang kerjaan banget jahilin orang. Mungkin kamu bs nambahin dikit ttg elf. Makhluk seperti apakah mereka. Kan lumayan, itung2 buat nambahin kata :)
2. Agak ngerasa cerita ini sedikit membosankan. Intinya cm kejebak di hutan lalu keluar gt aja kan?
3. Yah tapi karena dialognya bagus, aku cukup menikmati.
.
Semangat sesama kontestan XD XD

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 8 weeks ago)

1. hehehehe
2. wah sori kalo membosankan nih, brarti ilmu saia masih kurang :P
3. thx

Writer neko-man
neko-man at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)
90

Suka. Bagian Tomb of Carissa dan masalah kutukan dan dsb, itu kurang jelas. Siapa si"aku"? sedang apa? elf? Tapi dialognya asyik. Aku suka karakternya.

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

wahahahah thx y komennya

saya memang agak lemah kalo soal world building. Tapi kalo tentang siapa si aku, sedang apa, dll itu sengaja saya bikin setengah tersurat setengah tersirat ^^

Writer Magicplayer
Magicplayer at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)
60

Hmm... deskripsi awal lumayan bagus, tapi kalo aku boleh nambahin saran, waktu pertama kali ada dialog antara "aku" sama "Date", mending dikasih tahu siapa yang ngomong. Tadinya malah aku kira dia ngomong sendiri.

Sama kalimat ini nih, Penampilannya aneh dengan jubah hitam panjang dan topi dengan tanduk berbentuk bulan terbalik

Err... bukannya bulan itu bulat ya? Gimana bisa jadi bentuk tanduk? Dan gimana bisa tau itu kebalik? Apa maksudnya bulan sabit?

Menurutku ceritanya ga seberapa jelek sih, tapi mungkin dibagian akhir bisa ditambahin sedikit adegan atau narasi yang nyeritain kalo mereka berdua bisa lolos dari hutan itu, jadi ada sedikit rasa nyambung sama note di akhirnya.

Ah, iya, aku juga agak ngerasa kurang sreg sama petuah dannasihat dalam dialog. Kesannya kaya yang ngomong bukan karakternya. Aneh aja ngeliat pelawak gagal tiba2 ngomong sesuatu yang mendalam banget.

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

jiahahaha thx komennya ^^

soal dialog pertama bertemu, saya niatnya mbikin adegan kayak di film2. Jadi waktu dia ngomong seakan2 kamera belum mengarah ke Date, jadi kita belom tau siapa yg diajak bicara, kali aja dia ngobrol sendiri, bisa aja kan? wkwkwkwk

ahahah iya, saia lupa kurang tambahin dikit tuh di depan tulisan bulan. SABIT! ^^'

trus soal nasehat2 yg dia ucapin, mungkin agak geje, tapi mungkin juga gara2 dia udah sangat stres sampe gila terjebak dalem hutan, jadi dia bisa ngeluarin kata2 yang 'wow' kayak gitu wakakakakkakak

Writer franci
franci at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
80

aku suka deskripsi awal. tapi 'Eng ing eng' itu aku krg menyukainya...
.
Jika saja ada seseorang yang bisa membaca tulisan dalam bahasa mereka di sini, --> lebih suka tanpa 'di sini'. apakah kalimatnya tak terlalu lengkap untuk suatu percakapan?
.
“Jadi maksudmu kau tidak tahu hal hebat apa yang terkandung dalam tulisan ini?“ Tanyaku.
“Belum."
--> (ketawa. ya elah...)
.
tp gk suka bagian "boleh aku tertawa" n "boleh aku pingsan". koq kesannya krg lucu yak, wo?
.
“Yah, akhirnya pertanyaan kita terjawab dengan sendirinya. Jalan pikiran yang cukup aneh, bukan?“ Date kembali membersihkan senjatanya yang sedikit berdebu.
--> (mikir... spertinya aku gk ngeh sama jawaban itu...)

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

wahahaah thx ya komennya

emang sih, resiko bikin cerita berbumbu humor ya kadang2 bisa bikin ketawa, kadang2 kurang lucu, tergantung reaksi pembaca ^^

Writer franci
franci at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

sejujurnya aku menyukai kalimat: "boleh aku tertawa" n "boleh aku pingsan" ini :D
.
mungkinkah reaksi penjawabnya yg bikin jd berkurang lucunya? jawabannya krg 'asal'?

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 10 weeks ago)

0o0 hmmmmm boleh juga tuh sarannya

Writer Chie_chan
Chie_chan at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
80

hmmm. aku tertarik sama endingnya. sejujurnya, aku nggak begitu mengerti sih mengenai kaitannya. tapi nama Date ini sedikit mengusikku (maklum aja, reaksi orang yg kebanyakan main samurai warriors *lol*). :D
kau jago juga bikin dialog, untuk itu aku angkat jempol.
kalau mau nambah jumlah kata, coba dikau pikirkan sesuatu yang kira-kira bisa lebih menjelaskan mengenai keterkaitan si "nb" sama jalan ceritanya. aku nggak ngerti, tapi feelingku bilang ada sesuatu yang keren mengenai keterkaitan dua hal itu, dan kayaknya ini nggak kau olah secara serius. sayang banget kan.
.
gudluck! *jabat tangan sesama kontestan* XD

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

wahahaha thx2 ^^ *jabat tangan sambil nyengir*

emang sih, harusnya ditambah2in apaaaa gitu, tapi udah make ribuan cara (duh lebay, belasan doang sih sebenernya ^^;) tetep aja buntu T_T

Writer cat
cat at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
70

Awalnya aku menikmati cerita ini.
Aku suka cr2 kamu membuat sesuatu yg lucu tapi terlihat serius.
Tp entah mengapa antara paragraf sebelum ending dan nb ending terasa janggal dan kosong.
Coba di tambh lg jmlh katanya.

Practices makes perfect

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

thx komennya ^^

susah mo nambahin kata2nya @_@

Writer heinz
heinz at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
100

Sesama calon kontestan memberi nilai pol.

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

thx bro ^^

Writer elbintang
elbintang at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
80

Kalo emang niat m dimasukin lomba. Mending ditambah saja adegannya. Tanggung udah dibikin tapi kerna kurang kata sedikit lgsng gak masuk nilai. Sepaham gw yg namanya syarat itu ya...syarat ^^
gw ngebayangin ada dialog setelah mereka berhasil menghindar dari sulur2 tanaman. Semisal "lu tadi liat ada penampakan tangan di sana?"
"gw mana sempat liat yg begituan"
"hah. Begituan pala lu peyang! Tangan itu sepertinya memberi tanda sesuatu,"
"maksud lu, tanda bahwa di tempat ini gak cuma kita berdua?"
bla.bla.bla
he.he tentu adegannya gak harus seperti ini.

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

waahahaaha ok thx masukannya ^^

masih dalam tahap kebingungan saya ^^;

Writer mindy_tan89
mindy_tan89 at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
100

keren ceritany

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

thx ^^

Writer Aditya Deva
Aditya Deva at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
60

good

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

thx ^^

Writer smith61
smith61 at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
80

Hmmm lumayan nih, ada plesetan Date Masamune pula hahaha

btw kang, jumlah katanya kurang tuh, syaratnya 2500-3000

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

iya nih. Jumlah katanya kuraaaaang T_T

Writer krupukcair
krupukcair at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
60

ini terjemahan ya?

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

huahahahahah mungkin emang terlalu terinspirasi sama novel2 luar (jarang2 ada novel fantasi dalam negeri sih @_@)

Writer mailindra
mailindra at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)
100

Kayaknya fantasi sih. Tapi bukannya masih kurang jumlah katanya?

Writer KangBowo
KangBowo at A lonely Road (10 years 11 weeks ago)

Iya nih, udah diedit berkali2, tapi te2p kurang jumlah katanya T_T mudah2an ga pa2